Fluorescent Adolescent, An Interview With Saffron Llewellyn

We hate to burst the bubble, tapi menyebut Saffron Llewellyn hanya sebagai representatif dari generasi millennial adalah sebuah honest mistake. She’s actually way more than that. 

Fotografi: Sally Ann & Emily May. Stylist: Anindya Devy & Priscilla Nauli. Makeup Artist: Priscilla Risjad. Assistant Stylist: Versace Wang.

img_9498

Lebih dari edisi apapun, memilih cover untuk edisi Anniversary selalu menjadi momen krusial bagi kami. Kami berharap sosok yang menghiasi sampul edisi Anniversary kami untuk set up the mood for the upcoming year and to be the face yang dapat mewakili DNA majalah yang sedang kamu pegang ini. Beberapa nama di tahun-tahun sebelumnya yang meliputi Eva Celia, Sherina, dan Chelsea Islan adalah segelintir bintang muda Tanah Air yang tak hanya diberkahi oleh talenta besar di bidang masing-masing tapi juga their own personal style and state of mind yang selaras dengan semangat yang kami usung, which is para perempuan muda yang punya sikap, mimpi, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Memasuki tahun keenam ini, we’re planning to even gutsier and take more risk. Kami ingin memperkenalkanmu kepada fresh face yang bisa menjadi sosok alternatif dari yang biasanya kamu lihat. Salah satunya adalah cover kami edisi ini, Saffron Llewellyn. Namanya mungkin masih terbilang asing bagi banyak orang, beberapa mengenalnya sebagai putri dari Gwen Winarno dan cucu dari pakar kuliner Bondan Winarno, sementara bagi sebagian orang lainnya, she’s a budding model with promising future.

            Bernama lengkap Saffron Jemima Llewellyn, wajah gadis berdarah Indonesia, Belanda, Inggris, dan Amerika yang lahir di Jakarta, 26 Juni 2001 silam ini belakangan semakin sering dijumpai dalam berbagai pemotretan untuk majalah-majalah high fashion dan campaign untuk brand seperti The Balletcats dan Mazuki. Tapi di usianya yang baru menginjak 15 tahun, modelling is more like an after school extra activity for her. Saat tiba di apartemen milik fotografer Sally dan Emily yang menjadi lokasi shoot kali ini, Saffron literally baru pulang dari sekolah dengan masih memakai seragam, rambut yang diikat seadanya, dan wajah polos tanpa riasan apapun. Dengan tinggi 163 cm dan kesan pertama yang terlihat canggung, sejujurnya ia terlihat seperti anak sekolah biasa dengan tas penuh buku pelajaran. Things are getting interesting setelah dia duduk di depan cermin rias, menarik napas, dan membiarkan wajahnya mulai dirias oleh makeup artist yang memperlihatkan facial features miliknya dengan cekatan. Setelah mengenakan looks yang telah disiapkan dan mulai berdiri di depan kamera, the transformation is complete. “I wouldn’t mind doing modelling,” ujarnya sambil tersenyum. “In fact I really enjoy it. My mom says dari masih bayi saya juga sempat ikut beberapa foto, but I think my first ever shoot yang saya ingat itu waktu umur 11 tahun untuk majalah Dewi, and after that it’s kinda build it up,” sambungnya.

img_2964

Ditemani oleh playlist 90’s R&B hits dari Spotify, ia terlihat nyaman berada di depan kamera sambil sesekali menggumamkan lirik dari lagu TLC yang terdengar. She knows her angles so well dan ketika diminta menunjukkan raut fierce, wajahnya seperti pinang dibelah dua dengan sang ibu, with a hint of young Natalie Portman and the same allure of Lily-Rose Depp. Namun ketika tertawa atau diminta menunjukkan ekspresi konyol, wajahnya langsung kembali carefree selayaknya anak sebayanya. Setelah beberapa looks, dia memekik senang saat kami menunjukkan t-shirt bergambar selfie dari Instagram dirinya yang kami siapkan khusus (later on the t-shirt became a birthday present for her boyfriend). Memakan waktu dari jam 4 sore sampai jam 9 malam, shoot terakhir dilakukan di kolam renang yang cukup dingin without any complaints. Ini memang bukan cover majalah pertamanya, but still, dia ternyata sama excited-nya dengan kami. “I was like ‘Nylon? It’s pretty big, right?’ saat dihubungi kalian, lucunya saya sebetulnya pernah datang ke acara Nylon bersama teman-teman saya and yeah its cool, dan sekarang saya ada di sini untuk foto cover! I’m actually really happy and thank you for having me to do it!”

            Dengan umur yang masih sangat belia dan potensi yang luar biasa, saya rasa hanya masalah waktu sebelum wajah Saffron mendominasi halaman-halaman fashion spreads, covers, dan proyek seru lainnya. In the mean time, education is still her number one priority. Tidak mau asal ambil pekerjaan, ia mengaku memilih semua tawaran dengan hati-hati dengan concern utama tidak mengganggu jadwal sekolahnya. I love meeting new people and getting to do so many different things in the process. Memang agak susah untuk terbiasa but I’m getting there, you know? The creative process is really fun. Yang saya nggak suka paling kalau terlalu lama dan saya masih punya banyak homeworks, haha.”

Di balik mature professionalism yang ia tunjukkan, berbincang dengannya ternyata sama serunya seperti menemukan sosok seorang BFF. Super chill dan secara candid menceritakan segalanya tanpa pretensi apapun, she’s actually a normal teenager who likes to spend the weekend with her friends or boyfriend dan menikmati masa remajanya. “I like being teenager. In the fashion point of view pun saya merasa fashion saat ini sedang booming, like the guys really dressing up at the moment. I like how teenagers nowadays have good sense of fashion. I think we’re really outgoing and like to try new things out there,” ujarnya.

Bicara soal remaja saat ini, most people akan menyambungkannya dengan generasi Millennial, dan Saffron punya pengalaman soal hal itu. “You know what happens? Dalam pemotretan sebelumnya, they ask me about being millennial dan banyak yang bilang kalau millennial itu anak-anak seumuran saya, right? Tapi saya sempat search di internet and found out that I’m not even counted as millennial. Orang bilang millennial kan mereka yang lahir dari tahun 1980 sampai 2000, but I was born in 2001, haha! So, I’m like ‘are you sure I’m millennial?’” ungkapnya sambil tertawa renyah. Well, maybe it’s time for us untuk mulai memikirkan generasi AFTER the millennial seperti Saffron, generasi baru yang mungkin lebih berani lagi dengan sisi individu dan sikap rebellious khas remaja tanpa peduli prasangka dari generasi-generasi pendahulunya. “Well… Excuse me, but we’re the kids at the moment, like gimana lagi right? I mean we’re just enjoying our time, leave us alone! Haha!”

So Saffron, boleh cerita sedikit soal masa kecil kamu? Dulu kamu kecilnya kaya gimana sih?

Waktu kecil saya sempat sangat girly, tapi kemudian saya jadi lumayan tomboy setelah mulai aktif olahraga seperti tennis dan renang. I was very active and cut my hair really short. So yeah, saya sempat jadi girly Barbie girl kemudian tomboy dan kemudian jadi seperti sekarang which I think is a mix of both of them.

What’s your childhood dream back then?

It’s so embarrassing, tapi saya ingat dulu saya pengen banget jadi penyanyi. You can ask my mom, dulu saya sering pecicilan nyanyi random lyrics sambil pura-pura main gitar. Saya juga dulu ingin jadi aktris, tapi kalau sekarang saya ingat lagi, I’m like ‘what was I thinking?

Kalau sekarang masih minat jadi penyanyi atau cukup di karaoke saja?

Oh no, cukup karaoke saja. I love karaoke, it’s like a time for me to release myself, haha. I usually go with a bunch of crazy friends and just jammed out.

Apa lagu karaoke wajibmu?

“Mamma Mia” by ABBA atau “Bohemian Rhapsody”, apa lagi ya? Oh ya “Don’t Stop Me Now” dari Queen juga! Kalau karaoke bareng keluarga saya, we always sing “Bohemian Rhapsody”. It’s just a thing that we always do.

Kalau di keluarga kamu paling dekat dengan siapa?

Probably my mom, karena we’re just like sisters in a sense ada waktu-waktu di mana we completely hate each other and then love each other so much. Kami juga sering sharing pakaian, sepatu, makeup… atau lebih tepatnya, I share my makeup, haha. So yeah, saya rasa saya paling dekat dengan ibu saya, dia bisa tau jika saya punya masalah dan sangat suportif soal modeling, she’s like “Oow… look at you in the cover,” and I’m like “Oh my God, please stop, it’s annoying,” haha.

Pasti banyak yang bilang kamu mirip banget sama your mom ya?

Yeah! And to be honest I don’t see the similarity at all! Dia kadang-kadang suka menggoda saya soal itu tapi saya justru suka sebal kalau disama-samakan. But I think I kinda understand. She’s also a fashion stylist and I get my fashion sense from her. Most of my things are from her wardrobe anyway and I’m like the younger version of her in that sense. Barang terakhir yang saya pinjam dari lemarinya adalah boyfriend jeans yang sangat nyaman and she’s like “You better give it back or get your own jeans!” and I’m like, “Okay, geez…”

How about your grandpa? Kamu sering diajak wisata kuliner sama Pak Bondan?

Ya kalau di family trip he’s the one that will show us around and to try something new in different places. Saya harap nggak akan ada yang cari dan nonton, tapi saya sempat muncul di salah satu episode show-nya. Saya masih kecil banget bareng sepupu saya, please do not try to find the clip because it’s probably the most embarrassing thing ever! Haha! But yeah, it’s always fun to going around with my grandpa because there’s an always new experience. Saya sangat picky soal makanan dan biasanya menolak kalau disodorkan makanan yang tidak biasa saya makan but in the end of the day, I will try it too, haha.

Kamu punya nama yang unik, what do you think about it dan jika bisa memilih nama sesuai yang kamu inginkan, nama apa yang akan kamu pilih?

Saya sempat bertanya-tanya soal arti nama saya dan dari mana asalnya karena orang-orang sempat memanggil saya dengan nama “kunyit” kemudian saya baru tahu it was a spice. Sebetulnya nama saya tidak hanya terinspirasi dari nama rempah-rempah but actually dari nama lead vocalist sebuah band bernama The Republica yang menjadi favorit mama saya. The lead singer’s stage name was Saffron. I always liked the name Aquamarine. So then my nickname would be Aqua. People think I’m weird when I tell them that. 

Mengintip Instagram milikmu, tampaknya kamu sangat into Halloween ya?

Yeah I really like Halloween. Setiap tahun saya mencoba something new. Tahun ini saya punya dua kostum. Yang pertama saya menjadi Alice karena keluarga saya did the Alice in Wonderland things, my mom became the White Queen, I became Alice, my mom’s boyfriend became Mad Hatter and his daughter became Cheshire Cat, it was cute and fun! Yang kedua, saya merias muka saya sendiri dengan riasan bertema tengkorak, that was the first Halloween makeup I did all by myself, It took such a long time maybe because I’m such a perfectionist. It took like two hours, literally.

 img_9709

Tell me about school life, seberapa penting edukasi bagimu?

I take education very seriously, I’m not the best at it but I feel like without it I can’t do anything else. Itu sebabnya untuk kerja, saya hanya bisa melakukannya sepulang sekolah atau pas weekend. Orangtua saya nggak akan kasih izin saya untuk bolos demi pemotretan dan saya pun juga nggak mau bolos karena saya pasti akan ketinggalan pelajaran.

Apa satu hal atau skill yang ingin kamu pelajari?

Saya ingin bisa bahasa Prancis. Saya sempat belajar sendiri, but it doesn’t seem really working, haha. But yeah, saya selalu ingin belajar bahasa Prancis atau Belanda karena keluarga dari pihak ibu saya banyak yang berasal dari sana. Saya sebetulnya lumayan paham kalau mendengar orang ngomong bahasa Belanda, tapi saya nggak bisa ikutan ngomong, which is so frustrating.

Apa yang menjadi obsesimu belakangan ini?

I don’t really obsess over things, so yeah, I don’t have a current obsession.

What’s on your music playlist right now?

The 1975, Arctic Monkeys, and a lot of old 90s music. They are so fun to jam out and karaoke with.

Kamu sering datang ke festival musik, konser atau festival apa yang paling ingin kamu datangi dan kenapa?

I love festivals! I love how they have all these different genres and indie music which I really love. Baru-baru ini saya pergi ke We The Fest yang sangat amazing karena ada The 1975, haha. I really want to go to Glastonbury or Coachella one day. It’s on my bucket list.

Who’s your celeb crush? Jika bisa menghabiskan satu hari dengannya, apa yang ingin kamu lakukan?

I have so many that I don’t really know which one to pick! Mungkin yang paling utama adalah Matty Healy atau Alex Turner karena mereka terlihat really chill. Saya ingin ngobrol dengan mereka soal bagaimana mereka mendapat ide dan menulis lirik untuk lagu-lagu mereka dan mungkin minta diajari main gitar. I wouldn’t mind talking about those things at a cafe or something over coffee.

Dengan atensi yang makin banyak, bagaimana caramu menanggapi rumor dan negativitas, baik itu di real life maupun di internet?

I sometimes get caught up tapi saya selalu mencoba tetap positif dan berusaha agar hal itu tidak mengganggu saya. I think its stupid when people hate on you, make rumors so say negative things about you. They are totally wasting their time, jadi kenapa saya harus membuang waktu juga untuk menanggapinya? Like my mum says, they’re probably just saying those things cause they’re jealous! Hahaha.

Seberapa penting media sosial bagimu dan socmed apa saja yang kamu pakai?

Tidak terlalu penting. Saya biasanya membuka socmed hanya untuk mengetahui apa yang sedang dibicarakan atau apa yang menjadi ‘the new big thing’. I usually just go on Instagram, I’m always on Snapchat and Facebook. That’s pretty much it, hahaha.

Kamu pernah punya akun ask.fm tapi dihapus, why?

Hahaha omg yeah I did! I don’t know. Saya menganggapnya cukup memalukan dan sebetulnya tidak terlalu menyukai konsepnya, like anonymous people would ask you questions and I don’t know where any of them are going! I also didn’t really used it and only seemed to have used it when it was big. Everyone in my school started using it so I did. Quite stupid of me to be honest.

Seberapa sering kamu berpergian dan apa tujuan liburan favoritmu?

I don’t travel often. Saya biasanya pergi ke Bali karena cukup dekat dan kakek-nenek saya tinggal di sana. I always feel most at home and stress-free at Bali. Jadi destinasi favorit saya bisa dibilang Bali karena saya selalu ke sana, haha. Terkadang, tapi sangat jarang, saya mengunjungi saudara di Inggris dan Prancis, which is always loads of fun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Apa destinasi liburan impianmu?

Wow. This is a hard question. I’m quite of a beach gal so I would probably want to go to Maldives or Fiji.

Apa satu hal darimu yang membuatmu merasa unik dari orang lain?

I think my sense of style and my nose, haha!

Apa brand favoritmu?

Brand favorit saya adalah Zara dan Topshop. Mereka sangat kreatif dalam soal desain, terutama jeans. I feel like Zara and Topshop really stand out. I feel like I can always see some similarites between other brands but with these two brands, they can never be the same like the others. They are just so different. I seem to only fit in jeans from Zara and sometimes Topshop.

Apakah kamu pernah melakukan fashion faux pas?

Of course! I think everyone does. Dengan bertambahnya umur, saya mencoba lebih berhati-hati saat berpakaian. Saya punya dua rules yang saya patuhi. It’s basically either I have one denim item in my outfit and I am only allowed to wear one pattern item with my outfit and the rest have to be plain clothing. Saya tidak ingin mengambil risiko aneh-aneh dalam berpakaian. I think the most common one I do is wear the wrong undergarmets with my outfit, hahaha! 

Do you have any secret skills?

My secret skill is probably tennis and maybe baking. I’ve played tennis since I was 4 years old and I always bake in my free time and for some family occasions.

Apa zodiakmu dan seberapa besar kamu percaya horoskop?

Zodiak saya Cancer. I take them really seriously no matter how many people tell me it’s not true, hahaha! Saya bisa duduk berjam-jam membicarakan sikap orang berdasarkan zodiak mereka. My boyfriend hates it when I talk about it but you got to admit! They are all pretty spot on.

What do you want to be remembered for years from now?

I want to be remembered as someone who was really hardworking to get where she was in her life and that no obstacle was hard enough for her to go over.

img_9723-2

 

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s