SOUNDCHECK #1

Foals

Holy Fire

Tak bisa disangkal jika Foals adalah salah satu band rock Inggris paling menarik di akhir dekade lalu berkat dua album mereka sebelumnya, Antidotes (2008) dan Total Life Forever (2010) yang menuai pujian dari media walau sebetulnya lagu-lagu mereka tergolong rumit dan “aneh” untuk selera pasar. Di album ketiga ini, frontman Yannis Phillippakis dan 4 personel lain tampaknya ingin mengubah stigma rumit yang terlanjur melekat dalam musik mereka. “Inhaler” yang menjadi lagu pertama yang didengarkan ke publik adalah nomor indie rock anthemic sedangkan single berikutnya “My Number”, surprisingly terdengar sangat pop dengan bebunyian synth yang dancey. Lirik yang lebih membumi, perasaan rileks dan easy going itulah yang membuat Holy Fire menjadi album terbaik mereka sejauh ini. it’s still artsy but far more approachable, great one!

Kitty

D.A.I.S.Y Rage

Kathryn Beckwith alias Kitty (sebelumnya dikenal dengan nama Kitty Pryde) mungkin adalah sosok paling mengejutkan dalam musik rap saat ini. She’s barely 19-year-old white girl from Florida dengan tato bertuliskan ‘Princess’ di bibir yang menghabiskan harinya di Tumblr dan Twitter, but hell, this girl could friggin rap. Dalam EP berisi 8 lagu ini, Kitty menunjukkan keandalannya meramu lirik bereferensi kultural anak-anak sebayanya, mulai dari rambut Skrillex (“$krillionaire”), bokong Kardashian (“No Offense!!!!”) sampai majalah NYLON (“R.R.E.A.M”) dengan sample dari lagu Wu-Tang Clan sampai Twin Sister. EP ini secara mengejutkan menjadi album rap yang luar biasa addicting dan cerdas. Did I mention you could download this EP for free on daisyrage.com?

 Christopher Owens

Lysandre

Berita bubarnya band Girls akhir tahun lalu memang terasa mengejutkan, walau itu mungkin memang sudah direncanakan karena tak lama kemudian, sang frontman, Christopher Owens, langsung merilis album solo berjudul Lysandre. Dalam debut solonya, Owens mengangkat tema-tema sentimental khasnya seperti patah hati, awkward first kiss, dan perasaan terasing lewat prog-folk berbalut nuansa pastoral. Terbagi dalam 11 track dengan durasi total hanya 29 menit, album ini seperti kesatuan balada yang dipecah menjadi beberapa babak dengan cue lagu instrumental “Lysandre’s Theme” yang menjadi pembuka dan penutup album. Walau secara keseluruhan album ini terasa moody, lagu-lagu seperti “New York City” dan “Riviera Rock” yang kental dengan nuansa tropical dan bunyi sax menjadi penyegar. Owens pun memilih mengakhiri ceritanya dengan “Part Of Me (Lysandre’s Epilogue)” yang optimis. This could be soundtracks to Wes Anderson’s movie.

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s