Pura Vida, An Interview With Las Robertas

“Pura Vida” yang berarti “pure/good life” adalah frasa paling khas dari masyarakat Costa Rica, negara asal Las Robertas. Frasa yang sama juga dengan tepat menggambarkan musik mereka. 

It was a typical day in San José, Costa Rica. Matahari bersinar cukup terik dengan angin yang sesekali bertiup di negara Amerika Tengah yang mendapat sinar matahari sekitar 2040 jam per tahunnya ini, cuaca yang membuatmu ingin pergi ke pantai untuk surfing atau sekedar berjalan-jalan. Namun, Monserrat Vargas, penduduk asli San José yang juga bassist dan vokalis trio Las Robertas, justru memilih menghabiskan harinya di dalam rumah dengan menonton film dokumenter Fugazi yang berjudul Instrument sambil sesekali berbincang dengan sang drummer, Franco Valenciano, tentang acara TV konyol yang baru-baru ini ditontonnya. “Kami bertemu sekitar 3 tahun lalu, Meche (Mercedes Oller, vokalis/gitaris) dan saya melihat Franco bermain dengan bandnya saat itu, kami sangat ngefans dengannya jadi kami mengajaknya bergabung di band baru kami dan dia bilang dia mau asalkan dia boleh tampil dengan memakai dress dan wig. We were totally fine with that.” ungkap Monserrat tentang sejarah terbentuknya band mereka.

Dengan referensi dari berbagai girl group, musik soul 60-an, musik ye-ye Perancis dan band-band 90-an seperti Black Tambourine, Sonic Youth dan The Breeders, mereka merilis Cry Out Loud, album debut berisi 10 lagu garage/noise pop/surf rock berbahasa Inggris dengan durasi singkat (kurang dari 4 menit) yang dipenuhi bebunyian fuzzy, nostalgic reverb. Monserrat dan Mercedes menepati janji mereka untuk membiarkan Franco tampil di gig-gig awal Las Robertas sebagai drummer cewek bernama Ana Maria, yang membuat banyak orang terkecoh dan mencap mereka sebagai all-girl band selayaknya Dum Dum Girls dan Vivian Girls, sebuah mispersepsi yang menjadi inside joke tersendiri tentang gender seperti halnya nama band mereka. “Meche yang memilih nama itu karena menurutnya nama Roberta terdengar maskulin dan feminin di saat yang sama. Dan dia sebagai seorang musisi tak ingin dipandang dari jenis kelaminnya saja.” jelas Monserrat.

“Kami tak terlalu memikirkan tentang apa yang ingin kami buat, kami hanya memainkan apa yang terlintas di kepala, karena itu kami tak bisa menyebut dengan tegas genre apa yang kami bawakan. Kurasa garage cukup mendekati, tapi does it really matter?” Monserrat balik bertanya saat saya menanyakan arah bermusik mereka. No is the clear answer, tak penting label apa yang orang lekatkan ke mereka, nyatanya berkat single-single seperti “In Between Buses”, “Ghost Lover” dan “Ballroom”, mereka tak hanya menjadi band yang dikenal di kawasan Amerika Latin. Tahun lalu mereka tampil di New York dan festival SXSW, diantara banyak kesibukan mereka lainnya. Franco yang kini tak lagi menyamar sebagai perempuan memiliki dua band lain, yaitu Zopilot dan Monte, Mercedes telah menyelesaikan studinya di jurusan Interior Design, sementara Monserrat tampil bersama The Great Wilderness, bandnya yang lain. Di awal tahun ini, mereka sedang kembali ke studio menyiapkan LP kedua mereka yang diharapkan bisa dirilis pada akhir bulan Maret dan sebuah tur Eropa.

Entah ini relevan apa tidak, mungkin kamu belum tahu jika Costa Rica sekarang memiliki seorang presiden perempuan pertama di sepanjang sejarahnya. Saya pun bertanya kepada Monserrat, apakah hal itu memiliki pengaruh terhadap dirinya sebagai seorang musisi perempuan di Costa Rica? Gadis cantik ini menjawabnya dengan lugas, “Tidak juga, kami tidak pernah melihat musik dari sisi gender. Kurasa menjadi musisi di Costa Rica sama beratnya bagi cowok ataupun cewek. Hal tersebut lebih tentang bekerja keras dan melakukan apa yang bisa kamu lakukan dengan kemampuanmu sendiri, tak peduli kamu cewek atau cowok.”

As published in NYLON Indonesia March 2012

Photo by Natalia Sanabria 

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s