Art Talk: The Britpop Sensibility of Danu Labda

Danu Labda

It’s kinda hard to imagine if you never have at least one favorite Britpop song, terutama kalau kamu termasuk generasi 90-an yang beranjak remaja ketika genre asal Inggris tersebut tengah mendominasi tangga lagu di seluruh dunia. Dengan aksen Inggris yang kental, lirik yang mencerminkan kehidupan anak muda marginal, dan terutama karena aransemen yang catchy, band-band Inggris Raya seperti Oasis, Blur, Radiohead, Suede berhasil menjadi fenomena kultur pop tersendiri yang melawan dominasi budaya pop Amerika. Tak hanya di negara asalnya, Britpop pun menjadi bagian dari gerakan Cool Britannia di seluruh dunia, ketika apapun yang berbau Inggris dianggap cool, termasuk di kalangan remaja Indonesia di akhir 90-an di mana musik Britpop menjadi populer dan banyak band indie lokal saat itu yang secara langsung maupun tak langsung terinfluens Britpop. Rasanya, siapa saja yang sudah menginjak usia sekolah ketika di akhir 90-an dan awal 2000-an akan dengan mudah menyebut lagu atau band Britpop favorit mereka, which at some point represent our younger days. Danu Labda adalah salah satunya. Desainer grafis, ilustrator, dan art director di salah satu advertising agency Jakarta ini menuangkan kecintaannya pada Britpop dalam bentuk ilustrasi digital yang menampilkan sosok-sosok ikonik Britpop dalam gaya line art yang terlihat seperti goresan cat air. Thom Yorke, Jarvis Cocker, Morrissey, dan dua bersaudara Gallagher yang digambarnya dengan mencantumkan biografi singkat masing-masing terasa sebagai sebuah tribute yang menyenangkan dan membuatmu ingin membuka lagi playlist musik Britpop di iPod-mu.

Thom Yorke

Apa yang pertama kali mendorongmu untuk menjadi ilustrator?
Pertama kali banget waktu gue kecil gue selalu suka sama film-film superhero masa-masa generasi 90-an kaya Kamen Rider Black, Saint Seiya, dll. Gue nggak pernah ketinggalan ngikutin film mereka, kalau ketinggalan bisa nangis. Sampai suatu saat gue dibeliin kaos jagoan-jagoan masa kecil gue, di situ gue coba bikin gambar mereka di kertas pake referensi yang ada di kaos. Dari situ jadi suka gambar-gambar tokoh-tokoh kesukaan gue, setelahnya gue mulai banyak gambar macem-macem, nggak cuma tokoh-tokoh fiksi kesukaan aja tapi gue mulai mencoba gambar keadaan di sekitar gue dan musisi kesukaan gue.

Apa yang menjadi influens kamu dalam berkarya?
Dalam mendesain, influens gue adalah manusia itu sendiri karena desain yang sukses itu adalah desain yang berhasil mengomunikasikan pesannya kepada audiens. Sedangkan dalam ilustrasi kebanyakan karya gue terinfluens oleh beberapa seniman kontemporer dan surealis seperti Conrad Roset, Florian Nicolle & Salvador Dali.

Dari sekian banyak genre musik, kenapa Britpop? What’s your personal story about it?
Sebenarnya gue suka eksplorasi musik-musik yang gue denger. Gua coba dengerin ini, gue coba dengerin itu, coba dengerin lagu dari ranah Eropa & Amerika. Tapi kalau ditanya kenapa Britpop jadi yang paling favorit mungkin lirik-lirik dari lagu-lagu band asal British ini yang paling merefleksikan beberapa kejadian di kehidupan gue. Oasis “Stand By Me” itu lagu pertama yang gue denger yang bikin gue jatuh hati sama lagu-lagu mereka sampai sekarang. Lagu lainnya yang bisa bikin emosi gue naik-turun di setiap lirik-lirik juga iramanya dan bersinggungan dengan kehidupan dan orang-orang terdekat gue.

Noel GallagherJarvis Cocker Liam Gallagher

Dari Britpop series ini, karya mana yang pertama dibuat dan apa ceritanya sampai tercetus ide project ini?
Ilustrasi yang pertama kali dibuat itu yang Thom Yorke, kadang kalau gue lagi suka sama sebuah lagu gue suka ekspresiin apa yang gue suka, waktu itu lagi suka-sukanya album solo Noel Gallagher yang Noel Gallagher’s High Flying Birds dan kebetulan Noel Gallagher akan berulang tahun, jadi gue iseng-iseng bikin ilustrasi buat Noel, eh tanpa disadarin kok kayanya asik ya bikin full series legenda-legenda British pop ini. Tapi nggak sempet jadinya yang kesampean baru 4 orang, haha.

Sejauh ini project paling berkesan yang pernah kamu kerjakan apa saja?
Wah semuanya berkesan tapi dengan cara yang berbeda-beda, mungkin yang baru-baru ini gue kerjain ya, bikin 50 ilustrasi tentang Hari Kartini, dikerjain dengan deadline yang cuma 6 hari, selama 6 hari itu jam tidur gue nggak beres dan hampir sakit-sakitan, haha. Klien gue di sini sebuah graphic house dari Jakarta dan gambar gue ini bakal dipake oleh 50 anak yatim piatu dalam bentuk t-shirt.

Oh ya, kamu juga punya dua project yang disebut Kojay dan Ikidolanan, boleh diceritakan?
Haha ini sebenarnya 2 projek itu projek alterego gue aja sih, gue suka koleksi action figure dan gue suka komik. Kalau kojay (komikjayus) karena gue suka komik dan gue pengen bikin komik, tapi nggak punya terlalu banyak waktu buat merealisasikan komik yang serius gitu makanya gue bikin komik yang becanda aja. Ini juga projek gue sama temen-temen gue yang lain yaitu Amer Risnadi, Nino Aditya, Afda Trihatma. Kalau Ikidolanan itu projek web series gue sama Amer Risnadi & Adri Putra, isinya ngomongin dan ngebahas action figure di YouTube.

What’s your dream project?
Membuat sebuah ilustrasi raksasa dan berkolaborasi dengan Konrad Roset mungkin haha, who knows?

Apa project lain baru-baru ini?
Lagi ngejalanin ilustrasi untuk Jazz Goes To Campus 2014 & beberapa ilustrasi untuk brand Monstore.

JGTC 2014

Danu’s favorite Britpop songs:
Oasis – Stand By Me
Pulp – Like a Friend
Beady Eye – Blue Moon/The Beat Goes On
Jarvis Cocker – Don’t Let Him Waste Your Time
Morrissey – The First of the Gang To Die
The Beatles – I’ll Follow the Sun
Suede – The Beautiful Ones
Radiohead – No Surprises

http://danulabda.com/

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s