Triple Threats, An interview With Tim Matindas

Cerita seorang vokalis yang kemudian mencoba berakting di film mungkin terdengar sama klisenya dengan cerita ditawari main film setelah mengantar teman ikutan casting. Well, kedua cerita tersebut memang dialami oleh Timothy Jorma Matindas yang dikenal sebagai vokalis band indie rock Jakarta via Vancouver bernama Roman Foot Soldiers (RFS). Untungnya, tak ada yang klise pada karier barunya sebagai seorang aktor.

            Tim, demikian pria kelahiran Jakarta 27 tahun lalu ini akrab disapa, pertama kali berakting dalam short movie berjudul The Kiosk yang tergabung dalam omnibus Sinema Purnama tahun lalu. Tak disangka, peran pertama tersebut membuahkannya gelar Best Actor dalam kategori omnibus di Piala Maya 2012. Sebuah awal yang manis bagi pria yang mengaku belum pernah akting sama sekali. Di akhir tahun ini, Tim kembali mendapat peran utama dalam film Toilet Blues garapan Dirmawan Hatta. Dalam road movie bergenre arthouse ini, ia berperan sebagai Anggalih, seorang calon pastor muda yang bersama sahabat masa kecil dan cinta platoniknya Anjani (Shirley Anggraini) mengadakan perjalanan dengan kereta dari Jakarta menuju Jawa Tengah. Di jalan, mereka dihadapkan pada banyak perdebatan dan godaan yang akan menentukan arah hidup keduanya. Turut dibintangi oleh Tio Pakusadewo, film ini dipenuhi simbol dan alegori Katolik yang terinspirasi oleh puisi Nyanyian Angsa karya W.S Rendra dan film The Last Temptation of Chris karya Martin Scorsese. Uniknya, baik sutradara maupun Tim sendiri sebetulnya bukan beragama Katolik. “Itu yang susah, Anggalih ini pengen jadi pastor tapi gue sendiri Muslim kan. Jadi pada awalnya gue nggak terlalu ngerti, gue harus research dulu, baca, ngobrol sama beberapa pastor di Jakarta. Gue nggak pernah serelijius itu sih, tapi menarik aja karena adegan simbolisnya memang bagus untuk film ini secara visual supaya message tertentu disampaikannya nggak harus lewat dialog. Seperti adegan membasuh kaki, terus adegan yang ditampar pipi kiri dikasih pipi kanan,” ungkap Tim tentang peran ini.

            Toilet Blues pertama kali diputar di Indonesia pada ajang JiFFest bulan lalu, namun sebelumnya film ini telah lebih dulu berjaya di sirkuit festival film di luar negeri. Menjadi satu-satunya film Indonesia dari 12 film dalam kategori New Currents pada Busan International Film Festival 2013, film ini lantas menarik perhatian festival film di negara-negara lain, mulai dari Mumbai, Goa, Kamboja, hingga Göteborg International Film Festival di Swedia bulan Januari nanti. Tampil di film kelas festival seperti ini, apakah sekarang Tim telah nyaman menyandang titel aktor? “Belum kali ya, gue masih ingin lebih dikenal sebagai vokalis RFS sih dibanding aktor. Sekarang juga lagi belajar banget, aktingnya juga masih otodidak, ke sananya gue pengen lebih dalemin lagi kalau bisa,” tukas Tim yang akan ikut berperan dalam sebuah drama romantis berjudul The Right One garapan Stephen Odang yang akan dirilis pada hari Valentine nanti.

            Bisa jadi, omongan tadi adalah upayanya untuk merendah, karena jelas saat berbicara tentang film matanya membinarkan passion yang kuat pada bidang ini. “Sekarang ini waktu yang bagus untuk kinda revolution sedikit. Karena The Raid kemarin meledaknya kaya gitu, its open a lot of door. Bikin investor lebih berani dan kasih liat ke orang kalau Indonesia capable juga kok bikin film kaya gini. Sekarang mungkin karena ngeliat kaya gitu, filmmaker Indonesia udah mulai mikir ke arah situ kali ya?” ujarnya.

            Tak hanya tampil di depan kamera, saat ini Tim justru lebih serius mengasah bakatnya yang lain sebagai penulis naskah dan produser film. “Gue sekarang lagi partneran sama produser Toilet Blues kemarin, dia abis nge-produce Toilet Blues yang arthouse sekali filmnya, tahun depan kita mau masuk yang lebih komersil. Tapi komersil yang bagus. Kayanya kalau liat film Indonesia masih setengah-setengah sekarang. Kalau nggak yang artsy banget, atau yang jadinya agak norak. Dia punya dua script, gue punya satu script, tahun depan kita mau go around shopping for investors. Sekarang kita lagi bikin proposal film-film ini. Gue pengen ke depannya kerjaan utama gue lebih ke behind the scene. Producing, writing, sambil jalanin RFS at the same time, seru kayanya,” ungkap Tim sebelum mengeluarkan Macbook dan menunjukkan satu trailer dari film karyanya sendiri yang bergenre thriller suspense, which all I could say for now, its looks promising.

            Bagaimana dengan RFS sendiri? Tenang saja, band keren ini memang jarang terdengar belakangan ini, namun itu karena mereka sengaja stop terima tawaran manggung untuk fokus menyelesaikan full album mereka yang diproduseri oleh Dipha Barus. Berisi delapan lagu, saya sempat mendengarkan satu lagu tanpa judul yang akan menjadi single pertama. Terdengar elemen elektronik yang lebih kental dibanding lagu-lagu sebelumnya, membuat album baru ini akan pas diletakkan di tengah-tengah album Random Access Memories milik Daft Punk dan album terbaru Phoenix. Dalam waktu dekat, mereka juga akan membuat video klip pertama untuk album ini dengan disutradarai oleh Shadtoto Prasetio dan akan berupa short film. Baru-baru ini, Roman Foot Soldiers merilis single baru tersebut dengan tajuk “Controversy” dan akan tampil di hari kedua acara LocalFest 2014, hari Sabtu pekan ini.

            “Kalau akting di depan kamera, kalau salah bisa cut! Tapi kalau dia panggung, wah mati aja,” ujar Tim sambil tertawa saat ditanya lebih menakutkan main film atau tampil di stage. “Tapi thrill-nya sendiri lebih kalau perform with the band,” tukasnya. “Perform di depan live audience itu nggak ada yang ngalahin deh, make you feel alive. Akting sendiri gue suka prosesnya, yah kalau bisa jalanin dua-duanya kenapa nggak?” tutupnya dengan retoris.

Foto oleh Sanko Yannarotama

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s