Mixtape: Marcel Thee

Marcel Thee adalah salah satu orang dengan sejuta kesibukan yang berhubungan dengan musik. Selain dikenal sebagai frontman Sajama Cut dan Roman Catholic Skulls, Marcel juga disibukkan dengan website miliknya Cultural Glitch yang juga dimuat di web Jakarta Globe, sebuah record label The Bronze Medal Recording Company dengan artist roster meliputi Sigmun dan Jirapah, merilis limited merchandise lewat clothing line miliknya, European Porn, dan masih menyempatkan bermain dengan anaknya, Anio Thee. “Sajama Cut lagi hibernasi dulu untuk sekarang. Kalau Roman Catholic Skulls akan merilis versi fisik dari “Weathered” yang kemarin dirilis online secara free, via label asal Jerman, Siko Records. Kami juga sedang memproduksi album kedua yang bernuansa ambient-gospel.” Cetus Marcel tentang kegiatan bermusiknya. Ternyata itu baru sebagian kecil, karena ia langsung melanjutkan, “Proyek musikal gue cukup banyak. Gue baru merilis proyek Strange Mountain via label Denmark A Beard of Snails Records. Itu proyek drone-atmospheric gue sendiri. Gue juga sudah merilis album debut solo gue, With Strong Hounds Three. Selain itu, gue juga ada proyek musik dengan Ken dari Jirapah, Gonzo dari Duck Dive, dan Adrian Adioetomo. Semoga ketiganya bisa dirilis tahun ini juga. Gue juga akan memproduksi album debut Eric dari Deathrockstar.” Dengan dedikasinya yang begitu besar dalam bermusik, saya pun memintanya membuat mixtape. “Sekarang ini lebih sulit untuk meluangkan waktu mendengarkan musik, kecuali dalam perjalanan, baik mobil, motor, ataupun kendaraan lainnya. Mixtape ini cocok untuk perjalanan-perjalanan panjang tersebut. Yang pasti, ini bukan lagu-lagu disposable yang bisa cuma jadi aural wallpaper. Butuh dedikasi; seperti karya-karya seni yang terbaik.” Ungkapnya tentang mixtape berjudul “Songs to drive at night with” ini.

 

Tindersticks

“Let’s Pretend”

Melancholy without the sappy-nes; Baroque for drunken men.

Bedhead

“The Rest of the Day”

Lagi, satu dari sekian karya emas band asal Texas ini dari album kedua terbaik mereka. Intensitas dalam kedewasaan. Jauh lebih menghantui dari band-band rambut gondrong bertato dengan 10 pedal distorsi.

Flying Saucer Attack

“Soaring High”

Bising yang hipnotik. European pop dalam bentuknya yang paling atraktif.

A Silver Mount Zion

“13 Angels Standing Guard ‘Round the Side of Your Bed”

Glorious sounding sadness.

Rex

“Ride Home”

Lagu dan album yang lebih dari cocok untuk perjalanan pulang panjang di jalanan tanpa akhir.

Guided By Voices

“Man Called Aerodynamics”

Band favorit dengan satu dari ratusan emas di katalog lagu mereka.

Dead Can Dance

“Fortune Presents Gifts not According to the Book”

Like catching a glimpse of your previous lives.

Rachel’s

“An Evening of Long Goodbyes”

Album underrated dari band yang underrated. Dingin dan hangat pada saat yang sama.

Golden Pawn

“Workers Lament”

Ambient yang menggambarkan bunyi jalanan. Cocok untuk akhir jalan yang panjang.

As published in NYLON Indonesia April 2012

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s