Any Given Sunday, An Interview With Suddenly Sunday

Lewat album debut berjudul Everything Under The Sun, Suddenly Sunday ingin menunjukkan jika kita tak perlu menunggu hari Minggu untuk bersenang-senang. 

Bukan rahasia lagi jika pergantian personel dalam sebuah band adalah momen krusial yang menentukan masa depan dari band tersebut. It’s either a break it or make it moment, namun untungnya Suddenly Sunday termasuk dalam kategori yang kedua. Kuintet female-fronted indie rock asal Jogja tersebut memang sempat mengalami beberapa pergantian personel, termasuk dua orang vokalis, sebelum akhirnya melaju stabil dengan line-up saat ini yang terdiri dari bassist Woro Agustin, vokalis Dini Yunitasari, gitaris Adi Wijaya, gitaris Helmy Febrian dan drummer Dewi Sarmudyahsari alias Moody. Terbentuk sejak tahun 2007 saat para personelnya masih sama-sama bekerja di sebuah distro di Jogja bernama Whatever Shop (dengan Woro dan Moody sebagai personel awal yang masih tersisa sampai sekarang), perkenalan saya dengan band ini bermula saat melihat video klip mereka untuk single “Club Addicted” di YouTube. Single yang diambil dari album mini pertama mereka, bertajuk Music Box, tersebut berhasil menarik perhatian dengan vokal powerful Dini yang diiringi guitar-based ritme dancey yang dibangun personel lainnya. Sekilas langsung teringat aksi-aksi seperti CSS dan Ladyhawke. Kini, mereka telah merampungkan debut full album berjudul Everything Under The Sun dan dalam kunjungan singkat mereka ke Jakarta beberapa pekan lalu, mereka menyempatkan diri mendatangi NYLON untuk sesi interview.

Dua hari sebelumnya mereka baru tampil di RadioShow, yang menjadi agenda utama sekaligus gig pertama mereka di ibukota. RadioShow sendiri bisa dibilang salah satu program musik berkualitas yang tak ragu mengundang band-band indie dalam negeri saat acara lainnya memilih bermain aman dengan pengisi acara yang dikenal publik mainstream. “Followers naik dengan signifikan!” ungkap Dini sambil tertawa saat mengungkapkan efek dari gig tersebut yang paling dirasakan. Banyak band yang masih menunggu waiting list untuk bisa tampil dalam acara itu, mereka beruntung mendapat slot untuk tampil membawakan 7 lagu, termasuk meng-cover “ Barcelona” milik The Plasticines yang mereka akui sebagai influens bermusik selain Bloc Party dan Yeah Yeah Yeahs. “Nama Suddenly Sunday sendiri idenya dari salah satu owner Whatever Shop itu tadi. Soalnya kami tiap hari Senin ada jadwal latihan, hari itu kami sering minta libur atau shift pagi biar sorenya bisa latihan bareng, jadi dari hari Minggu kami suka tiba-tiba nyiapin materi besok mau nge-jam apa ya? Hehe” cerita Woro. Hasil dari jam session itu mewujud dalam Everything Under The Sun yang dirilis dengan dua cara, yaitu kemasan digital yang bekerjasama dengan situs Gigsplay di mana saat kamu membeli merchandise mereka (kaus atau tote bag) di Gigsplay.com, kamu akan mendapat kode verifikasi untuk mengunduh album ini. Satu lagi adalah bentuk fisik dengan packaging unik berupa notes/kalendar meja dari bahan kayu yang artsy.“Kalau zaman sekarang memang 55 ribu untuk CD lokal terbilang cukup mahal, ya? Tapi kalau dilihat dari prosesnya ini memang handmade, kami beli plywood meteran terus motong sendiri, di depannya juga ada proses cutting tersendiri yang dibantuin sama pengrajin di selatan Jogja. Idenya dari brainstorming, artwork dibikin sama teman kami, Afit. Walaupun memang agak ribet karena harus print sendiri, motongin sendiri, makanya kami bikinnya masih limited 200 pieces, nanti 201 kalau kami sudah punya biaya lagi,”.ungkap Woro sambil tersenyum.

Berisi 11 track termasuk tiga lagu dari EP Music Box yang diaransemen ulang dan satu remix “Club Addicted” oleh Egaaa, mereka menunjuk “Hibernation” sebagai single pertama. “Kami pilih ‘Hibernation’ karena cukup mewakili soul-nya SS dan atmosfer yang ingin ditampilkan di album ini. Lagu-lagu kami juga nggak melulu soal cinta, misal ‘Hibernation’ itu menyinggung tentang global warming, terus ada “Myopia’ yang ingin mengangkat fenomena yang tampak dan tidak, intinya semua aksi reaksi yang terjadi di bawah matahari,” ujar Dini. Respons yang didapat pun terbukti positif, mereka lantas mengenang kembali momen launching album ini yang diadakan secara free di Lembaga Indonesia Prancis Jogja, 6 Juni lalu. “Kami menyiapkan semuanya sendiri. Mulai setting dari jam 9 pagi dan harus mulai main jam 8 malam, tanpa MC, tanpa band pembuka, dan badan lagi capek-capeknya. Tapi senangnya yang datang banyak sekali dan apresiatif,” ujar Woro, sebelum disambung oleh Dini, “Orang Jogja itu paling susah tepuk tangan di gigs, untungnya yang datang itu sudah dengan mindset mau nonton Suddenly Sunday jadi mereka tepuk tangan setiap kami habis membawakan setiap lagu, atmosfernya juga kena banget, kami dibantu tiga teman artist untuk bikin visual di atas panggung, jadi pas kami manggung di atasnya ada ilustrasi matahari dari kain yang ditembak, yang terlihat panas, meredup kemudian senja. Semacam interpretasi dari ‘apa sih everything under the sun itu?’”

Dalam sesi interview ini, memang yang paling dominan menjawab adalah Dini dan Woro. Mungkin karena peran Dini sebagai vokalis yang juga bekerja sebagai penyiar radio di salah satu radio ternama Jogja dan Woro yang termasuk paling lama di band ini. Adi dan Helmy lebih memilih mendengarkan dan mengiyakan. “Mereka berdua memang kurang talkative karena dasarnya pendiam, mereka lebih suka berbicaranya lewat musik. Aransemen awalnya biasanya datang dari mereka, Mereka berbicara lewat karya, hehe,” tukas Dini sambil melirik jahil kedua temannya. Terlihat sekali jika setiap personel memang sudah nyaman dan memahami peran masing-masing, satu modal penting yang harus dimiliki sebuah band. Berikutnya? “Kami ingin lagu-lagu kami terus menyebar dan ingin tur lagi, kalau bisa sampai ke luar negeri!” tandas Woro dengan semangat. Well, tak ada yang tidak mungkin terjadi di bawah matahari, so let’s see what’s happen next for them, shall we? Fingers crossed.

As published in NYLON Indonesia October 2012

Photo by Rude Billy

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s