All About Eva, An Interview With Eva Celia

Terlahir dengan nama belakang terkenal merupakan suatu privilege, tapi Eva Celia jelas punya caranya sendiri untuk bersinar terang. PS: We miss you!

Kalau kamu mempunyai ibu seorang Sophia Latjuba dan berayahkan Indra Lesmana, public attention is something you can’t avoid. Dari kecil, Eva Celia Latjuba sadar tentang hal itu. Gadis kelahiran Jakarta, 22 September 1992 ini jelas beruntung karena dibesarkan di tengah keluarga dengan bakat seni yang mengalir deras, selain ibunya yang bisa dibilang salah satu ikon kecantikan Indonesia dengan bakat akting dan modeling, ayah dan kakeknya, Jack Lesmana, merupakan dua musisi jazz paling tersohor di Indonesia. Dan ketika akhirnya ia mengikuti jejak orangtuanya untuk tampil di ranah publik, we all know it’s only matter of time. Eva sendiri sudah tampil di depan kamera sejak berumur delapan tahun dengan membintangi beberapa iklan bersama mamanya dan berperan di beberapa judul sinetron seperti Juwita Jadi Putri dan Sherina. Seiring waktu, bakat serta wajah cantiknya yang mustahil untuk diacuhkan juga menarik para sutradara film untuk mengajaknya bermain di karya mereka.

Dari daftar resumenya, salah satu performa Eva yang paling saya sukai adalah saat dia memainkan peran bernama Gadis, seorang survivor di film horror bertema zombie-apocalypse berjudul The Rescue yang merupakan salah satu film di Takut: Faces of Fear,  omnibus horror Indonesia yang dirilis tahun 2008 lalu. Disutradarai oleh Raditya Sidharta yang juga membuat film The Shaman, adegan terakhir film pendek ini yaitu kamera yang menyorot secara close-up wajah Eva yang perlahan menyeringai sinis menjadi momen yang memorable. Tahun berikutnya dia ikut membintangi Jamila Dan Sang Presiden besutan Ratna Sarumpaet yang juga mendapat tanggapan positif. Sayangnya di saat kariernya sedang naik, ia memilih ikut ibunya pindah ke Los Angeles, tanpa ragu ia menghentikan dulu kariernya di showbiz Indonesia dan mengejar impiannya yang lain di bidang musik.

Jujur saja, saya salah satu yang merasa kehilangan sosoknya di layar televisi kita dan saya yakin kamu pun penasaran untuk mengetahui kehidupannya saat ini, karena itu saya sangat excited saat di rapat redaksi mendengar rencana memasang Eva sebagai cover girl untuk edisi Anniversary pertama NYLON Indonesia. Menunjuk Dikka & Vega Afidick, pasangan photographer-stylist Indonesia yang berdomisili di Los Angeles sebagai creative force, photoshoot yang terinspirasi dari psychedelic art ini memakan waktu dua hari. Hari pertama berlangsung di studio dan dilanjutkan keesokan harinya di sepanjang jalan Hollywood Boulevard.  “Eva… dia cantik, suaranya bagus dan very jazzy. Dia juga santai, easy going, ramah, dan penuh canda tawa,” ungkap Dikka saat saya meminta pendapatnya tentang Eva. Dikka yang juga pernah memotret Sophia Latjuba di kediamannya di L.A. menambahkan, “Persamaan antara ibu dan anak ini pastinya sama-sama cantik dan sama-sama pintar di depan kamera, tanpa di-direct pun sudah natural bagus hasilnya. Perbedaannya nggak terlalu mencolok, tapi yang bisa kita lihat, Eva lebih suka penampilan yang cuek sedangkan Mamanya Eva lebih feminin.” Dengan pembawaan yang lebih rebel dan cuek itulah maka Vega tak ragu memilihkan berbagai baju berkarakter grunge rock 90-an yang sudah diadaptasi ke look masa kini untuk Eva kenakan. Well, seperti kamu lihat sendiri, mau itu studded denim vest dengan aksesoris berdetail spike ataupun fur crop top yang glam, semua terlihat effortlessly cool dipakai oleh Eva. Kini, di usianya yang ke-19 tahun, tak hanya sosoknya yang semakin menarik untuk diperhatikan, berbincang dengannya tentang hari-harinya di L.A., minat, dan passion yang sedang ia kejar adalah hal yang sangat menyenangkan. You can feel it by yourself.

 

So Eva, how’s your day going so far? Apa yang sedang kamu lakukan sebelum interview ini?

My day has been great! Thank you for asking. I’ve been occupied with final exams for this past week, but it’s nothing that I can’t enjoy.

Wow, how’s it going? What’s your favorite subject?

It’s over, finally! It went very well. I don’t have any favorite subject, since all of them are music/singing related. They’re all super fun.

Boleh cerita kegiatan saat ini?

Saat ini saya sedang sibuk kuliah musik di L.A.  Ini adalah tahun pertama saya kuliah di Musicians Institute jurusan Vocal Performance dengan Music Business as a minor. 

Tell me everything about your life in L.A., how do you adjust yourself in the entire new environment?

Being in LA has been a rollercoaster ride for me. It took me quite a while to adapt to the new environment. Especially since I was homeschooled for 3 years, getting used to an American public high school was tough. I was really lucky to have my family here to help me go through it. I also made a few great friends who supported me. In the end I got used to it and now I love this city. It’s such a great place to be and I’m very lucky to be here.

What’s your favorite city so far?

To be honest, I haven’t traveled much to give you an answer. But I love LA. It’s so culturally diverse and I have learned so much since I moved here. I’ve met and gotten to know many bright and talented people. The food is great, too.

What you usually do on the weekend?

Most weekends, my friends and I go on a journey to find good food. Another great thing about LA is you can almost find everything here. If I feel like going to the beach, I just have to drive 20 minutes. Or if I want to snowboard up on the mountains, as long as I have a car and I’m willing to drive, I can get there.

I bet you’re going to a lot of concerts in LA too.

Yes, I have. I went to see Sting and John Mayer a while ago. Last week I went to Jay-Z and Kanye West’s Watch The Throne concert. THAT was a blast! Although I did get to see Coldplay at iHeart radio festival, I still would love to see them again. And also John Legend.

Sounds great! How about relationship? Would you drop some words about it?

I would like to keep this personal matter private, if that’s okay, hehe.

Haha, its okay. Bagaimana dengan kehidupan akademismu? Apakah teman-teman sekolahmu ada yang mengetahui tentang siapa kamu di Indonesia?

Kehidupan akademis saya cukup menantang. Tapi karena saya bisa belajar di bidang yang saya sukai, jadi tidak pernah beban. Ada beberapa teman yang tahu, tapi itupun bukan dari saya. Haha.

Did you join some particular social activity in your college?

I would have to say no. It’s still my first quarter in college, so I’m still trying to get a hang of it. I will eventually participate.

Boleh cerita sedikit tentang masa kecil kamu?

It was fun! Masa kecil saya tidak jauh beda dengan yang lain. I was lucky to have the normal life my parents gave me despite how difficult it was to steer clear of the spotlight and everything else that comes with the entertainment industry.

Apakah kamu pernah merasa risih atau tidak nyaman saat orang sering kali membandingkan kamu dengan orang tuamu?

Tentu saja tidak. Sejak saya kecil, saya punya cita-cita untuk menjadi seperti mereka. Dan dari awal saya sudah tahu konsekuensinya. It never really bothered me.

What do you love most about your family?

They are very supportive and understanding. No matter what the situation is, I know they will always be there for me.

Apa yang paling kamu kangenin dari Indonesia?

Saya sangat kangen dengan keluarga dan teman-teman lama saya. And the food of course! Oh my God, I miss everything! Especially pecel lele. I’ve tried to find some spots in LA but nothing came close to what I had back home.

Antara akting dan musik, mana yang lebih kamu suka?

I enjoy doing both. I am concentrating on my music at the moment because it has been my passion since I was a little kid. I love doing it and I take it very seriously. It’s what I want to do. Acting is relatively new for me. 

Apakah kamu rindu berakting di depan kamera?

Wow, I’ve never really thought about this actually. I do miss some things about it. But as of now, I’m just enjoying my time in college studying what I love, and I’m learning so much.

How was the photoshoot with Dikka & Vega?

It was great! I always have so much fun with those two. They’re so talented and never fail to impress me with their works.

Kalau kamu sendiri melihat gaya personal kamu seperti apa? Do you have any particular icon?

Waduh, saya kurang tahu. I just put whatever that’s in my closet together and throw it on. I’m a tomboy, so I love So Young Kang. I don’t really know who my fashion icon is, but I love Rei Kawakubo and Hedi Slimane.

Rapid questions time! First, what’s your favorite TV shows and why?

I love Modern Family and Dexter. I wish I could watch more, but it’s already hard to keep up with these two shows. I need to catch up.

Apa yang sedang kamu dengarkan akhir-akhir ini?

I’m currently listening to Donny Hathaway, Amy Winehouse, Jill Scott and Frank Ocean.

Apa yang ada di daftar to-do-list kamu saat ini?

Saya ingin menyelesaikan buku Guns, Germs and Steel karya Jared Diamond yang sedang saya baca. Dan menyelesaikan beberapa lagu saya.

Apa satu fakta darimu yang akan membuat orang lain terkejut?

Apa ya? Bahwa saya sangat pemalu mungkin?

Last question, apa resolusi atau target yang ingin dicapai di tahun ini?

To be a better daughter, sister and student.

As published in NYLON Indonesia January 2012

Photos by Dikka Afidick

Styling by Vega Afidick

Through The Lens: Dikka & Vega Afidick

Boleh cerita sedikit tentang diri kalian?

Dikka seorang fotografer dan Vega adalah seorang fashion stylist. Kami berdua pasangan suami-istri yang memiliki visi dan misi sama dalam berkarya di dalam industri fashion photography sejak September 2010 lalu, tepatnya setahun setelah kami menikah.

 Apa yang membuat kalian tertarik dengan fotografi?

Bagi Dikka, fotografi sudah menjadi hidupnya. Sejak berumur 16 tahun, Dikka sudah berteman dengan kamera. Yang membuat Dikka tertarik dengan fotografi adalah dapat menangkap momen atau objek yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata. Membuka mata orang untuk melihat objek melalui sudut pandang kita. Vega tidak memiliki pengalaman profesional dalam fotografi, namun dalam kehidupan sehari-hari ada saja yang menarik bagi dirinya untuk menjepret satu objek, misal saat berpergian ke luar kota.

Tempat paling menarik yang pernah kalian datangi, so far?

Wah banyak sekali! Tapi salah satu tempat yang paling keren bagi kami adalah tempat di mana kami tinggal sekarang, Los Angeles. Selalu ada hal baru dan unik yang bisa dijumpai di sini, setiap hari! Ditambah dengan cuacanya yang segar.

Tempat favorit kalian di L.A?

Ada satu daerah di Los Angeles yang sering kami kunjungi, Silver Lake. Selain karena berlokasi dekat dari rumah, banyak sekali cafe-cafe seru di situ, sambil minum kopi melihat orang-orang stylish berlalu-lalang.

Apa cerita di balik foto-foto yang kalian kirim?

Banyak sekali pasar loak tempat menjual barang-barang vintage tersebar di kota ini, pilihannya banyak. Tempat favorit kita untuk berbelanja, selain lebih murah harganya dan unik-unik, barang-barang used ini juga original dengan kualitas yang bagus, pintar-pintar saja mengobrak abrik dan memilihnya. Dari furniture, pakaian, sepatu sampai benda-benda random dari berbagai era pun dijual. Biasanya diadakan sebulan sekali atau seminggu sekali.


Hampir setiap corner di L.A bisa kita jumpai street art di tembok-tembok gedung. Jauh dari kesan mengganggu keindahan kota, art on the wall ini justru memberi ciri khas bagi kota ini.

Tidak tahu tepatnya gedung apa, tapi terlihat seperti Theater. Berlokasi di downtown L.A dengan arsitektur tua yang terlihat dari sign “Los Angeles” dan detail di temboknya yang antik. Selain teater ini, banyak sekali gedung-gedung tua cantik lainnya yang dapat dijumpai di daerah ini, disebutnya Historic Buildings District.

Satu lagi salah satu gedung tua yang kita jumpai, kita tidak tahu gedung apa ini tepatnya, berada di downtown L.A juga, gedung ini selalu menarik perhatian setiap kita lewat daerah ini, kenapa? Liat saja warna hijaunya yang membuat orang menengok.

Ini dia salah satu jalan utama di Los Angeles. Setiap menyusuri Sunset Boulevard ini kita selalu merasa seperti berada di scene dalam suatu film. Seru dan menyenangkan melihat kegiatan orang-orang yang berjalan di trotoar dan toko-toko, cafe dan tempat hip lainnya di jalan ini.


Wah untuk menjepret foto yang satu ini kita harus berjuang keras mendaki bukit untuk mendapatkan foto Hollywood sign. Kita diajak oleh teman kita yang sudah lebih lama tinggal di kota ini untuk mendapatkan foto Hollywood sedekat ini. Psst.. Tidak semua orang tahu lho jalan untuk melihat Hollywood sign dari dekat.

Travel on budget? Jangan kuatir disini tersebar motel-motel vintage dengan arsitektur tahun 1950-1960an, tidak kalah dengan hotel-hotel lainnya. Motel-motel seperti ini menjadi daya tarik khusus juga bagi kita. Banyak juga orang-orang film atau orang kreatif lainnya yang shoot di motel-motel seperti ini.


Iseng-iseng saat kami cruising kota, kami menemukan kantor Sheriff, tidak ada hal khusus yang ingin disampaikan dari foto ini, hanya sign Sheriff yang berada next to bendera Amerika yang menarik untuk difoto.

Tidak seperti di New York, underground train di Los Angeles, sering disebut Metrorail, bukan menjadi transportasi utama di kota ini. Jenuh naik kendaraan mobil untuk bepergian, kebetulan kami suka explore dan coba-coba, kami naik Metrorail ini dari stasiun utama L.A, Union Station, menuju ke Hollywood. Cukup seru.


Pantai! California terkenal dengan pantainya, salah satunya Venice beach. Selalu ramai dengan orang beraktifitas, seperti bersepeda, skateboarding, banyak juga yang mencari mata pencaharian di sini, kebanyakan seniman, dari pelukis, pemusik, sampai pembuat art craft ada. Sedikit mengingatkan kita akan Kuta yang banyak menjual barang-barang craft dan lainnya. Namun bedanya, cuaca di pantai ini suka tiba-tiba berubah drastis, dari panas tau-taunya dingin dengan fog yang tebal seperti di foto  ini.

Punya tips untuk yang ingin melakukan road trip di US?

Kalau mendatangi satu kota baru, coba untuk mencari tahu tentang kota itu sebelum berangkat melalui internet. Karena banyak juga tempat-tempat lokal yang bukan tujuan turis yang menarik. Tapi tidak ada salahnya untuk mampir dan mengunjungi salah satu toko souvenir setempat dan mengabadikan momen di situ.

Sebutkan tiga lagu yang harus ada dalam road trip playlist kalian.

“Shooting Stars” dari Bag Raiders, “Penyakit Mental” dari The Secret Prostitutes dan “D’yer Mak’er” dari Led Zeppelin.

Destinasi impian saat ini?

Bali, Indonesia. Karena kangen dengan keindahan negeri sendiri.

As published in NYLON Indonesia June 2012 “Through The Lens” feature.

All photos by Dikka & Vega Afidick

http://dikkavega.4ormat.com/