On The Records: Kero Kero Bonito

Kero Kero Bonito

Menyebut musik racikan Kero Kero Bonito sekadar bubblegum neon pop saja adalah sebuah understatement. Get ready for some rainbow vomit & sugar rush! 

Ketika pertama kali mendengarkan lagu-lagu Kero Kero Bonito (biasa disingkat sebagai KKB) yang dipenuhi bunyi glitch video game 8-bit dari era 80-an, dancehall beat, dan rap dwibahasa dalam bahasa Inggris dan Jepang, mungkin kamu akan menyangka jika Kero Kero Bonito adalah versi terbaru dari idola Jepang seperti Kyary Kyary Pamyu atau Mademoiselle Yulia with slightly better English. Namun faktanya, KKB merupakan trio asal London yang terdiri dari vokalis Sarah Midori Perry dan duo produser Gus Lobban dan Jamie Bulled. “Sebut saja kami sebagai band internasional. Karena setiap orang selalu memiliki ide yang berbeda tentang kami,” cetus Gus yang juga memiliki solo karier dengan nama alias Kane West dan Augustus yang terinfluens musik city pop khas Jepang ketika membalas email dari Nylon sehabis penampilan mereka di Glastonbury.

            Semua bermula di tahun 2013 ketika Gus dan Jamie yang sudah berteman sejak kecil memutuskan untuk membuat proyek musik bareng dan mencari seorang vokalis yang menguasai bahasa Jepang dengan cara memasang iklan di MixB, sebuah online bulletin board untuk para ekspatriat Jepang di Inggris. Iklan tersebut dengan cepat mendapat tanggapan dari Sarah yang merupakan seorang seniman blasteran Inggris-Jepang yang pernah punya pengalaman bergabung dengan sebuah girl group Jepang sebelumnya. It was an instant click, dan dalam pertemuan kedua mereka, Sarah langsung ikut rekaman dan hasilnya adalah album Intro Bonito yang dirilis oleh Double Denim Records pada pertengahan tahun lalu di bawah nama Kero Kero Bonito yang merupakan gabungan dari suara katak dalam bahasa Jepang (“Kero”) dan nama sejenis ikan yang biasa menjadi sajian kuliner (“Bonito”).

Menyebut nama-nama seperti Halcali, SPC700, Pepper Seed Jam sebagai influens utama, bayangkan jika Pizzicato Five menjadi karakter piksel di game Harvest Moon dengan Le Tigre dan Freezepop sebagai bintang tamunya, dan itulah yang akan kamu dapatkan dalam Intro Bonito yang berisi 15 lagu dengan Casio SA-45 mini-keyboard sebagai instrumen utama dan deadpan rap dari Sarah yang terdengar sama innocent-nya dengan setiap cover yang dibuat olehnya untuk semua lagu di dalamnya. It looks childish and harmless, namun di balik semua cute imagery yang melekat dalam musik dan visual yang mereka sajikan, terdapat lirik-lirik yang berbicara soal topik serius seperti isu lingkungan dan peran gender. Contohnya saja di single “Sick Beat”, di balik aransemen yang sangat catchy terdapat pesan soal ekspektasi sosial terhadap peran perempuan dan stereotipe negatif untuk girl gamer: “It’s often said, I should get some girly hobbies instead, but that thought fills me with dread / I’m not into sewing, baking, dressmaking, not eating, bitching, submitting,” cetus Sarah dalam lagu ini.

Tak hanya menarik bagi para penggemar J-pop, synthpop, dan video game music, band ini juga dengan cepat mendapat atensi dari para senpai. Mereka menyumbangkan single berjudul “Flamingo” dalam kompilasi milik Ryan Hemsworth dan merilis Bonito Recycling yang merupakan kompilasi remix dari lagu-lagu di Intro Bonito dari artis-artis seperti Danny L Harle, Toby Gale, dan Spazzkid. Kolaborasi mereka dengan Spazzkid juga berlanjut dengan Sarah mengisi bagian rap di lagu “Truly” di EP miliknya serta “Daytime Disco” yang juga menampilkan bintang Korean indie, Neon Bunny.

Dengan segala pencapaian tersebut, tidak heran jika mereka sedang disibukkan dengan tur padat dan tampil di berbagai festival musik. “Kami membawa dunia rekaan kami sendiri di atas stage untukmu, salah satu penampilan yang menurut kami paling berkesan adalah di Portals’ SXSW house party di mana anjing dan kucing ikut dalam barisan penonton,” ungkap mereka, yang seolah mereferensikan lagu “Cat Vs Dog” milik mereka yang bercerita tentang pet worship:There’s nothing I like more than a mutt getting whacked with my baseball bat / that’ll stop you barking in the morning … I wanna murder moggies … brains everywhere.” Di samping masih disibukkan dengan jadwal gigs yang padat dan menyiapkan album baru yang kabarnya akan dirilis lebih cepat dari dugaan semua orang, mereka pun dengan excited menyebut rencana kepergian mereka ke Jepang. Apa yang pertama kali mereka akan lakukan jika sampai di Jepang? “Rap battle melawan Baku Baku Dokin,” jawab mereka dengan singkat. Sounds like a plan.

ssh

KKB’s trivia:

The all-time favorite game:

Sarah: Tomb Raider.

Gus: Super Metroid.

Jamie: Worms.

Favorite Japanese act:

Sarah: Melt Banana.

Gus: Yuming.

Jamie: Oorutaichi.

Fictional character you would like to marry with:

Sarah: Beast dari Beauty and the Beast karena he is a beast.

Gus: Kane West. Dia DJ paling keren sedunia.

Jamie: Haley Smith (from American Dad).

Favorite Japanese word:

Sarah: どこでもドア (“dokodemodoa”, pintu ajaib Doraemon untuk pergi ke mana saja).

Gus: 音楽 (“ongaku”, musik).

Jamie: 虹 (“niji”, pelangi).

Pokemon or Digimon?

Sarah: Pokemon!!!

Gus: Pokemon but the Digimon movie was better.

Jamie: Pokemon.

Kero Kero Bonito_

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s