On The Records: The fin.

Sejak merilis dua EP bertitel Glowing Red on the Shore dan Days With Uncertainty di tahun 2014 dengan review gemilang, The fin. adalah band yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di jalan dan tampil dalam berbagai festival di dalam dan luar Jepang. Pasca tur di Inggris selama sebulan penuh pada Mei lalu dalam rangka mempromosikan EP terbaru mereka dengan judul Through The Deep yang berisi 6 lagu (termasuk satu remix dari Petite Noir), mereka singgah ke Hong Kong dan Taiwan sebelum menjalani tur Jepang bersama band Inggris All We Are. Berasal dari pertemanan masa kecil di kota asal mereka Kobe, band yang terdiri dari Yuto Uchino (vokal, synth, gitar songwriter), Ryosuke Odagaki (gitar), Takayasu Taguchi (bass), Kaoru Nakazawa (drum) ini menyajikan musik indie rock yang terpengaruh dari band-band indie Inggris akhir 80-an dengan sentuhan elemen Chillwave dari musisi seperti Washed Out dan Toro Y Moi di mana vokal Yuta yang ethereal mengingatkan pada Thomas Mars dari Phoenix ketika menyanyikan lagu-lagu berbahasa Inggris dengan pembawaan fasih. Catchy dengan ambience moody yang masih jarang terdengar di skena musik Jepang membuat mereka dideskripsikan sebagai yogakuppoi (musik yang terdengar “kebarat-baratan”) dalam ulasan media domestik sekaligus memberikan international appeal tersendiri bagi pendengar di luar Jepang. Dari Tokyo, Yuta sang frontman pun menjelaskan beberapa hal tentang bandnya.

How It Started

“Kami bertemu saat preschool dan sekolah dasar ketika kami berumur empat sampai enam tahun. Saya, Ryosuke, dan Nakazawa sempat bergabung di sebuah band sebelum The fin. terbentuk. Setelah band itu bubar, kami membentuk band ini.”

Behind The Name
Nothing special. Just popped into my head and we liked its atmosphere.”

Influences

“Band ini terbentuk bersama sahabat-sahabat lama saya, jadi saya pikir yang menginspirasi kami adalah special vibe yang muncul dari persahabatan kami. Saya sendiri telah mendengarkan musik Barat sejak kecil dan itu mengalir di nadi saya. Tidak hanya dari musik, tapi juga dari film dan seni yang terus mendorong saya berkarya. Di Jepang, saya merasa musik populer terbagi menjadi dua jenis: Japanese music and Western music. Orang Jepang sering bilang jika musik saya terdengar Western. But I don’t care much. I just make what I want.”

Listen This

I always write in my room. In Tokyo or Kobe. I make the demo first, and play
in the studio with the band, and record in my room. Saya menulis banyak lagu untuk album Through The Deep sekitar tahun lalu dan sebetulnya berencana merilisnya sebagai full album, namun banyak materi baru yang terdengar berbeda dari materi-materi sebelumnya. Jadi saya merasa akan lebih baik jika saya merilis beberapa materi dalam format EP lebih dulu untuk memperkenalkan sounds baru kami. Seperti yang bisa kamu lihat dari judulnya, kami merasa perubahan adalah kunci dari perjalanan kami.”

Best Gig
Definitely, the best was the Great Escape. It was so exciting. I fell in
love with Brighton too. I’ve got to live there someday
.”

Sweet Dreams
“Saya ingin bermain di Coachella suatu saat nanti. Kalau impian pribadi saya adalah pergi ke luar angkasa dan melihat bumi dari kejauhan.”

Hometown Glory

“Saya sebetulnya tidak punya bayangan soal skena musik lokal di Jepang saat ini. Tapi saya tahu kalau banyak indie band yang muncul di Tokyo.

Favorite Past-time

“Drinking and talking about silly things. We’re just friends basically.”

Anticipation

“Menyelesaikan full album. It’s gonna be a great one. I know it’s worth waiting. Dan saya harap kami bisa juga main di Indonesia!”

thefin_dublin

http://www.thefin.jp/

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s