#30DaysofArt 24/30: Ryan Ady Putra

Lahir di Jakarta. 30 Mei 1990, namun tumbuh besar di Jogja dan Magelang, ketertarikan pada seni dalam diri alumni DKV Institut Seni Indonesia ini muncul saat ia terekspos skena skateboard, musik, dan graffiti setempat. “Saya yang awalnya tidak tertarik sama sekali dengan menggambar karena saya pikir membosankan, menjadi sangat terobsesi dengan grafitti/mural, cover kaset/CD, dan skateboard graphic. Dari situ saya mulai mencoba meniru gambar yang saya lihat dan saya pikir keren. Setelah itu saya juga mulai membuat t-shirt dan sticker, di mana saya sendiri yang menyablon dan membuat graphic-nya. Hingga akhirnya saya melanjutkan kuliah di ISI yang membuat saya lebih tau banyak hal tentang seni,” ungkap pria yang juga aktif sebagai freelance designer untuk clothing brand baik dari luar maupun dalam negeri ini. Karyanya yang kental dengan semangat Do It Yourself dan humor tongue in cheek yang nakal telah dipamerkan di Bali, Singapura, Portland, Melbourne dan diliput oleh media seperti Juxtapoz.

 b46t9816

Kapan pertama kali kamu tertarik pada seni?

Sekitar awal tahun 2000-an, di mana saya mulai belajar skateboard dan tau mural/graffiti. Saat itu tidak ada satu orang yang spesifik mempengaruhi saya, karena minimnya informasi pada waktu itu yang terjadi adalah kita selalu bertukar informasi dari teman satu ke teman lainnya. Selanjutnya saya digging sendiri.

Apa yang mendorongmu untuk berkarya?

Pada awalnya saya hanya “do something cool” tanpa mengetahui bahwa dari something yang menurut saya cool itu adalah karya dan salah satu dari proses berkarya. Tetapi saat ini, berkarya sudah menjadi suatu kebutuhan bagi saya. Karena profesi ini mengharuskan untuk selalu dig more something new dan memberikan sesuatu ke dalam karya saya dari apa yang saya explore.

 

Siapa saja seniman yang menginspirasi?

Seniman yang banyak mempengaruhi saya adalah beberapa seniman yang ada di scene skateboard and surf. Seperti Ed Templeton, Sailor Jerry, Barry McGee, masih banyak sih kalau mau disebutin semua.

never-perfect-resize

Bagaimana akhirnya kamu menemukan medium/style favoritmu?

Saya tidak pernah membedakan satu medium dengan medium yang lain atau memilih style tertentu. Saya selalu membiarkan ini semua mengalir. Setiap medium mempunyai kesenangan dan kesulitan tersendiri. Medium bagi saya dapat membantu menuangkan gagasan-gagasan tertentu sesuai dengan konsep atau tema yang saya pikir dan untuk lebih merepresentasikan gagasan-gagasan saya tersebut. Tapi basically karya saya berasal dari drawing.

Masih ingat karya atau ekshibisi pertamamu?

Saya tidak ingat spesifik pameran apa dan apa karya saya. Tapi dari momen awal-awal saya berpameran, yang selalu saya rasakan adalah gugup, malu bahkan merasa karya itu jelek ketika dipamerkan ke publik.Tapi lama kelamaan saya menjadi percaya diri setelah ada masukan dan komentar dari beberapa teman tentang karya saya.

Apa idealismemu dalam berkarya?

Saya tidak punya satu idealis dalam berkarya. Just go with the flow and fun!

less-ride-more-selfie

Bagaimana kamu mendeskripsikan sendiri personal aesthetic dalam karyamu?

Ada beberapa keywords di dalam karya saya yaitu: Ironi, funny things, babes and skull.

Pencapaian paling berkesan sejauh ini?

Pencapaian paling berkesan dan sangat berpengaruh bagi saya saat ini adalah menjadi artist yang bisa berkolaborasi dengan beberapa clothing brand favorit saya. Pada awalnya saya hanya dapat menjadi “fans” dari beberapa brand yang sekarang menjadi client saya, dan ketika brand yang saya sukai sekarang menjadi client saya, that’s what I called pleasure.

 

Apa rasanya menjadi seorang seniman di era social media seperti sekarang?

Mungkin bisa dibilang saya adalah salah satu seniman yang ada di dalam era tersebut. Kalau dari sisi saya sendiri, saya mendapat banyak keuntungan dari hal itu. Selain mendapatkan banyak pekerjaan, saya juga mendapatkan banyak tawaran untuk berpameran dari orang-orang yang melihat portofolio online saya tersebut. Khususnya Tumblr dan Instagram.

the-opposite-of-happy 

What’s your secret skill beside art?

Kayanya nggak punya deh… Haha.

Di mana biasanya kamu bisa ditemukan saat weekend?

Saya tipikal orang yang tidak punya waktu kerja, jadi bisa saja saya mengabiskan waktu weekend dengan berkarya dan main pas weekdays.

tumblr_oedq910zhe1qjulcmo1_1280

 

Project saat ini?

Saat ini saya tidak ada satu project khusus karena awal tahun lalu saya baru saja pameran tunggal. Tapi saya berencana rilis beberapa merchandise dari keramik dan wool rugs.

Target sebelum usia 30?

Dua kali solo show kemarin di Bali, jadi next aku pengen solo show di luar negeri. Los Angeles kalau bisa. Haha.

tumblr_oedqa9v5qh1qjulcmo1_1280

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s