Style Study: Blackbook Jakarta

BB4

Berawal dari signature notebooks berwarna hitam dengan witty quotes sebagai tugas akhir kuliah, Blackbook melebarkan sayapnya ke produk apparel dengan lini a.part. Straightforward dan personal, brand asal Jakarta ini mengingatkan kita jika black is always be the new black.

BB5

So first thing first, how was it started?

Blackbook bermula sebagai final project untuk salah satu kelas kami di uni, we’re not gonna bored you with the details, but if we failed in this class, damn, we have to retakes the whole semester next year, of course we wouldn’t want that. Membuat produk stationery seperti notebooks is an easy choice, since all of us is such a stationery nerd, kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam di toko stationery and we do love the feels you got when you are about to use your brand new stationery for the first time, there’s something about it that can instantly boost up your mood. Plus, a well design stationery is our weakness.

Dari kiri: Ragil Satria, Hafiz Akhbar, Flori Amelia, Sigi Savero.
Dari kiri: Ragil Satria, Hafiz Akhbar, Flori Amelia, Sigi Savero.

 Boleh diperkenalkan ada siapa saja di tim kalian?

In the beginning there are a four of us, but along the way, anggota kita bertambah. Our background in this team cukup beragam, namun hal ini lah yang membuat setiap orang dapat memberikan gagasan serta sudut pandang yang sangat unik dan menarik sehingga mempengaruhi proses kita dalam mendapatkan ide atau inspirasi. Ada saya Hafiz Akhbar, sebagai Creative Director, saya berkerja di industri retail dan belakangan ini mulai menjadi brand consultant untuk beberapa brand lokal. Lalu ada Sigi Savero, sebagai Management Director, Sigi juga berkerja sebagai announcer di salah satu radio terkemuka di Jakarta. Ada Ragil Satria, sebagai Production Director, Ragil disibukkan dengan perannya sebagai vokalis band post-hardcore yang langganan manggung di acara wajib scene tersebut. Lalu ada Flori Amelia, sebagai Production Manager, Flori juga cukup disibukkan mengontrol bisnis-bisnis lain yang digelutinya. Tim kita dilengkapi dengan Aci Amar yang berperan sebagai Finance Manager dan Sugi Hermawan sebagai in-house photographer.

Blackbook bermula dari literally black book, tapi sekarang berkembang ke produk lain seperti bag dan apparel, bagaimana ceritanya?

When we started, we want to create wellmade stationery and office supplies. Untuk berkembang ke produk lain seperti variasi tas dan apparel tidak pernah terbayangkan sebelumnya, it just happened naturally and we’re kinda go along with it. Sehingga sekarang kami memiliki dua divisi brand, all stationery and office supplies is under Blackbook. Other than stationery and office supplies is under a.part.

Kalau A.part Mob itu sendiri sebetulnya apa?

A.part Mob adalah panggilan yang kita berikan untuk kustomer kita, we love our customer, we grew because of them, so we like the idea having this big family, a big crew, a mob, a fuckin rad mob, because they really are.

BB1

Apa saja yang menjadi influens utama bagi label ini?

Influens terbesar label ini datang dari diri kita sendiri, not in narcissistic way, tapi banyak inspirasi kami datang dari kehidupan sehari-hari, sesimpel obrolan dengan keluarga atau teman, random thought yang muncul saat stuck di kemacetan, or what this fuckin’ rad unknown biker beside you during red light wearing. All those simple things. Dan jangan lupa, Jakarta is our backyard, we don’t need to look further for great inspiration.

Bagaimana kalian mendeskripsikan potential customer kalian?

It’s really hard to describe our potential customer, karena produk kami sangat universal, stationery is very universal, and because what we do is personal, hopefully everyone from every background can relate to our products easily.

BB3

Target atau rencana kalian selanjutnya apa saja, baik dari segi desain maupun marketing?

Rencana kami ke depannya dari segi desain, kami masih terus berusaha mengolah dan meningkatkan tidak hanya kualitas estetika tetapi kualitas produk secara menyeluruh. Hal ini membutuhkan proses yang cukup memakan waktu karena minimnya resources yang kita miliki sekarang. Oleh karena itu kami ingin mengajak masyarakat atau kustomer kami untuk lebih menghargai dan mencintai produk buatan lokal. Sehingga bila dikaitkan dengan target atau rencana marketing ke depannya, kami ingin sekali memberikan pendalaman yang lebih lanjut mengenai keuntungan apa saja yang didapatkan ketika membeli produk buatan lokal, seperti dapat membantu perekonomian industri menengah ke bawah yang kebetulan selama ini kami ajak untuk bekerjasama.

Dengan banyaknya label lokal sekarang ini, apa taktik kalian untuk terus stand out from the crowd?

It’s not hard, you just have to stay true to yourself, stand to what you believe in and just do your own things. We do believe in honest voice speak louder than a crowd.

BB2

As published in Nylon Indonesia June 2015

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s