Behind The Scene: Melody JKT48

melody2

So, here I am again, in my second post about JKT48. Baru-baru ini saya berkesempatan menonton teater JKT48 lagi, baik untuk Pajama Drive para trainee maupun Renai Kinshi Jourei dari Team J. Untuk Pajama Drive dengan terpaksa harus memakai jurus rahasia ID press karena pas dengan shonichi mereka, sedangkan untuk show RKJ akhirnya bisa merasakan menjadi fans regular yang harap-harap cemas menunggu email konfirmasi (well, I’ve sent like 10 times, dan akhirnya berhasil tembus!) sebelum antre dan menunggu bingo. Sebelumnya karena media, saya hanya bisa menonton dari bangku paling belakang, harapannya sih kali ini mau nonton agak di barisan depan, tapi sayang bingonya agak akhir-akhir jadi duduknya di dua deret dari belakang, cuma maju selangkah dari tempat media! Haha.

Well, baik show Pajadora maupun RKJ sama-sama menyenangkan. Untuk Pajama Drive, akhirnya bisa melihat debut dari anak-anak trainee, karena ketika saya nonton Pajadora Team J, mereka kan sudah bagus, jadi tidak bisa melihat proses dari awal sampai akhirnya bagus, nah itu yang ingin dicari dari penampilan para trainee. Saya ingin melihat perkembangan mereka sebulan lagi, terutama Yona, Vienny, dan Rona. Sedangkan RKJ, sesuai ekspektasi terlihat bagus karena Team J yang memang jam terbangnya sudah tinggi. Walau sayangnya, waktu saya nonton (Jumat 16 Jan) tidak ada Akicha dan Harugon. Juga tidak ada Ghaida (JOT, please jangan lama-lama suspend Ghaida). Untungnya masih ada Veranda dan Cigull yang selalu paling ramah saat high touch, juga Rena yang ternyata lucu banget kalau lagi MC talk. Yang jelas, bulan depan harus nonton lagi kalau Akicha dan Harugon sudah kembali ke Jakarta, kalau bisa juga ada Melody karena saya belum pernah melihat dia perform di teater.

Dari pengalaman teater yang baru tiga kali ini, untungnya tidak ada pengalaman buruk seperti antrean atau fans yang meresahkan. walau sebetulnya saya agak terganggu saat menonton Pajama Drive trainee karena banyak yang berdiri di belakang malah teriak-teriak sendiri atau memanggil member Team J. But afterall, crowd-nya asik kok, mungkin saya harus mulai latihan nge-chant biar bisa ikutan, hehe. Semoga penonton teater yang datang bisa selalu saling menghormati dan tidak heboh sendiri. Dan seperti diduga, sedikit banget ya cewek yang nonton? Well, mungkin karena memang appeal JKT48 bisa dibilang masih dominan di cowok. Sayang sih, karena seharusnya bisa seperti AKB48 yang disukai baik cowok maupun cewek dari range umur yang beragam. Sekadar saran, mungkin JOT harus mulai memberikan member, khususnya Team J, untuk mencari solo activity walau tentu saja tetap atas nama JKT48, seperti jadi model fashion spread majalah atau kegiatan individu lainnya. Biar orang awam juga tahu kalau JKT48 itu member-nya semuanya unik-unik dan patut dikenal. Andaikan member JKT sering muncul di majalah fashion untuk cewek, misalnya, bukan nggak mungkin cewek-cewek Indonesia juga jadi ngeh dengan keberadaan JKT48 dan menjadi panutan, seperti Tomomi Itano atau Mariko Shinoda AKB48 yang menjadi kiblat fashion cewek-cewek Jepang. Mungkin itu salah satu cara untuk menjangkau lebih banyak range penggemar JKT48. Karena jujur saja, JOT terkesan mengeksklusifkan diri dengan menampilkan JKT48 di majalah atau channel tv yang itu-itu saja.

Anyway, that’s just my random thought and rambling chat. Meanwhile, untuk yang kangen dengan Melody, semoga rekaman interview ini bisa sedikit mengobati.

EDIT: CONGRATS TO JKT48 FOR THEIR NEW AWARDS! TOTALLY DESERVED IT!

Advertisements

3 thoughts on “Behind The Scene: Melody JKT48

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s