The Ghost in the Machine by Erika Iris Simmons

It’s not what you have but it’s how you use it.” Tukas Erika Iris Simmons tentang prinsipnya dalam berkarya. Seniman yang berdomisili di Princeton, New Jersey ini membuat seri experimental artwork berupa siluet ikon-ikon terkenal seperti Jimi Hendrix, The Beatles, Audrey Hepburn hingga Robert Smith dengan media pita kaset dan roll film usang. “Ketika saya mulai bereksperimen membuat artwork, saya tidak punya banyak uang, jadi saya mulai menggeledah isi rumah untuk mencari barang-barang yang bisa digunakan untuk membuat composite art pieces. Suatu hari ketika hendak berangkat kerja, mata saya menangkap tumpukan kaset yang tergeletak di atas kanvas dan tiba-tiba saya punya ide memakai kaset-kaset tersebut untuk menciptakan gambar,” ungkap wanita berumur 28 tahun ini. “Saya berpikir, ‘What ghosts could be hiding in those machines?’ Saya menarik seutas pita kaset lalu pita itu tergulung dengan indah dan mengingatkanku akan rambut Jimi Hendrix, itulah karya pertama saya.” Lanjutnya tentang proyek yang kemudian diberi nama “The Ghost in the Machine” ini. Erika yang mengaku mulai membuat artwork sejak tahun 2008 karena terinspirasi oleh Ken Knowlton ini awalnya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk membuat satu karya namun seiring waktu ia kini sudah jauh lebih cepat dalam menyelesaikan sebuah karya. “Yang harus kamu lakukan hanya menggunting pita untuk membuat berbagai detail lalu menempelkannya sesuai sketsa. Terkadang saya juga membuat karya tanpa harus menggunting pita, semua tergantung apa yang saya rasa cocok untuk sebuah karya.” Terangnya.  Selain seri “The Ghost in the Machine”, saat ini ia juga bereksperimen membuat sculpture besar dari jaring pancing yang dibentuk sedemikian rupa hingga terlihat seolah ada putri duyung tak kasat mata yang tertangkap jaring itu. “Saya gemar mengeksplorasi ide tentang ‘full void’…bagaimana ruang yang terlihat kosong sebenarnya justru dipenuhi kehidupan.” Tandas Erika yang banyak terinspirasi dari berbagai audiobook yang ia dengarkan saat berkarya. Apa pekerjaan lain yang ia lakukan di luar seni? “Well, kalau saya tidak sedang membuat seni, saya bekerja paruh waktu sebagai waitress di sebuah restoran. It’s a good life.”

As published in NYLON Indonesia April 2012

http://www.iri5.com/

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s