Pretty Pages, 5 Zines To Be Obsessed in URL & IRL

Berbekal internet, social media, dan semangat Do It Yourself, para wanita muda di berbagai belahan dunia mengungkapkan gagasan dan pemikiran kritis mereka dengan cara merilis publikasi sendiri dengan tema yang sangat beragam, dari fashion, feminisme, sejarah, culture, hingga agama. Entah itu online magazine atau zine cetak konvensional, berikut adalah beberapa publikasi yang patut masuk dalam daftar bacaanmu, baik URL maupun IRL.

oomk-zine-01-new

One of My Kind (OOMK)

http://oomk.net/

Dengan sentimen dan stigma Islamophobia di dunia barat yang semakin kuat, merupakan hal yang menyenangkan untuk menemukan sebuah publikasi yang mengangkat gambaran positif tentang perempuan Muslim di Eropa dengan cara yang kreatif dan real. Publikasi tersebut adalah One of My Kind (OOMK), sebuah indie zine yang dicetak secara terbatas dan terbit dua kali dalam setahun di mana setiap issue mengusung satu tema besar seperti “Fabric”, “Print”, “Drawing”, dan “Internet” dengan topik seputar spiritualisme, feminisme, seni, budaya, dan identitas gender yang dibuat dan ditujukan untuk kaum perempuan dari berbagat latar etnis dan kepercayaan. Dibentuk di tahun 2013 oleh tiga orang perempuan Muslim asal London, OOMK juga memiliki online site yang untuk mengintip isi majalahnya dan menggelar berbagai event kreatif untuk bertatap muka langsung dengan para pembacanya, salah satunya adalah DIY Cultures, sebuah festival satu hari yang berfokus pada zine, komik, diskusi, animasi, puisi, dan workshop dengan semangat independen, otonomi, dan alternative.

 things

Things

http://www.thingsmag.us/

Walaupun tidak terlalu terekspos selayaknya New York, Los Angeles, dan San Francisco, Boston yang dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Amerika Serikat berkat banyaknya universitas yang ada di dalamnya, sebetulnya juga memiliki skena kreatif yang tidak kalah menariknya. Namun, seperti problematika klasik kota kecil pada umumnya, skena kreatif di Boston tersebar secara acak, tidak terkonsentrasi, dan para seniman mudanya memilih pindah ke kota besar untuk meraih kesempatan yang lebih luas di bidang kreatif. Berangkat dari situ, Sienna Kwami yang masih berumur 16 tahun dan teman-teman sebayanya memutuskan membuat Things, sebuah majalah indie yang didedikasikan untuk memperkenalkan skena kreatif di Boston pada khususnya dan daerah East Coast lain pada umumnya. Dikenal sebagai “Boston’s indie style, art, and culture magazine“, tim editorial Things juga meng-update situsnya dengan berbagai artikel menarik sebagai guide kota Boston bagi siapa saja yang tertarik pada style, art, dan culture

crybaby

Crybaby

http://crybabyzine.com/

Dibuat oleh dan untuk gadis remaja, Crybaby adalah publikasi indie yang diprakarsai oleh Remi Riordan, seorang gadis asal Montclair, New Jersey, berumur 16 tahun penggemar kultur pop, fotografer, dan penulis bagi publikasi seperti Dazed dan Galore. Bermula dari sebuah akun Tumblr yang ia buat di tahun keduanya di SMA sebagai sarana untuk membahas hal-hal yang ia suka dari mulai fotografi, fashion, hingga mixtape, Crybaby telah merilis enam issue cetak yang sold out dengan cepat setiap edisinya sejak pertama kali muncul bulan Januari 2015 lalu. Menavigasi keseruan dan kecemasan yang ada di dunia gadis remaja dengan kumpulan artikel, puisi, ilustrasi, cerita pendek, hingga esai foto, salah satu yang menjadi poin paling menarik di Crybaby adalah artikel Girls On yang berisi kumpulan interview bersama perempuan muda kreatif dari berbagai latar dan asal.

take-an-exclusive-look-inside-typical-girls-zine-body-image-1458827366

Typical Girls

http://www.typicalgirlsmagazine.com/

Lebih mirip seperti sebuah buku dibandingkan majalah, Typical Girls yang berisi kumpulan cerita dari perempuan di berbagai belahan dunia lahir dari rasa frustrasi sekumpulan mahasiswi University of Sussex, Inggris, akan minimnya keragaman yang diangkat oleh media mainstream saat berbicara soal perempuan. Dipimpin oleh Jamila Prowse sebagai founding editor, volume pertama Typical Girls yang mengangkat tema “Beginnings” hadir dalam bentuk publikasi 100 halaman full color dengan konten yang mengeksplorasi cerita awal karier para seniman, isu kekerasan domestik di Mumbai, hubungan antara skateboard dan kreativitas, cerita seorang pemegang rekor hula-hoop, dan tulisan kreatif lainnya soal kelahiran, kehilangan, rape, dan kematian. Tak berhenti di print dan online, Typical Girls juga aktif menggelar diskusi terbuka, workshop, dan acara musik yang sejalan dengan semangat yang mereka bawa.

banana_001_cover

Banana Magazine

http://www.banana-mag.com/

Sama seperti istilah “Oreo” untuk menyebut orang kulit hitam yang berperilaku seperti orang kulit putih, istilah “Banana” (kuning di luar dan putih di dalam) adalah derogatory racial term untuk menyebut para ABC (American Born Chinese) dan keturunan Asia lainnya yang lahir dan besar di Amerika dan mengadopsi sikap dan pemikiran kulit putih. Walaupun sebetulnya kalimat itu adalah ejekan rasial, namun Kathleen Tso dan Vicky Ho merebut kembali kata itu menjadi inside joke dan memakainya untuk judul publikasi mereka. Lahir di Chinatown, New York City, Banana berupaya menjadi corong bagi suara anak muda kreatif keturunan Asia di Amerika dan meleburkan batas antara tradisi leluhur dan budaya kontemporer di sekitar mereka. Diterbitkan dua kali setahun, edisi kedua mereka menampilkan konten meliputi komik soal catcalling yang menimpa para gadis Asia di jalanan, profil desainer Sandy Liang, seri fotografi hitam-putih soal mixed Asian secara fisik, kultur, dan sosiologi di industri kreatif, serta narasi oleh rapper berdarah Korea bernama Rekstizzy soal penerimaannya terhadap gaya hidup kawaii bagi kaum pria Asia.

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s