Sounds of 2015: 15 Names You Should Check Out For This Year (Part 1).

Tahun baru bisa berarti playlist yang baru. Pada majalah Nylon Indonesia edisi Januari lalu, saya menulis tentang 15 nama upcoming bands & musicians dari berbagai genre yang saya perkirakan akan bersinar di 2015 dan siap menjadi obsesi barumu. Berikut adalah lima nama pertama.

Future Brown1
Future Brown
Who: Daniel Pineda, Fatima Al Qadiri, Jamie Imanian-Friedman, Asma Maroof. Where: New York. What: Grime, Hip-Hop.

Apa yang terjadi jika seorang musisi Kuwait, duo elektronik Los Angeles, dan bos dari label club terkenal di New York tergabung dalam sebuah grup musik? Hasilnya adalah Future Brown, sebuah supergroup multi ras yang terdiri dari Fatima Al Qadiri, Jamie Imanian-Friedman (J-Cush) serta Daniel Pineda dan Asma Maroof dari duo Nguzunguzu yang berbasis di New York. Menyerap berbagai elemen dan kultur baik dari latar belakang personelnya maupun kota tempat tinggal mereka saat ini, Future Brown meramu musik electro futuristis dengan influens grime, hip-hop, dan dance club yang menampilkan kolaborasi dengan banyak raising vocalist seperti Tink, seorang female rapper asal Chicago yang mengisi vokal dalam debut single mereka, “Wanna Party”. Dengan dukungan banyak musisi keren yang terlibat dalam EP debut dan upcoming full album serta appeal mereka terhadap fashion scene (mereka didukung oleh streetwear New York paling hip seperti Telfar dan Hood By Air), kolektif musik garda depan ini siap untuk menciptakan sebuah movement tersendiri.

https://soundcloud.com/future-brown

Wolf SagaWolf Saga
Who: Johnny Saga. Where: London Ontario. What: Synthpop.

Agak jarang menemukan seorang produser musik yang jago mixing sekaligus menyanyikan bagian vokalnya sendiri, dan Johnny Saga termasuk salah satu dari segelintirnya. Bedroom musician berdarah Native-American kelahiran 1989 ini memulai karier bermusiknya sebagai pemain gitar di sebuah band indie rock sebelum mulai bereksperimen membuat musik elektronik sejak akhir 2012 lalu dengan nama Wolf Saga yang terinspirasi dari musik new wave 80-an dan indie pop 90-an. Tak hanya berisi remix, akun Soundcloud milik Wolf Saga juga dikenal berkat berbagai cover version dari lagu-lagu milik The Strokes, Lorde, Foster the People hingga “Young Folks” yang menampilkan kolaborasinya dengan vokalis-vokalis baru seperti LYON dan Lemon. Tentu saja, ia pun memiliki karya-karya original yang sama menariknya, seperti yang terangkum dalam mini album My Time yang berisi lima lagu synthpop dengan substansi musim panas yang uplifting.

http://soundcloud.com/enterwolfsaga

ShuraShura
Who: Aleksandra “Shura” Denton. Where: London. What: Dreampop.

Ketika pertama kali melihat foto gadis London berdarah Inggris-Rusia ini di internet, impresi awal yang akan muncul adalah sosok Madonna atau Cyndi Lauper muda dengan gaya grunge. Dan perbandingan itu sebetulnya tidak terlalu meleset jika kamu mendengarkan musiknya yang memadukan R&B, new wave, serta dance pop 80-an dengan sentuhan synthpop modern yang terilhami Dev Hynes dan Solange. Walaupun secara resmi baru merilis tiga single, namun berkat vokal dreamy miliknya, lirik yang sentimental, dan aransemen musik yang genial, Shura dengan cepat menciptakan estetika musiknya sendiri. Contohnya adalah “Touch” sebuah lagu slow dance dengan video yang menampilkan beberapa couple yang saling berbagi keintiman di antara asap berwarna pastel, ataupun “Indecision” yang lebih upbeat walau tetap menyimpan esensi romantisme yang sama.

https://soundcloud.com/shura

JagaaraJagaara
Who: Ruth, Jane, dan Cat Edmondson. Where: North London. What: Soft-rock.

Terdiri dari tiga bersaudari berambut indah yang memainkan musik soft-rock berbasis gitar dan harmoni vokal a la Fleetwood Mac, di atas kertas Jagaara mungkin terdengar seperti jawaban Inggris akan kesuksesan HAIM. Namun, jangan salah, trio asal London Utara ini jelas memiliki pesonanya sendiri. Debut single “Faultline” yang impresif menampilkan vokal bariton milik vokalis utama Jane Edmondson (the blonde one) di antara aransemen moody yang dibangun oleh kedua adik kembarnya, Cat (keyboard/synth) dan Ruth (gitar). Brooding dan sentimental, its like driving through the seaside in the night, dengan jendela terbuka dan angin malam menerpa rambutmu. Kita bisa mengharapkan lebih banyak lagu-lagu menarik lainnya dari album debut mereka yang akan segera dirilis.

https://soundcloud.com/jagaara

Nick Hakim

Nick Hakim
Where: Brooklyn. What: Alternative Soul.

Nick Hakim merupakan seorang singer-songwriter berusia 23 tahun asal Washington, D.C. yang kini tinggal di Brooklyn. Debut album mininya, Where Will We Go Pt. 1, kaya akan elemen R&B, jazz, Motown, dengan pengaruh dari Marvin Gaye, Harry Nilsson, dan Musiq Soulchild. Vokalnya yang soulful dan sultry sedikit mengingatkan pada John Legend walaupun lebih mudah membayangkannya bermain gitar akustik dan memakai topi snapback dibanding tampil dengan suit & tie di balik piano. Dengan melodi yang super smooth dan lirik retrospektif tentang kematian, religi, dan patah hati, lagu-lagu seperti “Cold” dan “Pour Another” ibarat sebuah soundtrack dari malam-malam sepi di kota yang ramai. Its heartwarming and heartbreaking at the same time.

https://soundcloud.com/enhakim

Advertisements

One thought on “Sounds of 2015: 15 Names You Should Check Out For This Year (Part 1).

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s