Sweet Talking, An Interview With Afternoon Talk

Keep it as simple and sweet as Afternoon Talk.

Satu lagi bukti jika musik indie pop yang bagus tidak harus berasal dari Jakarta atau Bandung, Afternoon Talk yang terdiri dari Sofia (vokal), Osa (gitar, bass) dan Ridwan (gitar, drum) dengan bangga mengakui bahwa mereka berasal dari Bandar Lampung, kota di Pulau Sumatra yang mungkin scene musiknya secara umum (let alone the so-called indie scene) masih kurang terdengar di media nasional. “Yang paling disukai dari kota asal kami adalah ketika bangun tidur yang kami dengar adalah suara burung berkicau dan ayam berkokok. Dan udara yang segar tanpa polusi, pantai – pantai yang indah, nggak macet dan jarang banjir haha,” ungkap Sofia yang sebelumnya pernah tergabung di band indie rock The Syalala.

Proyek musik ini sendiri terbentuk di awal tahun 2011 saat Sofia dan Osa dengan iseng membuat lagu akustik berjudul “There’s One Thing You Should Know” yang ternyata mendapat sambutan positif, lalu mereka kemudian mengajak Ridwan, teman satu band Osa saat SMA dulu, untuk bergabung di bawah nama Afternoon Talk. “Nggak ada filosofi apa-apa sebenarnya ketika mencetuskan nama itu. Sejak awal nama itu terdengar enak di telinga. Juga tidak ada alasan khusus mengapa indie pop, kami hanya bekerja sesuai dengan apa yang kami mau. Jadi deskripsi musik Afternoon Talk itu sendiri menjadi kebebasan tiap pendengar untuk mengapresiasinya, karena dari awal kita nggak memusingkan hal itu, kita balikin konsep dasar kita adalah akustik.” Ungkap mereka.

It’s basically songs about the people around us, friends, family and memories, datang dari lingkungan tempat kami melewati hari,” cetus mereka tentang musik yang mereka buat. Hal tersebut kemudian tercermin jelas lewat lagu-lagu seperti “The Ship Will Bring You Home”, “So Far Away” dan single “Love Letter” yang terdapat di akun Reverbnation mereka yang memang terdengar perky dan manis dengan iringan gitar akustik, di mana Sofia menulis lirik-lirik berbahasa Inggris dan menyanyikannya dengan cara seperti sedang bercerita, mengingatkan akan Soko, vokalis perempuan asal Prancis yang diakui Sofia sebagai salah satu influensnya. Ditanya soal pembuatan album, mereka mengaku sedang dalam tahap menyelesaikan EP berisi lima lagu yang rencananya dirilis dalam waktu dekat sambil terus mengasah performance mereka di beberapa gig, which is salah satunya adalah Java Rockin’ Land 2011 kemarin. “We were so excited that day! Kami menikmati sekali bisa main di sana, banyak band lain yang bukan band rock yang juga tampil di JRL but we just rockin’ on. That was a very great experience, kami berharap bisa tampil di sana lagi.” Ungkap Sofia dengan bersemangat.

Dengan begitu banyaknya band lain di luar sana yang mengusung genre indie pop, bagaimana mereka membandingkan diri mereka dengan band-band itu? “Nothing, because comparing can be a boomerang to us, jadi kami hanya mencoba mengekspresikan pengalaman kami dengan jujur dan lugas juga tetap membuka diri untuk semua kemungkinan, let the listener decide,” jawab mereka. Kesan santai yang sama kembali muncul saat ditanya tentang project mereka selanjutnya, tanpa mau terdengar muluk, mereka menjawabnya dengan kalimat sederhana: “Making music and deliver it to your ears.”

As published in NYLON Indonesia January 2012 

Photo by Dimas Teguh A

 http://soundcloud.com/afternoontalk

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s