Through The Lens: Dikka & Vega Afidick

Boleh cerita sedikit tentang diri kalian?

Dikka seorang fotografer dan Vega adalah seorang fashion stylist. Kami berdua pasangan suami-istri yang memiliki visi dan misi sama dalam berkarya di dalam industri fashion photography sejak September 2010 lalu, tepatnya setahun setelah kami menikah.

 Apa yang membuat kalian tertarik dengan fotografi?

Bagi Dikka, fotografi sudah menjadi hidupnya. Sejak berumur 16 tahun, Dikka sudah berteman dengan kamera. Yang membuat Dikka tertarik dengan fotografi adalah dapat menangkap momen atau objek yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata. Membuka mata orang untuk melihat objek melalui sudut pandang kita. Vega tidak memiliki pengalaman profesional dalam fotografi, namun dalam kehidupan sehari-hari ada saja yang menarik bagi dirinya untuk menjepret satu objek, misal saat berpergian ke luar kota.

Tempat paling menarik yang pernah kalian datangi, so far?

Wah banyak sekali! Tapi salah satu tempat yang paling keren bagi kami adalah tempat di mana kami tinggal sekarang, Los Angeles. Selalu ada hal baru dan unik yang bisa dijumpai di sini, setiap hari! Ditambah dengan cuacanya yang segar.

Tempat favorit kalian di L.A?

Ada satu daerah di Los Angeles yang sering kami kunjungi, Silver Lake. Selain karena berlokasi dekat dari rumah, banyak sekali cafe-cafe seru di situ, sambil minum kopi melihat orang-orang stylish berlalu-lalang.

Apa cerita di balik foto-foto yang kalian kirim?

Banyak sekali pasar loak tempat menjual barang-barang vintage tersebar di kota ini, pilihannya banyak. Tempat favorit kita untuk berbelanja, selain lebih murah harganya dan unik-unik, barang-barang used ini juga original dengan kualitas yang bagus, pintar-pintar saja mengobrak abrik dan memilihnya. Dari furniture, pakaian, sepatu sampai benda-benda random dari berbagai era pun dijual. Biasanya diadakan sebulan sekali atau seminggu sekali.


Hampir setiap corner di L.A bisa kita jumpai street art di tembok-tembok gedung. Jauh dari kesan mengganggu keindahan kota, art on the wall ini justru memberi ciri khas bagi kota ini.

Tidak tahu tepatnya gedung apa, tapi terlihat seperti Theater. Berlokasi di downtown L.A dengan arsitektur tua yang terlihat dari sign “Los Angeles” dan detail di temboknya yang antik. Selain teater ini, banyak sekali gedung-gedung tua cantik lainnya yang dapat dijumpai di daerah ini, disebutnya Historic Buildings District.

Satu lagi salah satu gedung tua yang kita jumpai, kita tidak tahu gedung apa ini tepatnya, berada di downtown L.A juga, gedung ini selalu menarik perhatian setiap kita lewat daerah ini, kenapa? Liat saja warna hijaunya yang membuat orang menengok.

Ini dia salah satu jalan utama di Los Angeles. Setiap menyusuri Sunset Boulevard ini kita selalu merasa seperti berada di scene dalam suatu film. Seru dan menyenangkan melihat kegiatan orang-orang yang berjalan di trotoar dan toko-toko, cafe dan tempat hip lainnya di jalan ini.


Wah untuk menjepret foto yang satu ini kita harus berjuang keras mendaki bukit untuk mendapatkan foto Hollywood sign. Kita diajak oleh teman kita yang sudah lebih lama tinggal di kota ini untuk mendapatkan foto Hollywood sedekat ini. Psst.. Tidak semua orang tahu lho jalan untuk melihat Hollywood sign dari dekat.

Travel on budget? Jangan kuatir disini tersebar motel-motel vintage dengan arsitektur tahun 1950-1960an, tidak kalah dengan hotel-hotel lainnya. Motel-motel seperti ini menjadi daya tarik khusus juga bagi kita. Banyak juga orang-orang film atau orang kreatif lainnya yang shoot di motel-motel seperti ini.


Iseng-iseng saat kami cruising kota, kami menemukan kantor Sheriff, tidak ada hal khusus yang ingin disampaikan dari foto ini, hanya sign Sheriff yang berada next to bendera Amerika yang menarik untuk difoto.

Tidak seperti di New York, underground train di Los Angeles, sering disebut Metrorail, bukan menjadi transportasi utama di kota ini. Jenuh naik kendaraan mobil untuk bepergian, kebetulan kami suka explore dan coba-coba, kami naik Metrorail ini dari stasiun utama L.A, Union Station, menuju ke Hollywood. Cukup seru.


Pantai! California terkenal dengan pantainya, salah satunya Venice beach. Selalu ramai dengan orang beraktifitas, seperti bersepeda, skateboarding, banyak juga yang mencari mata pencaharian di sini, kebanyakan seniman, dari pelukis, pemusik, sampai pembuat art craft ada. Sedikit mengingatkan kita akan Kuta yang banyak menjual barang-barang craft dan lainnya. Namun bedanya, cuaca di pantai ini suka tiba-tiba berubah drastis, dari panas tau-taunya dingin dengan fog yang tebal seperti di foto  ini.

Punya tips untuk yang ingin melakukan road trip di US?

Kalau mendatangi satu kota baru, coba untuk mencari tahu tentang kota itu sebelum berangkat melalui internet. Karena banyak juga tempat-tempat lokal yang bukan tujuan turis yang menarik. Tapi tidak ada salahnya untuk mampir dan mengunjungi salah satu toko souvenir setempat dan mengabadikan momen di situ.

Sebutkan tiga lagu yang harus ada dalam road trip playlist kalian.

“Shooting Stars” dari Bag Raiders, “Penyakit Mental” dari The Secret Prostitutes dan “D’yer Mak’er” dari Led Zeppelin.

Destinasi impian saat ini?

Bali, Indonesia. Karena kangen dengan keindahan negeri sendiri.

As published in NYLON Indonesia June 2012 “Through The Lens” feature.

All photos by Dikka & Vega Afidick

http://dikkavega.4ormat.com/

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s