#30DaysofArt 23/30: Radhinal Indra

Memutuskan resign dari full time job sebagai desainer grafis di firma desain LeBoYe untuk menjadi full time artist, keberanian seniman kelahiran Bima, 10 Februari 1989 yang sekarang tinggal di Bandung ini pun terbayar manis ketika karyanya yang mengeksplorasi pengaruh bulan dalam berbagai aspek kehidupan manusia (selenology) lewat lukisan akrilik di atas kertas, kanvas, dan alumunium dapat diterima dengan baik oleh publik. Mengaku sebagai pop culture geek sekaligus science enthusiast, Indra menyebut latar belakang keluarga dan masa kecilnya di Bima sebagai katalis berkarya. “Bima itu kota pesisir di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kota kecil, tidak begitu banyak kegiatan kesenian di kota saya. Keluarga saya adalah keluarga akademik, tidak begitu religius dan mencintai proses belajar dan ilmu pengetahuan. Ibu adalah guru Matematika yang galak, cocok dengan karakternya yang kalkulatif. Sedangkan bapak adalah social sciences enthusiast yang gemar berdiskusi dengan tetangga,” ungkap pria yang menyebut kata sustainable sebagai idealisme berkaryanya ini.

 radhinal_foto

Siapa sosok yang membuatmu tertarik pada seni?

Saya suka sekali nonton TV, mungkin anak-anak di kota gampang untuk mendapatkan poster, action figure, kartu, kaos Satria Baja Hitam, Power Rangers, Sailor Moon, dll. Tapi kami di kampung tidak. Atas rasa iri yang natural inilah memicu saya waktu kecil ingin membuat sendiri gambar-gambar yang terlihat di TV.

Apa yang kemudian mendorongmu untuk berkarya?

Saya suka potensi. Ketika melihat sesuatu lalu bergumam “Ini bisa diapakan lagi ya? Ini bisa bagus nggak ya? Lucu juga nih?” Begitu.

Siapa saja seniman yang menginspirasi?

Kalau seniman: Martin Creed, Olafur Elliason, Donald Judd, Antony Gromley. Arsitek: Daniel Liebeskind, Phillip Johnson, Kengo Kuma, Peter Zumthor, Andra Matin.

radhinal_onbeing_roundcyclicandblood_aoc_eachdia30cm_2015_

Bagaimana akhirnya kamu menemukan medium/style favoritmu?

Kadang itu ditemukan setelah membuat beratus-ratus karya, yang menemukan bukan saya. Tapi orang lain yang mengamati rentang karya-karya saya sejak dulu. Respons mereka biasanya “Ah, ini lo banget.”

Bagaimana kamu mendeskripsikan sendiri ciri khas dalam karyamu?

Saya menjabarkan kemungkinan-kemungkinan dari suatu gagasan. Tahun lalu saya tertarik dengan konfigurasi. Mungkin tahun ini berbeda, let’s find out.

Masih ingat karya atau ekshibisi pertamamu?

Masih, dan masih terbayang sampai sekarang. Itu di tahun 2014, September. Saya tidak punya pengalaman berpameran sama sekali. Yang saya tahu selama ini adalah kerja balik layarmembuat logo dan meloloskan proyek-proyek besar properti di Jakarta dan Bali. Itu di galeri RUCI, saya sedikit malu karena merasa sangat noob di antara list seniman-seniman lain yang sudah jauh lebih banyak pengalaman berpamerannya. Saya berpikir, bagaimana karya saya bisa steal the show. Mungkin itu yang memicu saya untuk berkarya dengan skala repetisi yang tinggi. Ternyata respons pengunjung sangat bagus, saya selalu ingat pameran ini sebagai standard effort yang harus saya berikan ke tiap karya saya dan pameran-pameran ke depannya.

moon_deforming_acryliconpaper_21x21cmeach_2016

Apa yang menjadi personal breakthrough paling berkesan sejauh ini?

Taking a risk from monthly salary to no salary at all at November 2014.

 

Apa rasanya menjadi seorang seniman di era social media seperti sekarang?

Visibility. Sebaiknya konsisten terhadap apa yang dikerjakan sehingga audiens kita juga mengikuti perkembangan karya senimannya. Audiens lebih well-informed terhadap apa yang dilakukan seniman, sebelum mereka menghadiri suatu pameran dan saya rasa progress yang bagus. Satu hal yang tidak bisa dirasakan generasi seniman dekade 90-an dan sebelumnya; yaitu living with your crowds/fans/followers.

 

Bagaimana kamu memandang art scene di kotamu saat ini?

Bandung is having a robust art scene. Peningkatan kualitas artistik terjadi di berbagai aspek, tidak hanya seni yang di galeri. Tambah bagus dan tambah banyak alternatif cara berkarya.

 radhinal_unsqueezed_acrylicdigitalcollage_120x120cm_2016

What’s your current obsession beside art?

Saya adalah comic, book, movie geek dan science enthusiast.

 

Di mana biasanya kamu bisa ditemukan saat weekend?

Bioskop, perpustakaan alternatif, pembukaan pameran, cafe sekitaran Dago dan toko loak.

Project saat ini?

Saya sedang menyiapkan solo exhibition di Jakarta untuk 10 bulan ke depan.

 

Target sebelum usia 30?

Membangun sustainable studio dan storage berukuran at least sekitar 10m x 10m x 5m agar bisa mengerjakan karya berukuran besar.

sayang-no-5

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s