Top of the Pops, An Introduction of PC Music

Ketika generasi Tumblr meredefinisikan musik pop dengan cara yang penuh ironi, gender play, over the top cuteness, dan racikan elektronik yang undeniably catchy dalam bentuk PC Music, kita mungkin sedang menyaksikan lahirnya fenomena kultur pop era post-internet yang mengaburkan garis tipis antara URL dan IRL.

Bagi mayoritas orang, eksplorasi akan selera musik mereka berawal dari musik pop alias musik populer apapun yang sedang diputar non-stop di radio atau televisi ketika mereka beranjak besar, lagu-lagu easy listening yang umumnya bercerita tentang cinta dan hal banal lainnya dalam hidup yang dikemas dalam aransemen catchy dan mudah menempel di kepala dan disajikan oleh anak muda dengan physical attractiveness yang memenuhi beauty standards era musik itu dirilis. For me, it was Spice Girls & Britney Spears kind of girls yang menjadi simbol dari musik pop di masa kejayaan MTV saat saya menuju masa remaja. Musik pop adalah titik nol sebelum perlahan saya mengenal berbagai genre musik lainnya dan memasuki fase music snob yang membuat saya seolah menjadi “anak durhaka” dengan menganggap musik pop sebagai hal yang cheesy dan sama sekali tidak keren lagi.

Pop music used to be everything back then, namun semua berubah ketika kita memasuki abad 21 dengan keengganan terhadap hal-hal yang dianggap mainstream. Kita telah melihat kualitas dan popularitas musik pop memasuki titik jenuh yang ditandai oleh demam reality show yang menghilangkan aura mistis bintang pop kesayanganmu, berbagai talent show yang mencetak bintang pop secara generik, ketika Britney mengalami mental breakdown dan diva pop lainnya meninggalkan citra girl next door mereka untuk tampil seprovokatif mungkin demi tidak tergilas Lady Gaga, invasi K-Pop ke seluruh dunia, dan saat Jepang menciptakan bintang pop virtual seperti Hatsune Miku. Pop seakan tidak lagi menjadi hal yang relevan dan Electronic Dance Music menggantikan posisinya sebagai genre musik paling dominan secara global saat ini.

Meski demikian, pada kenyataannya, musik pop tidak pernah mati. Ia hanya bertransformasi mengikuti selera pasar seperti yang lantas ditunjukkan oleh Katy Perry dan Beyoncé. Ketika pop tradisional dianggap hal yang tabu, musik pop pun menemukan avatar baru lewat sosok-sosok seperti Charli XCX, Lorde, Lana Del Rey, dan Grimes dengan citra dan musik yang dinilai lebih edgy dibanding pendahulu mereka. Namun, baru ketika Taylor Swift menanjak naik dan Carly Rae Jepsen muncul dengan “Call Me Maybe” yang luar biasa catchy dan unapologetically pop, kita seolah tersadar jika we actually miss the cheesy happy go lucky sensation of it dan musik pop somehow terasa make sense again sekaligus menimbulkan pertanyaan besar: “Seperti apakah wajah musik pop di era post-internet sekarang ini, ketika semua orang berusaha menjadi yang paling intelek dan avant-garde?”

The unlikely answer secara mengejutkan datang dari London dalam wujud PC Music, sebuah net label/kolektif musisi elektronik yang digagas oleh seorang produser bernama A. G. Cook yang bermula dari sebuah akun Soundcloud di tahun 2013. Secara gamblang, PC Music seperti yang diisyaratkan namanya berfokus pada musik dance electronic yang seolah dihasilkan dari software musik rumahan minimalis dengan inspirasi utama dari cyberculture seperti Tumblr, GIF, 4chan, maupun desain grafis klise yang seolah berasal dari Windows 1995 yang impressively bad.

Secara musikal, PC Music mengambil influens dari  90’s Pop, R&B, trance, electro house, dan Eurotrash yang dipadukan dengan unsur kawaii dan artifisial dari K-pop dan J-pop dengan manipulasi vokal feminin high-pitch yang sudah diedit habis-habisan hingga nyaris seperti suara robot. Tema yang dimuat dalam lirik lagu (kalau pun ada) biasanya jika tidak lagu cinta dengan kalimat klise yang seperti diambil dari buku harian anak 12 tahun atau tentang budaya konsumerisme seperti label fashion dan makeup yang dikemas secara ironis. Jika semua penjelasan tersebut gagal memberimu gambaran soal apa itu PC Music, tolong bayangkan jika lagu “Barbie Girl” milik Aqua di-remix oleh Kyary Pamyu Pamyu dengan video berupa mash-up dari potongan klip Kim Kardashian, Clueless, video bayi hewan, dan font yang dibuat dari WordArt. Secara singkat, PC Music adalah musical equivalent dari video Fluxcup dan internet jokes seperti yang diusung oleh @iCaltext. Its confusing and obnoxious, yet its so incredibly pop and refreshing at the same time.

Di awal kemunculannya, info tentang PC Music masih sangat minim. Mereka memberikan informasi seminimum mungkin tentang siapa saja yang terlibat di dalamnya dan membatasi interaksi dengan jurnalis sehingga menciptakan kesan jika hanya orang-orang tertentu yang boleh mengakses musik mereka. Hal itu hampir mirip ketika Witch House pertama kali muncul dari kultur Tumblr sekitar 2010 lalu. Sama seperti para musisi Witch House yang memakai nama alias yang nyaris tidak bisa di-googling, para artis di PC Music juga merupakan kumpulan persona dengan nama alias dan ultra-cute image yang terinspirasi dari Internet slang seperti Lipgloss Twins, easyFun, Lil Data, dan Princess Bambi yang menyamarkan fakta jika mayoritas orang di baliknya adalah para lelaki tulen. Taktik tersebut sekali lagi berhasil membangun nuansa misterius dari masa-masa sebelum Google dan menjadi click bait sempurna bagi mereka yang selalu ingin menjadi yang pertama menemukan musik baru. Thus, the hype was born.

            Respons yang diterima untuk PC Music adalah pro dan kontra. It’s either you love it or you really hate it. Namun, ketika bulan Maret tahun lalu A. G. Cook memboyong para artisnya ke Amerika untuk showcase khusus di South by Southwest, merilis kompilasi resmi pertama mereka dengan tajuk PC Music Volume 1, dan tampil di Red Bull Music Academy di Brooklyn dengan review yang sangat positif, hal itu ibarat legitimasi jika PC Music adalah sesuatu yang nyata dan tidak lagi sekadar menjadi record label, it’s transcend into subgenre and subculture. In the end of the day, apakah PC Music adalah hal yang legit atau hanya internet prank tetap menjadi hal yang subyektif dan bahan debat yang tak ada habisnya. Namun, jika hal itu bisa membuat kita kembali berfantasi dalam perfect glossy world dari musik pop lagi, we’re on it.

Meet the culprits:

agcook2

A.G. Cook

Sebagai the founding figure of PC Music, sosok lelaki kurus berkacamata dengan rambut model jamur ini adalah sosok yang bertanggungjawab atas racikan elektronik yang merupakan versi hyperreal dan distortif dari mainstream pop yang menjadi cetak biru bagi PC Music. Ia memulai kariernya bersama Danny L Harle dalam duo Dux Content yang berfokus pada eksperimen sounds dan ritme dalam musik elektronik, sebelum akhirnya bekerjasama dengan Sophie dan Hannah Diamond yang menjadi cikal bakal PC Music di Agustus 2013. Mengambil posisi sebagai A&R, ia terus memperkenalkan nama-nama baru di roster-nya di samping merilis karya-karyanya sendiri yang diakuinya terinfluens oleh K-Pop, J-Pop, dan subkultur gyaru dari Jepang. Dengan segala pencapaian personal dan PC Music, ia pun disebut sebagai salah satu orang yang meredefinisikan style dan youth culture di tahun 2015 menurut majalah Dazed.

Listen This: “Keri Baby”, “Beautiful”, “Drop FM”.

sophie3

SOPHIE

Di awal kemunculannya di tahun 2013 setelah merilis single “Bipp/Elle” yang mendapat atensi dari kritikus musik karena menukar bunyi drum tradisional dengan bassline yang bouncy dan efek vokal ber-pitch tinggi, SOPHIE menyembunyikan rapat identitas aslinya dengan cara menyamarkan suaranya saat interview dan menyewa seorang drag queen untuk berpura-pura menjadi dirinya dalam sebuah live DJ set sementara ia sendiri berpura-pura menjadi seorang bodyguard. Namun, ketika eksperimen musiknya yang terinfluens kultur boyband/girlband era millennium semakin mendapat apresiasi luas dengan puncaknya single “Lemonade” dipakai dalam iklan McDonald’s, Sophie pun tidak bisa lagi tampil anonymous dan membeberkan fakta jika ia adalah Samuel Long yang sebelumnya tergabung di band bernama Motherland. Walaupun secara resmi bukan bagian dari PC Music, ia turut membidani kelahiran label tersebut dan berkolaborasi dengan para artisnya. Sebagai salah satu nama yang paling high-profile dari sirkuit PC Music, ia telah bekerjasama dengan Kyary Pamyu Pamyu, Namie Amuro, hingga Madonna untuk lagu “Bitch I’m Madonna” dan dikabarkan sedang bekerjasama dengan Charli XCX untuk album terbarunya.

Listen This: “Bipp”, “Lemonade”, “Elle”.

qt

QT

I hate to inform you this, tapi sosok yang selama ini kamu percaya sebagai QT di musik video dan promotional image ternyata bukanlah sosok yang sebenarnya. QT pada hakikatnya adalah sebuah enigma tentang sosok idola pop sempurna hasil pikiran bersama A. G. Cook dan SOPHIE yang meminjam tubuh Hayden Dunham, seorang performance artist asal Amerika yang berpose sebagai QT dan tampil lip-sync di acara live. Semua bermula ketika Dunham mencari tahu tentang A. G. Cook dan PC Music dan mengajak kerjasama membuat lagu untuk mempromosikan energy drink bernama QT. Hasil kolaborasinya adalah “Hey QT”, sebuah lagu electropop rilisan XL Recordings yang merupakan perpaduan antara musik pop awal 2000-an, lagu Dance-Dance Revolution, dengan lirik repetitif yang sugary dan infectious. There’s something magical about that song yang terasa intentionally cheesy and campy, namun meninggalkan after taste yang menempel di benakmu untuk waktu yang lama dan menghipnotismu untuk mendengarkannya lagi dan lagi. Don’t say we didn’t warn you.

Listen this: “Hey QT”.

hannahdiamond24004141

Hannah Diamond

Berbeda dari artis PC Music lainnya yang menyembunyikan sosok mereka, Hannah Diamond dengan sengaja menampilkan wajahnya di cover art, tepatnya the heavy retouched version yang merupakan bagian dari image yang sengaja ia bentuk sebagai sindiran terhadap budaya pop dan industri fashion. Dengan latar belakang fashion communication dan styling, ia memulai karier sebagai internet celebrity, seniman, dan  menjadi bagian dari Diamond Wright yang membuat materi promosi untuk makeup brand Illamasqua serta menjadi co-editor dan director of photography untuk LOGO Magazine. Perpaduan estetika kawaiiness dan streetwear London miliknya juga tercermin dalam single miliknya, “Attachment”, yang dideskripsikan sebagai “bubblegum hyper reality” dan “Pink and Blue” yang merupakan lagu dengan ritme lullaby dalam efek sintetis yang dinyanyikan dengan vokal childlike. Kedua lagu tersebut menjadi lagu yang melambungkan nama PC Music dan membuatnya menjadi the cover girl of PC Music.

Listen This: “Attachment”, “Pink and Blue”, “Every Night”.

gfoty

GFOTY

GFOTY yang merupakan singkatan dari Girlfriend Of The Year adalah nama alias dari Polly-Louisa Salmon, seorang blogger London kelahiran 1990 yang bernyanyi dengan gaya spoken word tentang pesta dan patah hati dengan sarkastik di antara melodi elektronik yang glitchy dan infectious. Menyebut R. Kelly sebagai influens terbesarnya, ia merilis Secret Mix yang berisi cover version dari lagu-lagu Celine Dion, Toni Braxton, dan Carly Simon sebelum berkolaborasi dengan Ryan Hemsworth dengan mengisi vokal di lagu “My Song” yang masuk ke kompilasi EP shh#ffb6c1 miliknya. Dengan selera humor sarkas dan ironically cute aesthetic yang kental, persona dirinya tak hanya tercermin lewat musik, tapi juga Instagram miliknya yang dipenuhi inspirational quotes dan selfie konyol.

Listen this: “Bobby”, “Friday Night”, “Don’t Wanna / Let’s Do It”.

liz

LIZ

Liz yang bernama lengkap Elizabeth Abrams sebetulnya bukan nama yang benar-benar baru. Ia telah membuat musik sejak berumur 13 tahun sebelum bergabung di bawah label Mad Decent milik Diplo dan merilis single berjudul “XTC” di tahun 2013 dan tur bersama Charli XCX di tahun yang sama. Tahun berikutnya, ia merilis EP Just Like You dan bekerjasama dengan Pharrell untuk soundtrack Amazing Spider-Man 2 sebelum rehat sejenak dari dunia musik. Tahun lalu ia kembali dengan lagu “When I Rule the World” garapan SOPHIE yang menjadi jingle iklan terbaru Samsung. That exact moment ketika kamu mulai menonton video “When I Rule The World” yang tanpa basa-basi dibuka oleh eksklamasi Liz yang memakai tiara di kepala, tracksuit, dan image kartun yang flashy, kamu tahu kamu akan mendapatkan sajian musik pop dengan huruf kapital P-O-P. Walaupun tidak berafiliasi langsung dengan PC Music, namun semua hal yang ada di lagu dan video ini meneriakkan kata pop dan estetika PC Music secara jenius. Dari mulai kamar tidur berisi boneka, animal print, emoji dan lirik materialistis, aransemen elektronik super catchy garapan SOPHIE, hingga sosok sang penyanyi sendiri yang mengingatkan kita akan karakter rich spoiled brat di film-film teenage rom-com 90-an, semuanya mengingatkan pada masa keemasan Britney Spears, and you know you love it.

Listen This: “When I Rule The World”, “XTC”, “Hush”.

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s