The “Yeah-Yeah” Girls From Paris

Ada suatu hal yang terasa magis di dalam udara Prancis yang membuat gadis-gadis Prancis seakan diberkahi oleh pesona natural dan chicness yang sulit dijabarkan dengan kata-kata. Mereka menyebutnya dengan istilah “je ne sais quoi”, sebuah karakteristik khusus yang membuat seseorang terlihat begitu atraktif dengan cara yang alami dan effortless, pun tak terkecuali dalam dunia musik dan para pelakunya. Ketika berbicara tentang musik Prancis, yé-yé, sebuah gerakan musik pop yang berkembang di Prancis pada awal tahun 60-an menjadi sesuatu yang tak terlupakan. Bertemakan hal-hal innocent seperti first love dan masa remaja, genre musik “yé-yé” yang namanya berasal dari seruan “Yeah! Yeah!” menampilkan musik pop yang berakar dari paduan jazz, chanson, rock & roll, serta traditional girl group yang kemudian dianggap menjadi salah satu cikal bakal dari indie pop kontemporer yang kita kenal saat ini.

Meskipun tidak eksklusif untuk penyanyi perempuan belaka, namun fenomena musik pop ini nyatanya memang didominasi oleh penyanyi perempuan muda yang lahir dari program radio “le chouchou de la semaine”/”this week’s sweetheart” yang telah memperkenalkan nama-nama penyanyi perempuan muda legendaris seperti France Gall, Françoise Hardy, dan Sylvie Vartan untuk menyebut segelintirnya. Sensual dan naif di saat yang sama, mereka adalah perwujudan dari pesona gadis Prancis yang très chic, très fabu yang tidak hanya ditunjukkan dari vokal dan musik yang mereka bawakan, tapi juga dari riasan mereka, seperti yang ditunjukkan oleh salah satu penyanyi yé-yé paling ikonik sepanjang masa, Françoise Hardy.

Berawal dari sebuah kado ulang tahun berupa gitar di masa remajanya, Françoise Madeleine Hardy menjelma menjadi penyanyi kesayangan Prancis ketika ia merilis single “Tous les garçons et les filles” di usia 18 tahun dan mempopulerkan namanya sebagai ujung tombak fenomena yé-yé di Prancis. Tak hanya mahir bernyanyi dalam bahasa Prancis, Inggris, Italia, dan Jerman, perempuan kelahiran 1944 ini juga dikenal sebagai seorang aktris dan style icon. Wajahnya yang menghiasi banyak publikasi menjadi cetak biru gaya khas yé-yé dengan riasan natural yang terdiri dari maskara hitam, black eyeliner tipis, alis mata yang well-groomed, dan sentuhan lip balm, di samping rambut fringe sebahu yang menjadi sinonim dari gaya low-key Parisian cool yang menjadi inspirasi bagi Alexa Chung, Zooey Deschanel, Cat Power, dan banyak perempuan keren lainnya sampai hari ini.

Want to try the yé-yé looks? Here are some of my recommendations to channel your je ne sais quoi!

 

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s