Style Study: Haryono Setiadi

Adi Setiadi

Di antara deretan label top Australia yang berkiprah di Mercedes-Benz Fashion Week (MBFW) Australia tahun ini, terselip satu nama yang terdengar Indonesia, yaitu Haryono Setiadi. Well, it turns out Haryono ‘Adi’ Setiadi sang empunya nama memang seorang desainer Indonesia yang berbasis di Sydney. Dalam gelaran pekan mode tersebut, Adi menampilkan koleksi S/S 13 bertajuk “Visceral” yang terdiri dari luxury sportswear berupa bomber jacket, crop top, dan oversized silhouettes berhiaskan digital print yang terinspirasi dari atom dan molekul. Sleek dan modern, koleksi ini berhasil menarik perhatian editor Vogue yang memasukkannya dalam highlight MBFW musim ini dan beberapa koleksinya pun dipakai Emma Watson di film terbaru Sofia Coppola, The Bling Ring. Ditambah berbagai penghargaan yang telah ia terima dalam kariernya yang masih terbilang baru, he’s definitely one to watch.

Visceral

            “Pada dasarnya saya suka berkarya dengan menggunakan warna dan komposisi, dan saya menggunakan fashion sebagai kanvas untuk berkarya dan menyalurkan kreativitas saya,” ungkap Adi tentang alasannya menekuni fashion. Penyandang gelar Bachelor of Commerce ini awalnya sempat bekerja sebagai finance analyst sebelum kecintaannya kepada warna dan desain mendorongnya untuk terjun ke fashion dengan bekerja langsung pada seorang desainer Jepang, Akira Isogawa. Di bawah asuhan Isogawa, Adi mengembangkan estetika desainnya sendiri untuk akhirnya membuat label pribadinya dengan nama awal An Ode to No One, sebelum berinkarnasi menjadi Haryono Setiadi di tahun 2012. “Saya sangat tertarik dengan teknik membuat baju, konstruksi baju, dan penggunaaan bahan-bahan tertentu untuk menciptakan ‘feeling’ baju tersebut. Inspirasi desain saya selalu berdasarkan evolusi dari koleksi sebelumnya. Walaupun itu sesuatu yang bisa saya improve atau kesalahan-kesalahan yang pernah saya buat. Setiap koleksi, saya selalu berusaha untuk berkembang, menciptakan sesuatu yang baru dan modern, dengan kualitas yang setinggi atau lebih tinggi dari koleksi sebelumnya.”

Visceral2

            Selain main line Haryono Setiadi yang bersifat high end dengan fokus ke tailoring, fabric treatment, dan signature digital/hand craft artwork, Adi juga melansir diffusion line bernama A.D. by Haryono Setiadi untuk pangsa anak muda dengan desain ready-to-wear yang lebih affordable. Saat disinggung apakah ia memiliki rencana untuk membuat menswear, Adi menjawab jika itu adalah salah satu harapannya dan kini ia masih mempelajari teknik-teknik pakaian pria di sela-sela kesibukannya menyiapkan koleksi Autumn/Winter terbaru dan menulis musik di waktu senggangnya (ia sempat menjadi vokalis band di Aussie.) Lebih dari satu dekade meninggalkan Tanah Air, Adi tak lantas melupakan identitasnya. Merepresentasikan Indonesia di kancah internasional menjadi hal yang dibanggakannya dan ia pun membersitkan harapan untuk bisa menggelar show di sini. Melihat kemahiran sartorial dan visinya untuk terus berkembang, I think it’s only a matter of time for him to fly even further.

Haryono setiadi backstage

Backstage photos by Jake Terrey for Vogue Australia

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s