#30DaysofArt 11/30: Kinez Riza

Alih-alih pengaruh masa kecil, eksplorasi Kinez Riza akan konsep alam, waktu, dan sublim dalam karyanya yang meliputi fotografi, film, dan instalasi sejatinya berasal dari dahaga keingintahuan yang seakan tak pernah puas tentang misteri semesta dan sejarah manusia. “Seperti innate predisposition yang tidak bisa dihindarkan, atau bawaan diri yang secara alami selalu mencari metode-metode untuk mewakili suatu hal atau konsep yang selalu berkembang,” ungkap seniman lintas ilmu yang lahir di Jakarta, 25 Agustus 1989 dan berkuliah di London tersebut. Di samping seni dan literature, minatnya yang meliputi arkeologi dan antropologi telah mengantarnya ke berbagai ekspedisi seru di seluruh dunia. Salah satunya mendokumentasikan hasil penelitian jejak tangan manusia purba dari 40 ribu tahun lalu di sebuah gua di Maros, Sulawesi yang diteliti pakar arkeolog Indonesia dan internasional serta menjadi orang Indonesia pertama yang diterima oleh organisasi The Arctic Circle untuk residensi di Kutub Utara. Senantiasa menggabungkan sisi artistik dan scientific, karyanya pun telah dipamerkan di Amsterdam, Dubai, dan Mongolia.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Bagaimana masa kecilmu memengaruhi karyamu saat ini?

Jujur saja saya menghindari kesan autobiografis dalam berkarya, saya rasa latar belakang, asal-usul, dan pengaruh masa kecil bukan the driving factor buat saya berkarya. Tetapi dari masa kecil saya memang punya daya tertarik lebih kepada seni rupa dan sastra secara alami. Orangtua saya sering bilang bahwa waktu kecil saya sering sibuk sendiri dengan keterampilan tangan dan buku, saya susah diganggu, haha.

Apa idealismemu dalam berkarya?

Consolidating my practice is very important to me, dan kematangan karya saya butuh time and space, saya sering merasa kurang puas dengan hasil karya yang mengikuti brief tertentu.

Siapa saja seniman yang menginspirasi?

Terlalu banyak, haha. Saya suka Hiroshi Sugimoto, James Turrell, Olafur Eliasson, Peter Beard, Team Lab, Picasso, Miro, Francis Bacon, Christo, Monet, banyak sekali.

dreams_on_a_frontier_plate_02-1024x768
Dreams On A Frontier Plate.

Bagaimana akhirnya kamu menemukan medium/style favoritmu?

Secara tidak langsung, saya membeli kamera analog bekas yang murah dari pasar, setelah melihat hasil cetakan film pertama saya langsung mempunyai afinitas dengan medium photography, yang dilanjuti oleh medium film dan instalasi. Saya suka dengan pandangan implicit and emotive dalam karya visual.

 

Masih ingat karya atau ekshibisi pertamamu?

Pameran pertama saya digelar oleh D Gallerie, karya-karya saya memperlihatkan gambar alam yang dipadu oleh konteks dan isu representasi. Karya saya tidak mendiskusikan hal-hal yang berbentuk social, political or economic, dan karya saya bukan konseptual, jadi bincangan pada saat itu membandingkan karya fotografi yang jurnalistik atau fotografi seni rupa. Pada saat itu konteks dan isu representasi di belakang karya belum gampang dipahami oleh publik.

Bagaimana kamu mendeskripsikan sendiri personal ciri khas dalam karyamu?

Setelah saya perhatikan, ciri khas karya saya memang selalu meliputi konsep alam, waktu, dan sublim, akan tetapi salah satu obsesi saya adalah memperhatikan cahaya, warna, dan fenomena.

uranium-series-dating-panels-maros-regency-sulawesi
Uranium series dating panels, Maros Regency, Sulawesi.

Pencapaian paling berkesan sejauh ini?

Pemahaman yang lebih matang tentang proses dan hasil karya saya.

Apa rasanya menjadi seniman di era social media seperti sekarang?

Era social media masa kini adalah suatu hal yang saya diskusikan secara tidak langsung dalam karya saya, tapi saya menggambarkannya dengan cara yang tidak explicit, justru memperlihatkan obyek kuno, budaya punah atau tradisi masa lampau. Era social media secara alami meningkatkan pehamaman visual kepada penggunanya, jadi bisa dipandang positif untuk meningkatkan pemahaman publik kepada visual arts, mungkin awalnya hadir di exhibition untuk upload foto keren di sosmed adalah hal baru, akan tetapi saya yakin pemahaman lebih baik tentang seni rupa bisa berkembang di luar our own obsession.

Bagaimana kamu memandang art scene di sekelilingmu saat ini?

Masih dalam tahap muda, saya lihat rekan-rekan saya bekerja keras dan serius untuk membangun budaya seni rupa yang lebih kekal dan accessible to the general public. Saya merasa bahagia dan bangga melihat hasil kerja keras rekan-rekan saya. Yang kurang diketahui orang lain, seni rupa adalah salah satu indication of modern humans’ intellectual and creative capacity dalam evolusi manusia modern. It has paved the way for culture, civilization and commerce to develop to what it is today.

a_restful_place_01-1024x768
A Restful Place.

Di mana biasanya kamu bisa ditemukan saat weekend?

Mengikuti kegiatan teman-teman, atau pura-pura mati di rumah.

Current obsession?

Interiors and architecture, saya suka menulis, ke antah-berantah, terobsesi dengan masak dan balanced lifestyle. Walaupun lifestyle saya sering out of balance, haha!

Project saat ini?

Melanjutkan film dokumenter saya tentang human creativity and evolution, sudah dalam tahap production terakhir, mungkin bisa ditayangkan tahun ini.

Target sebelum usia 30?

Bangun kabin kecil in the wilderness.

the-shadow-of-fjortende-julibukta-1024x768

Advertisements

Summer Fling: India’s Photo Diary of Sabai Morscheck

Entah dengan berjemur di pantai atau sekadar bersantai seharian di rumah, kita percaya jika every summer has its own story. Bagi Sabai Morscheck, musim panas kali ini berbau rempah dan warna vibrant dari India yang tertangkap dalam foto-foto berikut.

Maharaja's City Palace (Jaipur)

Hi Sabai! Boleh cerita sedikit soal masa kecilmu?

Hi! Aku besar dengan ayah yang seorang pelukis jadi dari kecil aku menyukai seni dan aku suka melihat keindahan dari semua tempat yang aku datangi.

What’s your favorite thing to do on summer?

Sekarang ini sih masih diving ya. Jadi kalau libur bawaannya pengen diving mulu.

Apa summer experience yang kamu tangkap di photo diary ini?

Oke, liburan kemarin aku pergi ke India, dan banyak banget pengalaman baru yang aku dapat soal budaya dan gaya hidup mereka. India menurut aku ibukotanya nggak jauh beda ya sama Jakarta, dan tempat-tempat wisata mereka sangat eksotis. Hal-hal yang aku tangkap mayoritas bentuk bangunan mereka yang mewah dan penuh ukiran, aku juga suka foto orang-orang India dengan gaya tradisional mereka yang penuh warna.

Gadis-gadis India dengan saree mereka yang warna warni (Fatehpur Sikri).
Gadis-gadis India dengan saree mereka yang warna warni (Fatehpur Sikri).
Pasar mereka yang penuh warna (Kinari Bazar).
Pasar mereka yang penuh warna (Kinari Bazar).

Apa impresi awalmu tentang tempat tersebut?

Yang paling berkesan itu warna-warna yang meriah. Mereka berani memadukan warna-warna cerah sampai pakaian mereka sehari-hari (saree) juga mayoritas warnanya cerah. Suara yang khas itu suara klakson! Hahaha, walaupun Jakarta jauh lebih macet, tapi di India mereka suka membunyikan klakson mereka. Bahkan tulisan-tulisan pada truk mayoritas ‘please horn’.  Kalau masalah aroma yang khas itu aroma rempah-rempah pada makanan mereka. asli, aromanya nempel di mana-mana.

Taj Mahal (Agra)
Taj Mahal (Agra)
Salah satu mesjid di samping Taj Mahal.
Salah satu mesjid di samping Taj Mahal.

Hal yang menurutmu hanya bisa ditemukan di tempat tersebut?

Taj Mahal (ini sih sudah pasti ya), masala chai, rombongan sapi di jalan raya, cricket, penjual yang asli jago gila jualannya, aroma rempah-rempah yang khas banget, saree yang bagus-bagus banget warnanya, anak-anak kecil yang akrobat waktu lampu merah, warna-warna cerah di mana-mana.

Detail bangunan di Qutb Complex.
Detail bangunan di Qutb Complex.

Favorite summer memory?

Beberapa bulan lalu aku ke Lombok Timur, di sana ada resort namanya Jeeva Beloam, mereka punya private beach yang super bersih dan indah banget. Aku suka pantai, santai menikmati laut aja aku udah seneng banget. Jadi kalau aku dibawa ke pantai yang indah, tinggal di sana walaupun nggak ada sinyal handphone juga aku bakalan betah. Dan dengan partner travelling yang pas.

Favorite summer dessert?

Creme brulee.

Diajarin bikin keramik kaya yang dipakai untuk menghiasi Taj Mahal (Agra).
Diajarin bikin keramik kaya yang dipakai untuk menghiasi Taj Mahal (Agra).
Jaipur City.
Jaipur City.

What’s your summer essentials?

Sunglasses, t-shirt, short, swimsuit, sunblock, dan yang paling penting: sendal jepit!

Do you believe in summer fling?

Hahaha aku pribadi sih nggak, tapi teman-teman aku yang ngerasain.

Satu lagu untuk mendeskripsikan summer kamu?

“Go Outside” dari Cults. Alasannya karena aku nggak ngerti lagu India, haha! Dan aku suka lirik yang ini: “I think it’s good to go out. Cause if you don’t you’ll never make a memory that will stay.”

Sabai Morscheck

https://instagram.com/sabaidieter/