Eyes Wide Open, An Interview With Nasya Marcella

Selayaknya langit malam, dunia layar kaca tak pernah sepi akan bintang-bintang yang terus melesat berkilauan. But once in awhile, selalu ada sosok-sosok tertentu dengan pijar tersendiri yang lebih dari paras cantik belaka. Kami pun menemukan that something special thing dalam diri Nasya Marcella yang simply irresistible. Mari buka mata lebar-lebar untuknya.

img_8681

Dibesarkan di zaman ketika televisi masih menjadi sumber hiburan utama di rumah, jujur saja, saya termasuk anak yang tumbuh dengan menonton sinetron lokal for guilty pleasure dan karena memang kurangnya pilihan tontonan lain saat itu. Namun, seiring bertambahnya umur dan kesibukan (and dwelling in YouTube, obviously) saat ini saya termasuk orang yang hampir tidak punya waktu untuk menonton stasiun televisi lokal. Alhasil, saya nyaris tidak familiar lagi dengan para pendatang baru yang menghiasi layar kaca Indonesia saat ini. Tapi sebagai pekerja media, terkadang saya merasa perlu menyempatkan diri untuk tune in sejenak di stasiun-stasiun TV lokal demi meng-update diri sendiri soal who’s who in television nowadays (and the local infotainment buzz, for another guilty pleasure) dan tidak butuh waktu lama untuk mengetahui fakta jika sinetron tampaknya memang masih mendominasi jam-jam prime time televisi lokal dengan deretan wajah-wajah rupawan yang mostly berdarah Kaukasia.

Some things never really change, I guess. Namun, seperti yang sudah sempat saya singgung sebelumnya di atas, dari sekian banyak bintang-bintang muda yang silih berganti muncul di layar perak dengan talentanya masing-masing, pasti ada saja segelintir nama yang memiliki sparkle tersendiri yang seolah mengundang kita untuk mengenalnya lebih jauh. Dan Nasya Marcella adalah salah satu di antaranya. Cantik? Itu sudah pasti. Dengan pembawaan girl next door yang sangat manis dan senyuman berlesung pipit yang teduh, dara bernama lengkap Victoria Nasya Marcella Tedja tersebut memang terlihat selayaknya gadis impian yang menjadi the object of affection dalam kisah-kisah komedi romantis. It’s easy to fell in love at the first sight with her saat melihatnya di berbagai judul-judul sinetron atau iklan yang ia bintangi, namun saat melihatnya secara langsung di malam final NYLON Face Off akhir tahun lalu, saya harus mengakui jika she’s even prettier in real life. Dengan senyum radiant yang seolah menular dan kepribadian super sweet, ditunjang perannya sebagai brand ambassador untuk label kosmetik remaja Emina, it’s really no brainer jika kami memilihnya sebagai cover girl edisi Beauty tahun ini.

            Di sebuah pagi di pertengahan bulan Januari lalu, ia datang tepat pada jam yang telah ditetapkan untuk pemotretan ini. Memakai kemeja blus bermotif gingham warna pastel dengan jeans putih yang senada, ia melepas kacamata hitam yang bertengger di atas hidung bangirnya untuk menyapa kami dengan senyuman manis. Ditemani oleh sang mama yang selalu setia mengantarnya memenuhi berbagai jadwal, ia pun duduk dengan sabar menunggu tim makeup & hair datang sambil sesekali mengecek smartphone miliknya. Untuk mencairkan suasana, saya pun bertanya tentang kesibukannya akhir-akhir ini yang dijawabnya dengan antusias. “Kemarin terakhir itu habis main film layar lebar judulnya Abdullah dan Takeshi, sebetulnya belum selesai, masih ada satu hari lagi untuk syuting tapi jadwalnya belum ketemu sama yang lain. Sama paling photoshoot-photoshoot gitu sih. Ini film pertama aku, seneng banget, terus udah gitu syutingnya ke Jepang juga!” paparnya ceria.

            Saat tim makeup & hair akhirnya tiba, interview ini pun kami lanjutkan di depan meja makeup. Sambil membiarkan wajah segarnya mulai dirias, ia melanjutkan ceritanya soal film debutnya tersebut yang turut dibintangi oleh Kemal Palevi dan Dion Wiyoko. Bergenre komedi, dalam film yang direncanakan tayang bulan Maret ini Nasya berperan sebagai seorang mahasiswi yang terjebak dalam perebutan dua pria berdarah Arab dan Jepang yang tertukar saat lahir. Proses syutingnya sendiri di Jepang hanya berlangsung selama empat hari, namun Nasya harus extend beberapa hari ekstra untuk syuting iklan terbaru Emina sekaligus merayakan ulang tahun ke-19 yang jatuh di tanggal 9 Desember silam. “Itu pas ulang tahun pas aku lagi syuting, tapi sebelum ulang tahun aku justru punya free time ke Disneyland sama mama berdua dari pagi sampai malam. Ulang tahun di Jepang seneng sih, tapi karena lagi jauh jadi ngerayainnya cuma aku sama mama dan tim Emina, karena tim film udah pada pulang. Ulang tahun nggak ketemu sama keluarga… Agak gimana gitu rasanya… Tapi aku tetap teleponan sama keluarga, mereka ngucapin happy birthday. Agak sedih sih karena nggak ketemu langsung, sama teman-teman juga. Tapi pas aku pulang dan sampai di Jakarta aku dapet surprise juga sama temen-temen, hehe,” ungkap gadis Sagittarius tersebut tanpa bisa menyembunyikan rona bahagia di wajahnya.

img_8977

Walaupun saat ini sudah tergabung dalam sebuah manajemen artis, Nasya mengaku ia masih lebih suka ditemani sang mama ke mana saja. Tak hanya menjadi sahabat dan sosok manajer pribadi, sang mama juga yang menjadi pendukung utama ketika ia memutuskan terjun ke dunia entertainment. Lahir dan besar di Jakarta, anak tengah dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan tersebut memulai kariernya sejak kelas satu SMP di tahun 2010 lewat beberapa iklan dan ajang modeling. Lain dari yang sempat saya perkirakan, walaupun sepintas dari wajahnya terlihat memiiki darah blasteran, Nasya mengaku jika orangtuanya berdarah Jawa tulen. “Cuma masih ada kakek di Semarang, jadi setahun sekali aku pulang ke Semarang. Mungkin di keluarga, aku memang kaya beda sendiri gitu, kayanya aku paling belo deh di keluarga makanya dulu sering disuruh coba aja jadi artis, padahal di keluarga aku memang nggak ada yang sama sekali di dunia entertainment. Awalnya coba sih karena penasaran aja, aku casting sama ikut modeling yang di mall gitu, karena nggak ada basic jadi awalnya nggak tau harus ngapain juga, tapi terus mama daftarin les modeling yang berguna banget karena dulunya aku memang anaknya cuek banget sih, lewat les itu aku jadi belajar dandan, belajar pakai baju yang bagus kaya gimana, belajar jalan, sama ngelatih kepribadian aku juga,” ceritanya mengenang awal perjuangannya sebelum akhirnya masuk ke dunia sinetron yang membesarkan namanya.

“Kalau sinetron sendiri baru pas kelas 9, mau masuk SMA. Awalnya juga nggak kepikiran main sinetron sama sekali karena masih sekolah, tapi ya udah iseng aja ikut casting terus ternyata dipanggil diajak main sinetron yang sudah tayang. Aku pikir seru juga karena syutingnya kaya jalan-jalan, ke Puncak, ke Anyer… Tapi ternyata nyita waktu, akhirnya pas SMA aku sempat sekolah reguler tapi terus keluar dan home school. Tapi home school-nya masih ada kelasnya juga jadi nggak boring. Sekelas ada sekitar 10 orang, aku tetap cari yang ada temannya juga sih, nggak pengen yang bener-bener sekolah sendirian,” akunya.

Berbekal dengan keberanian mencoba hal-hal baru untuk mengembangkan bakatnya, perannya sebagai Safira di sinetron berjudul Satria yang diputar di tahun 2011 itu menjadi pengantar baginya untuk fokus di kancah sinetron dengan membintangi sinetron-sinetron selanjutnya seperti Yang Masih Dibawah Umur, Magic, Akibat Pernikahan Dini, Fortune Cookies, dan Jakarta Love Story, walaupun ia mengaku tidak memiliki basic akting sebelumnya. “Apa ya, aku belajar dari pengalaman aja, dari casting iklan kadang ada akting dan dialognya juga kan. Yang pasti sih harus rajin pelajarin skenario terus waktu itu kaya banyak nanya dulu, dimarahin sutradara pasti pernah karena nggak hapal dialog tapi lama-lama akhirnya terbiasa sih. Pokoknya jangan malu untuk bertanya, jangan malu untuk dimarahin, kalau dimarahin ya dipelajarin salahnya di mana, belajar dari kesalahan.”

Dengan kontrak bersama SinemArt, ia pun kerap beradu peran dengan para bintang muda lainnya di bawah rumah produksi tersebut. Salah satu yang cukup sering adalah dengan Stefan William, salah satu aktor muda yang paling digilai penggemar sinetron saat ini. Dengan Stefan ia sempat bermain dalam tiga judul produksi. Mau tak mau, ia pun sempat digosipkan cinta lokasi yang lantas ditampiknya halus dan dianggapnya sebagai usaha untuk membangun chemistry dengan lawan mainnya saja. Tentu saja beberapa orang tampaknya tidak semudah itu untuk diyakinkan. “Bukan cuma nanyain, ada yang sampai ngata-ngatain juga, haha! Mungkin nggak bisa dibilang haters aku sih, tapi mereka lebih kaya fans-nya Stefan sama si ini atau si itu. Mereka kaya ‘Kenapa sih Kak Stefan sama Kak Nasya?’, ‘Ih cantikan dia tau daripada Kak Nasya’, ‘Kak Nasya kan orangnya gini gini gini’… Tapi nggak sampai yang buat haters gitu sih. Aku biasa aja sih hadapinnya, lucu-lucu aja, kadang ada yang setiap aku upload apa, benar-benar dikomenin tiap foto tapi ya udah nggak apa-apa, malah bagus haha, berarti dia care sama aku,” tukas Nasya dengan santai.

Untuk menjaga hubungan dengan fans, Nasya termasuk aktif di Instagram dengan followers sejumlah 242 ribu saat artikel ini ditulis. Selain Instagram, Nasya juga mengaku aktif di Ask.fm, sebuah media sosial yang memang cukup digandrungi belakangan ini karena memungkinkan para penggunanya untuk saling mengirim dan menjawab pertanyaan secara langsung. “Kalau Twitter aku susah balesinnya, kalau di Ask.fm bisa langsung dijawab terus bisa anon juga. Sempat ada yang nanya aneh-aneh, tapi aku sering off-anon biar yang nanya harus keliatan namanya, seru sih Ask.fm.” ungkap pemilik akun nasmarcella di situs tersebut.

img_8495

Beside the occasional haters, enam tahun berkarier di entertainment, Nasya tampaknya telah cukup merasakan manis-pahitnya industri ini. Ia menyukai fakta jika lewat kariernya ia bisa bertemu dengan banyak orang dan menambah pengalaman, di samping tentunya memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak harus merepotkan orangtuanya lagi, walaupun ia sepenuh hati sadar jika ada beberapa hal yang harus dikorbankan untuk meraih itu semua. “Ya aku jadi korbanin pendidikan. Dulu pas mulai sinetron ambil home schooling biar tetap sekolah tapi ambil jalan tengahnya, sekarang juga belum sempat kuliah. Waktu juga terkuras karena syuting. Jadwal di entertainment kan nggak tentu ya, kalau kerja kantoran kan udah tetap Senin sampai Jumat, tapi ini hari Minggu suka ada kerjaan juga jadi kadang-kadang nggak bisa ke gereja atau ke acara keluarga. Orang-orang sekitar aku jadi susah bikin janji, aku jadi nggak enak tapi kalau bisa nyusul aku pasti nyusul, misal ke acara keluarga atau ketemu temen,” bukanya dengan jujur dan tanpa pretensi.

Untuk urusan kuliah, Nasya mengaku jika beberapa jurusan yang menjadi pertimbangannya adalah Psikologi dan Komunikasi, namun jika ditanya soal passion, ia sebetulnya ingin belajar soal makeup and beauty dengan serius. Well, saat ini ia memang tidak hanya menjadi brand ambassador bagi Emina, beberapa bulan belakangan ia pun sibuk mengembangkan bisnisnya sendiri di bidang beauty, yaitu label fake eyelashes dengan nama Enlashes yang dijual secara online. “Aku memang suka makeup dan dandan, aku udah jadi brand ambassador makeup juga terus aku mikir apa lagi yang masih relate, ya udah akhirnya bulu mata, iseng-iseng dan menurut aku kalau bulu mata untuk penyimpanannya nggak perlu sampai yang punya gudang, kalau misalkan nggak laku juga aku santai aja, soalnya bulu mata kan nggak terpengaruh sama trend. Kalau jualan baju pasti ada trend kan, ini project santai banget untuk waktu luang aja,” tukasnya.

Dengan interest khusus pada makeup and beauty, ia juga percaya diri untuk merias wajahnya sendiri sebelum syuting dengan skill yang ia dapat dari menonton para beauty blogger favoritnya seperti Michelle Phan dan Peary Pie. “Kalau menurut aku makeup mereka cocok karena nggak terlalu tebel tapi variasinya banyak. Terus mereka Asian juga, jadi lebih bisa relate untuk contoh warna makeup-nya. Beauty Icon aku itu Michelle Phan karena dia keren terus orangnya keliatan ulet kerjanya, dia bisa sukses dari blogger jadi entertainer juga, bikin buku, terus kerjasama sama brand kosmetik terkenal juga,” paparnya dengan excited saat berbicara soal subjek favoritnya tersebut.

img_9564

Untuk urusan personal style, penikmat film bergenre superheroes dan young adults series seperti Hunger Games Trilogy dan The Divergent ini mengaku tidak memiliki gaya khusus untuk mendeskripsikan dirinya. Ia memilih mood untuk menentukan outfit yang ia kenakan walau saat ini ia mengaku lebih menyukai gaya yang simple dengan two piece dan monokromatis sesuai umurnya yang telah beranjak dewasa. No more short pants, dan tentunya mental yang terus berkembang. “Ya, setiap ulang tahun aku kaya lebih ke mindset aja, ini udah umur baru harus lebih dewasa lagi, emang nggak terlalu keliatan banget perubahannya tapi dari dalem aja. Rasanya kaya harus lebih berani, nggak boleh manja, jadi lebih kaya bangun mindset gitu. Terus harus lebih happy. Lebih lega. Be better aja. Pembawaannya dari tahun ke tahun harus punya mood yang lebih bagus lagi.”

Di umur yang hampir 20 tahun sekarang, apakah Nasya sudah mulai memikirkan untuk menjalin hubungan yang serius? Saya memancingnya dengan pertanyaan seputar Valentine’s Day. “Jomblo nih, jadi nggak ngerayain Valentine, haha! Paling sama keluarga aja, aku suka kasih bunga ke mama. Kalau kemarin-kemarin sebetulnya belum boleh pacaran karena masih sekolah, sekarang sih sebetulnya udah boleh, tapi belum ada juga, hehe,” ucapnya dengan agak tersipu. Sosok seperti apa yang dicari olehnya? “Carinya yang seagama aja, orangtua pasti ingin anaknya sama yang seagama, terus kalau bisa yang nggak kerja di entertainment juga. Kalau maunya orangtua sih kaya gitu, kalau aku sendiri  sebetulnya nggak terlalu ngerti yang gitu-gitu karena nggak banyak pengalaman juga, tapi kalau kata orangtua sebaiknya seperti itu. Jadi ya udah ikutin aja. Sama yang lebih dewasa sih yang pasti secara pemikiran,” tandasnya mantap.

Walaupun telah mengantungi berbagai profesi mulai dari aktris, model, brand ambassador hingga beauty entrepreneur, rasa penasaran untuk mencoba hal-hal baru dalam dirinya tampaknya belum bisa terbendung. Ia membocorkan keinginan untuk menambah resumenya lagi. Yaitu? “Aku belum pernah nge-host! Aku punya beberapa teman yang jadi MC terus keliatannya seru banget, aku juga jadi pengen coba, tapi belum ada kesempatannya aja. Dan kayanya memang harus punya karakter sendiri, kalau jadi MC mungkin aku jadi bawel sih jatuhnya, haha!” Bebernya.

Hampir satu jam telah berlalu, wajahnya sudah selesai dirias dan ia pun bersiap berganti baju untuk first look yang akan ia kenakan. Untuk menuntaskan obrolan kami, saya meminta Nasya untuk mengutarakan keinginan dan targetnya untuk tahun 2016 ini. Dengan mata yang membulat jenaka, ia pun membuka mulutnya untuk menjawab. “Di tahun ini… Aku ingin sukses antara sinetron atau film. Mungkin harus memilih salah satu karena kalau dua-duanya nggak mungkin deh. Sama bisnis bulu mata ini bisa jalan dan ada kemajuan. Sama dapat pacar kali ya? Haha.” Well, it’s her coming of age days after all and it looks as bright as her eyes.

img_9811

Foto oleh: Hilarius Jason.

Styling oleh: Andandika Surasetja

Makeup artist: Virry Christiana

Hair stylist: Jeffry Welly

Asisten Stylist: Kanishka Andhina

Lokasi: TM Studio

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s