#30DaysofArt 5/30: Arnis Muhammad

Lahir dan besar di kota kecil Bireun yang merupakan salah satu daerah konflik paling parah di Aceh membuat mural street artist kelahiran 20 Januari 1993 ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menggambar. Terinspirasi dari ibunya yang merupakan seorang penjual bunga hias, Arnis gemar mengeksplorasi pattern bunga matahari yang kemudian menjadi salah satu ciri khas karyanya sampai saat ini, di samping pattern ikan yang muncul kemudian serta folklore. “Awalnya, aku menggambar cuma sekadar sebagai hobi. Lalu, sewaktu pindah ke Banda Aceh saat aku tamat SMA, aku kenalan dengan salah satu street artist bernama Dhian Saputra. Dia lah yang mulai memperkenalkan aku dengan dunia street art,” ungkap pria yang gemar menghabiskan waktunya di pantai ini. Karya pria yang kini tinggal di Banda Aceh ini telah menghiasi banyak hal, mulai dari tembok, badan perahu, surfing board, hingga ekshibisi bertajuk Modern Myths di Artotel Sanur, Bali.

arnis-muhammad

Apa yang mendorongmu untuk berkarya?

Awalnya sih karena penasaran, waktu liat teman aku si Dhian itu menggambar, aku jadi pengen bisa buat karya seperti itu juga. Dan akhirnya aku coba, terus ketagihan sampai sekarang.

Bagaimana akhirnya kamu menemukan medium favoritmu?

Seperti yang sudah aku ceritain, karena medium style yang pertama kali aku coba itu dinding dan cat tembok, dan aku langsung jatuh cinta, jadinya kurang tertarik coba ke medium style lain.

 Apa idealismemu dalam berkarya?

Idealisme aku sih simple, I do what I like to do, no matter what people say. Jadi, walaupun ada yang bilang gambar aku aneh, perwarnaan aku nggak kuat, dan segala macam, aku anggap sebagai masukan aja, tapi nggak membuat aku jadi berubah konsep atau ikutin trend gitu. Aku tetap dengan karakter aku sendiri.

peusijuk-2017

Siapa saja seniman yang menginspirasi?

Artist yang banyak menginspirasi aku itu Caratoes, Sofles, dan yang dari local talent aku suka Darbotz.

 

Masih ingat ekshibisi pertamamu?

Karya ekshibisi pertama aku itu di acara Piasan Seni Aceh 2014. Waktu itu aku gambar Cut Nyak Dhien dengan gaya karakter aku sendiri. Alhamdulillah, respons masyarakat lumayan bagus dan bikin aku makin semangat buat berkarya lagi.

Pencapaian yang berkesan sejauh ini?

Baru-baru ini aku dapat kesempatan ikutan exhibition Modern Myths di Artotel Bali. Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi aku yang dari kota kecil ini bisa dikenal lebih luas dengan skala sebesar itu.

rimung-aulia

Apa rasanya menjadi seniman di era social media seperti sekarang?

Aku merasa sangat terbantu dengan adanya social media ini. Selain aku bisa lebih mudah tampilin karya aku ke orang banyak, aku juga bisa dengan mudah ikutin perkembangan seniman-seniman lainnya.

Current obsession?

Aku sekarang lagi tertarik mendalami mitos-mitos yang ada di daerah pesisir pantai Aceh. Awalnya untuk mencari bahan buat exhibition yang di Bali kemarin, sekarang malah jadi keterusan buat mencari lebih banyak lagi.

 5-mitos-aceh

Bagaimana kamu melihat skena seni di kotamu?

Untuk Banda Aceh sendiri, pergerakan seninya bisa dibilang masih dalam proses berkembang. Masih ada banyak talent berbakat yang kurang terekspos, karena kurangnya ruang untuk berkarya.

Di mana biasanya kamu bisa ditemukan saat weekend?

PANTAI! Hahaha!

Project saat ini dan target yang ingin dicapai sebelum umur 30?

Cuma simple project sih, Aku ada kolaborasi dengan brand lokal Aceh, dan juga project buat video gambar sama salah satu videographer di sini. Untuk target sebelum 30 tahun, pengen bikin pameran tunggal pastinya.

under-gloomy-sky

Art Talk: The Magical Animals of Mia Taninaka

Free spirit dan adventurous adalah dua kata yang bisa menggambarkan Mia Taninaka, seorang seniman berdarah Jepang-Australia yang kini bermukim di Bali. Dua kata tersebut juga mewakili apa yang tertangkap dari ilustrasi berbau folklore dan shamanisme karyanya, yang menampilkan objek-objek alami (mainly, its various type of birds) dengan palet warna yang bold dan dipenuhi detail impresif. “Seni bagi saya adalah cara untuk melepaskan energi tertentu dari tubuh kita. Kurasa penting bagi semua orang untuk memiliki creative outlet tertentu, entah melukis, menari atau apapun yang bisa membuatmu bergerak. Kalau tidak, stress sehari-hari akan menumpuk dan membuatmu gila.” Ujar penggemar musik Davendra Banhart tersebut. Setelah menggelar pameran tunggal terbarunya “And The Gods Made Love” di Deus Gallery, Canggu, Bali, pemilik design company Wolfie & Huck ini sedang mencoba mengenal Indonesia lebih jauh. Here, she’s talking about her art.

Hi Mia, how are you? How’s going on? Would you mind to introduce yourself?

Hi, I’m Mia. I’m a 27 year old half Japanese girl born on the full moon in May. I enjoy hot cups of tea, carrot cake, lentils, sunny days with a cool breeze, and going on epic adventures with my amazing boyfriend and beautiful friends.

Where do you live right now and how you spend your usual day?

I’m currently living in Bali. Spending most of my days in the sun, at the studio painting & drawing, reading books, travelling around Indonesia and dreaming about holidays. I’ve done a bit of travelling to various places in Java, Lombok, Sumbawa and are planning a roadtrip through Sumba in the near future. I’m learning to speak Indonesian at the moment, but I’ve been pretty lazy!

How long have you been creating art? When did you first consider yourself an artist?

I’ve been arting around since I was a kid, making birthday cards and painting my bedroom walls. I had my first show a few years ago, but I don’t think I considered myself to be an ‘artist’ till I got to quit my day job.

 

Where do you grow up? What was your childhood like? Are you come from creative family?

I grew up on the Northern Beaches of Sydney and spent a lot of my childhood travelling through Sth East Asia with my family. This gave me a cultural kick in the butt and opened my eyes and mind to a whole new world and way of life.

Can you remember the first artwork you ever did?

No, but I recently found a box of paintings I did for my parents in kindy. Lots of trees and flowers, the ocean and the sun with happy fish and birds.So I guess my style hasn’t changed much since then haha.

Are you going to art school?

I’ve never been to art school. I studied Graphic Design, but I’m not really a fan of timetables and exams and my concentration span is terrible!

 

Who/what have been your greatest influences?

Music, mountains, the ocean, animals, my boyfriend, carpets, spirituality, folklore, shamanism, the moon and love.

Which artists do you admire?

Gustav Klimt, Devendra Banhart, Ricardo Cavolo, Marc Chagall, Kelsey Brooks, Bob Dylan, George Harrison, Margaret Kilgallen and many more. There are so many amazing artists at the moment, it’s good to see so much creativity in the world.

What’s inspiring you at the moment and why?

I’m experiencing a bit of a creative block at the moment, so I’m filtering through a lot of other artists work and referencing old images of birds, animals and botanical plants.

What’s your preferred medium to work in and why?

I mainly work with acrylics, ink and watercolours on timber surfaces. I like the bold flat colour of acrylics, the fine imperfections of ink and the soft pretty rainbows watercolour can make.

What’s your favorite object to draw?

I love painting feathers and leaves and eyes. I love the details you can create in a birds feather and the different expressions you can convey in the eyes.

 

Tell me about Wolfie & Huck, where the name came from?

Wolf-girls are amazing and my boyfriend kinda reminds me of Huckleberry Finn..so I stuck them together and made a nice little love story about them.

What you’re working on now?

I’ve just been commissioned by a very good friend to do a large crow portrait so I’m excited about working on that. I’m also working on a collection of painted resin cast deer skulls.

Do you listen to music while making art or you prefer some silence? If you choose music, what kinds of music do you listen to?

I’ve got to have music playing to do any sort of creative work. A lot of Bob Dylan, Al Green, Dan Auerbach, The Greenhornes, Black Keys, Charlie Parr, George Harrison, The Beatles, Devendra Banhart, heaps of Neil Young. Anything that makes you feel something deep inside your belly or puts a smile on your  face.

What are your tips to get over the creative block?

Stop working for a bit and have a time out from the pressure of needing to be creative right then and there. Have a cup of tea, go camping, read a book, just start doodling mindlessly again and give yourself a guilt-free day off.

That’s the beauty of being an artist, you can give yourself a day off if you’re not feeling it.

 

What one place would you recommend people to get inspiration?

Lying down under the stars. You can get lost up there and your mind gets to go exploring.

What’s the best piece of advice you’ve been given?

“Don’t worry about it. Everything’s going to be amazing”

Next project?

Mm, no idea yet. I’m just going to work towards doing another solo show early next year.  I haven’t put much though into my next show. I’m hoping to experiment more with other mediums…maybe some sculpture, wall hangings etc. Make it more of an interactive show.

http://wolfieandhuck.blogspot.com/