Center Nova, An Interview with JKT48’s Jessica Veranda

Ve1

Dalam dunia 48 group, istilah center merujuk pada member yang berada di blocking utama (di tengah barisan paling depan) yang mengemban tugas sebagai center of attention dalam penampilan mereka. Di dalam grup dengan puluhan member, posisi center jelas menjadi the highly coveted position, dan tak sembarang member bisa dipercaya sebagai center. You need charisma, uniqueness, nerve, talent, plus support dari para fans, dan Jessica Veranda memiliki semua faktor itu.

Tergabung dalam generasi pertama JKT48, pada awalnya gadis yang akrab disapa Ve ini adalah sesosok wallflower yang hampir tidak terlihat dibanding member lain yang berada di posisi depan. Namun, sikapnya yang kalem dan cenderung dewasa justru berhasil menarik perhatian banyak fans dan disertai oleh kepercayaan diri yang terus ditempa, ia pun secara perlahan sukses menjadi salah satu member terdepan yang sering kali tampil mewakili JKT48 dalam penampilan mereka di media. Puncaknya adalah ketika mantan aktris dan model cilik ini terpilih menjadi center di single terbaru JKT48 “Refrain Penuh Harapan” yang disadur dari single “Kibouteki Refrain” milik AKB48 dengan perolehan suara 22.404 votes dari para fans dalam ajang sousenkyo tahun ini, mengalahkan semua member lainnya, termasuk Melody yang selama ini hampir selalu menjadi center di JKT48.

“Awalnya sama sekali nggak nyangka, tapi Puji Tuhan bisa terpilih jadi nomor satu. Sebelumnya juga ada semacam rapat strategi dengan fans kan, fans aku bilang ‘Udah Ve duduk diam saja, paling bantuin kita berdoa aja, nanti kita yang kerja’ Aku kaya yang ‘Wah?’ Senang aja sih, walaupun sempat bingung karena rasanya aku jalanin kegiatan di JKT sama aja kaya member yang lain, tapi apa yang membuat aku spesial di mata mereka ya? Tapi bersyukur aja sih,” ujar Ve yang seolah masih belum percaya dengan posisinya saat ini. Mengemban tanggung jawab sebagai center dengan jadwal JKT48 yang kian padat ditambah aktivitasnya sebagai mahasiswi Desain Komunikasi Visual dengan tugas yang melimpah tentu bukan hal yang mudah, namun gadis yang juga dikenal sebagai fashion leader di JKT48 ini mengaku sangat optimis untuk terus membawa nama grupnya ke kalangan yang lebih luas.

Ve2

Hai Ve, selamat ya terpilih jadi center, senang nggak dapat single “Kibouteki Refrain” untuk dibawakan sebagai single sousenkyo tahun ini?

“Senang sih karena itu termasuk lagu AKB48 yang lagi nge-hits juga di Jepang, jadi bisa bawainnya di sini senang juga sih. Lagu ini sebetulnya bercerita dari sudut pandang cowok yang nggak bisa move on sih intinya, haha.”

Sebetulnya bagaimana sih rivalitas di dalam JKT48?

“Bingung juga ya, kalau rival antar tim kaya misal kemarin di konser “JKT48 Ada Banyak Rasa, Pilih Suka Rasa Apa” kan kayanya orang memandangnya antar tim lagi bersaing banget nih memperjuangkan tiket masing-masing show-nya supaya sold out, tapi sebetulnya bukan rival yang secara negatif kok, karena kita lebih fokus ke targetnya karena tim yang duluan sold out bisa dapat album sendiri untuk timnya, jadi kita berjuang untuk tim masing-masing kali ini. Kalau rival antar member mungkin baru terlihat ketika pemilhan-pemilihan seperti sousenkyo, kalender, atau revival show. Tapi intinya rivalitasnya bukan yang negatif, karena kita di sini sama-sama berjuang dan didukung fans juga.”

Tapi di konser kemarin belum ada tim yang berhasil sold out ya?

“Iya, sedih juga sih apalagi setelah tahu kalau Team J sedikit lagi sold out, kurang dari 100 tiket, tapi ya sudah mungkin kita memang harus usaha dan semangat lagi. Sudah dibilangin juga karena kali ini nggak ada yang sold out, nantinya bakal dibikin konser seperti ini lagi, jadi kalau bisa harus tambah fans lagi. JKT48 sekarang bisa dibilang sudah terkenal tapi fans-nya masih ‘fans dalam kandang’ nih, di luar paling masih taunya kalau JKT48 itu yang ramai-ramai, taunya yang lagu ‘Heavy Rotation’ doang, jadi kita harus terus kenalin JKT48 ke masyarakat yang lebih luas lagi.”

Kalau fans di luar Indonesia?

“Sekarang fans yang dari Jepang yang justru ke sini untuk nonton teater atau handshake. Banyak orang Jepang yang awalnya datang sendirian dan pas pulang ke Jepang mereka ajak teman-temannya untuk datang lagi ke Indonesia. Kebanggaan tersendiri juga kalau JKT48 dipercaya sama brand yang ada di Indonesia dan jadi jembatan persahabatan antara Jepang sama Indonesia. Dengan adanya JKT48, orang Jepang jadi melirik dan ingin tahu soal Indonesia juga. Waktu itu aku juga pernah ke Jepang khusus untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan ngajarin Bahasa Indonesia ke orang Jepang, mereka jadi penasaran dan akhirnya datang ke Indonesia.”

Bagaimana caramu membagi waktu antara profesi dan akademis?

“Tanpa adanya teman-teman di kampus aku bakal susah survive di kuliah karena terkadang kan harus izin buat kegiatan JKT, nah mereka yang suka ingetin ada tugas atau apa. Kalau dari keluarga sih masih support banget, tapi mungkin karena aku anak cewek satu-satunya, mereka sering kaya kehilangan gitu, karena kalau lagi sibuk banget kan benar-benar nggak ada libur, jadi suka kangen juga. Kalau bagi waktu, dibilang susah pasti susah, apalagi untuk member yang masih sekolah atau kuliah, pas ujian atau banyak tugas terkadang sampai nggak tidur, tapi kan kalau mau sukses sesuatu memang harus ada yang dikorbanin. Kalau di JKT yang dikorbanin adalah waktu, waktu untuk keluarga dan waktu istirahat.”

Kalau personal style kamu di luar JKT48 seperti apa?

“Kalau fashion aku jujur lebih suka vintage sih. Cuma semenjak di JKT jadi jarang pakai fashion yang ‘niat’. Aku maunya kalau di JKT kan pas perform bajunya udah spesial, jadi kalau nggak perform aku mau pakai baju yang simpel aja supaya orang ngeliatnya beda ya Ve yang sehari-hari dengan Ve kalau di JKT. Kalau di kampus aku suka pakai yang boyish, yang agak gombrong sampai sempat disindir teman juga sih kaya ‘Lo kan artis, masa iya dandanannya kaya gini?’ Haha, tapi cuek aja sih.”

Bagi kamu, idol itu apa sih?

“Kalau menurut aku idol itu sosok penyemangat, bisa untuk inspirasi, motivator, karena segala sesuatu yang kita lakukan dilihat banyak orang, Dari situ gimana nih sebagai idol kita bisa kasih dampak positif untuk yang melihat kita. Minimal sih fans kalau melihat kita perform bisa ikut semangat atau dengan sekadar kita kasih kabar di Twitter jadi bikin mereka semangat.”

Lagu AKB48 apa yang ingin kamu bawakan?

“Kalau aku ‘Sakura no Ki ni Narou’, karena aku lebih suka lagu yang mellow dan menceritakan tentang kehidupan. Kan JKT rata-rata lagunya tentang cinta terus, yang tentang kehidupan mungkin baru ‘Yuuhi wo Miteiruka’, ‘River’, sama ‘Kaze wa Fuiteiru’, sisanya tentang cinta.

Apa yang biasanya dilakukan Ve kalau ada waktu luang di luar JKT?

“Tidur! Haha, semua member sering kaya ‘Kak, kita kapan libur nih?’ tapi pas dikasih libur kita kaya bingung sendiri mau ngapain, haha. Tapi kalau libur beberapa hari kalau aku yang pertama pasti dipakai tidur sepuasnya terus yang kedua baru rapihin kamar karena kamar biasanya udah nggak keurus, habis itu paling spending time sama keluarga.”

Target selanjutnya di JKT48?

“Kalau aku sih karena kapten setiap tim udah baru, mudah-mudahan dengan kapten yang baru ini bisa majuin JKT48 lagi seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, pengennya JKT bisa lebih luas lagi kaya sister group kita, kaya kalau AKB48 kan setiap ada sousenkyo ada apa kaya seluruh Jepang ikut heboh, pengennya kita juga bisa kaya gitu.”

Ve3

As published in Nylon Indonesia August 2015

Fotografer: Willie William

Stylist: Patricia Rivai

Atasan dan bawahan oleh Pinx

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s