Mixtape: Herald Reynaldo

Kalau kamu pernah menyaksikan penampilan L’Alphalpha, kamu pasti tahu jika vokalis band tersebut, Herald Reynaldo, gemar memakai trapper hat saat tampil di panggung sebagai gimmick yang melengkapi musik indie pop/post-rock beratmosfer dingin yang mereka bawakan. Trapper hat sendiri adalah item penting saat musim dingin karena tak hanya berfungsi menghangatkan kepala tapi juga menjadi fashion item berkat bentuknya yang lucu. But as you know, we got no winter here, jadi mencari trapper hat di Indonesia bukan hal yang mudah, itulah yang mendorong Herald untuk membuat trapper hat sendiri bersama temannya Rara Nindita dengan label Polar Deer.

“Nama Polar Deer sendiri awalnya tercetus buat proyek musik/band yang ingin gue rintis. Rara suka sama nama itu dan minta izin buat dipakai jadi label nama clothing line yang mau dia buat, terus gue kepikiran ya kenapa nggak digabung saja. Kebetulan waktu itu, gue sama Rara masih kuliah di Bandung dan di sana masih cocok hawanya untuk pakai trapper hat. Kalau di Jakarta suka lihat beberapa yang pakai kalau ke gig musik,” ungkap Herald. Untuk koleksi awal, Polar Deer merilis berbagai model trapper hat dan beberapa apparel yang juga terkesan winter seperti jaket dan ponco. Selain konsepnya yang memang cenderung untuk udara dingin, salah satu keunikan Polar Deer lainnya adalah setiap pembelian akan mendapat CD berisi 3 lagu dan satu video musik/lookbook yang menurut Herald, inspirasinya datang dari duo electronic Jepang COLTEMÖNIKHA, produser Yasutaka Nakata dan fashion designer Keito Sakai.

“Kalau next project, kami mau coba mengeluarkan produk yang lebih wearable dan trapper hat yang agak berbeda, jadi nggak harus pakaian dingin lagi seperti produk-produk awal, karena base kami bukan di Bandung lagi tapi sudah pindah ke Jakarta,” cetus Herald tentang rilisan mendatang Polar Deer. Kalau L’Alphalpha sendiri, kapan akan merilis album kedua? “Kami baru rekaman dua lagu baru, entah itu untuk album/EP atau rilis single, kami masih nabung untuk album berikutnya. Doain aja.” Jawab cowok berumur 23 tahun yang diminta membuat mixtape kali ini. Prepare your trapper hat, its gonna be cold.

Interpol

“NYC”

Lagu paling favorit dari album terkeren milik Interpol! Lagu panas yang terasa dingin di saat yang sama.

 

The xx

“Islands”

Menurut gue, mungkin album xx adalah salah satu album paling romantis sepanjang sejarah indie rock. Dan “Islands” adalah lagu pertama yang membuat gue jatuh cinta dengan The xx.

Serena Maneesh

“Drain Cosmetics”

Salah satu band shoegaze terbaik era 2000-an, menurut gue sah untuk menjadi penerus sound My Bloody Valentine, dengan cara yang berbeda tentu saja..

 

Daft Punk

“Something About Us”

Lagu terbaik dalam kategori love song bagi gue. Bisa gue repeat berkali-kali sampai puas.

 

Deerhunter

“Vox Humana”

Entah apa yang disyairkan Bradford Cox di lagu ini. Tapi setiap mendengarkan, gue selalu termenung dan di benak gue banyak cerita yang tergambar seperti film pendek di lagu ini.

 

TV on The Radio

“Family Tree”

Indie rock dengan vokalis yang memiliki keturunan darah Afrika itu nggak pernah gagal untuk jadi band bagus.Dan lagu ini bagus banget dari awal sampai akhir.

 

M83

“New Map”

Hentakan drum serta nyanyian yang ada di lagu ini bikin gue semangat banget,

 

Jonathan Boulet

“A Community Service Announcement”

Suasana lagu ini sangat menyenangkan, cobalah berjalan diiringi lagu ini dengan mp3 player kamu, ritme lagu ini tidak akan mengganggu ritme berjalan dan sangat pas.

 

Bloc Party

“So Here We Are”

Seperti kata Kele Okereke setiap kali sebelum dia memainkan lagu ini secara live. “If you had a bit too much of whatever, this song is for you.”

Wu Lyf

“Heavy Pop”

Gue selalu merasa optimis setiap dengar lagu ini. Penuh dengan teriakan-teriakan semangat sekelompok anak muda yang membicarakan kebebasan.

As published in NYLON Indonesia Culture Club October 2012

Advertisements

Mixtape: Adhe Arrio

“Gue tertarik dengan musik elektronik itu pas mulai dengerin Daft Punk terus sekitar tahun 2004, gue dikenalin sama DAW (Digital Audio Workstation) lalu mulai tertarik bikin-bikin lagu,” ujar Adhe Arrio tentang awal mula ketertarikannya membuat musik elektronik. Cowok kelahiran Jakarta 26 tahun lalu yang mengaku sebagai synth lover ini selain dikenal sebagai gitaris/controller di band Backalley memang cukup sering membuat proyek musik elektro pribadi seperti single-single “All I See”, “Pachinko” dan “Tonight” yang baru saja dirilis, serta beberapa remix untuk band-band seperti The Upstairs, Empire of The Sun dan Passion Pit. Adhe yang mendapat influens bermusik dari Beatles, Daft Punk dan Chemical Brothers juga dikenal sebagai produser musik di Kamar Studio. “Kamar Studio awalnya hanya keisengan gue sama Adi (Easy Tiger) dan sesuai namanya memang ini kamar tidur gue, haha, tapi kami suka iseng bikin lagu di sini terus lama-lama banyak yang minta tolong mixing dan recording di Kamar Studio dan karena memang kami suka ya sudah kami mau dan berlanjut sampai sekarang,” cetusnya. Kini, selain album Backalley, Adhe juga sedang menyiapkan EP berisi 5 lagu electro yang mengajak kolaborasi dengan teman-teman musisinya seperti Widi Puradiredja dan Raben serta menyempatkan diri membuatkan mixtape berjudul “Afternoon to Midnight” yang asik didengar di tengah kemacetan Jakarta.

SBTRKT

“Pharoahs”

Album SBTRKT ini mungkin album paling sering diputar di iPod gue. Lagi nyetir pagi, siang, sore, bisa masuk semua, Aaron Jerome has made a great album.

Tiger & Woods

“Don’t Hesitate”

Simple and easy listening, what more can I say?

 

Miike Snow

“Paddling Out”

Pas pertama kali dengar lagu ini, menurut gue ini sesuatu yang fresh dari Miike Snow. Good to listen!

Air

“Parade”

Just enjoy the song dan lo bakal ngerasain masuk ke dalam musiknya AIR yang nggak bisa ditebak.

Azari & III

“Hungry For The Power”

Gue suka banget lagu ini karena banyak banget karakter synth dan drum machine klasik.

Aeroplane

“Save Me Now”

Strong bass line! Another classic disco track from one of my favorite producers, Vito de Luca.

Mustang

“Shooting Love (Fat Club Mix)”

I think this version is better than the original.

Neon Indian

“Polish Girl”

Lagi-lagi banyak suara synth di lagu ini, dan lagunya tetap enak buat dinikmati.

Nicky Romero

“Toulouse”

One of the rising stars in house, this track gonna blow you stereo!

Wolfgang Gartner

“Shrunken Heads”

If you like distortion in electronic music then you gonna love Wolfgang Gartner.

As published in NYLON Indonesia May 2012

http://adhearrio.tumblr.com/

8tracks Mixtapes

Actually I already made an account for popular mixtape sharing website, 8tracks.com, like months ago, but not until few days ago,  I finally make my own mixtape on that site. I’ve been so bored with last week holiday, and randomly browsing and googling so many things and site until finally I found myself try to remember my 8tracks password.

Anyway, here’s the three mixtapes I made, one is about summer, one about dancing while stoned and the other one is tribute for Sofia Coppola’s heroines. Just click the images for the links.

Enjoy.

Mixtape: Sarah Deshita

Sarah Deshita memiliki banyak hal yang bisa membuat kamu iri, salah satunya adalah jabatan Music Director di salah satu stasiun radio terkenal saat ia masih berumur 23 tahun. Bermula dari menjadi penyiar, nama Sarah memang identik dengan dunia radio, terutama di Oz Radio Jakarta tempatnya bekerja. Setelah 3 tahun menjabat sebagai Creative, ia ditawarkan posisi Music Director karena kepekaannya atas musik yang akan menjadi hits. Tapi menjadi Music Director secara profesional tentu saja memiliki tanggung jawab besar dibanding membuat playlist harian untuk diri sendiri, you must compromise with the commercial taste, termasuk memainkan musik yang sebenarnya tidak kamu suka. “There’s no such thing as shitty music now. All is good, hanya tergantung selera masing-masing saja,” ungkap cewek yang menyebut album Hail to the Thief dari Radiohead sebagai album favoritnya ini. “So yeah, I work until 3 a.m. in the morning, I have 40.000 songs in my library. And I LOVE EVERY SINGLE OF THEM. I love my job. And wouldn’t want to work anywhere else that’s not related to music.” Tambahnya. Selain weekday job sebagai announcer dan Music Director, hari-harinya juga diisi dengan menjadi MC di berbagai event, memanajeri band METRO, menjadi ambassador salah satu merek laptop, menyiapkan sebuah buku, dan berkutat dengan akun Twitter miliknya (@SarahDeshita) yang saat artikel ini ditulis follower-nya sudah mencapai angka 58.147 orang, jumlah yang cukup fantastis dan membuktikan dirinya sebagai salah satu radio personality paling terkenal saat ini. “I actually don’t really care how many followers I have. I actually put my Facebook on private so nobody can add me. But with Twitter, I also follow many people too. Sometimes, I get inspired by them. And I never really think why people follow me -and actually still ask for a follow-back. Prolly, because I tweet what they’ve always wanted to tweet. Hey. I read minds. Haha.

Lykke Li

“Sadness Is A Blessing”

Gotta live up my motto: “Art never comes from happiness.” Yea, those of you who are actually addicted to pain might love this track. Cherish the pain. There’s no such thing as irreplaceable.

Snow Patrol

“You Could Be Happy”

One of my favorite Gary tracks. “You could be happy, and I won’t know” gets me every time. You jump, I jump. You’re happy, and so will I. Happiness is contagious, in a way.

Red Hot Chilli Peppers

“Happiness Loves Company”

Sorry Frusciante fans, but I gotta thank God for Josh Klinghoffer. Happiness Loves Company, and apparently it’s Klinghoffer.

Coldplay

“Major Minus”

Always been a huge Coldplay fan. And this track right here, is one of the many reasons why I put “Shake hands with Chris Martin, again” in my bucket list. Well done. Fans of Kasabian, you’ll love it.

Valerius

“Whenever”

Nothing personal. They’re more than just pretty faces on your screen, or on stage. They rock it out real good. Makes you wanna shout, “Play that funky music, white boy!” Wait. That sounded wrong. “Play that funky TIGHT music, boys!” Funk the hell outta me.

Gorillaz

“On Melancholy Hill”

This is it. My exit music. If –one day, knock on woods, I have to… Ummm. Okay. This is hard. If. I. Have. To. Leave. The. Earth. Be alien somewhere. Maybe live someplace else much more beautiful than here. This just have to be my exit song. My credit-title-song. Yes. I’m outta here. Play me this song. And put it on repeat. It’s all worth it. Beautiful.

A-HA

“Velvet”

How could I not put this song on the list? One of the most beautiful songs in the history of music. Of course, after Radiohead’s True Love Waits. Simply mind-blowing.

Foo Fighters

“Everlong”

This gotta be the SEXIEST song like… EVER! “Breathe out, so I can breathe you in”?! PLEASE DO!

Stereophonics

“Dakota”

“YOU MADE ME FEEL LIKE THE ONE.” Hands down, Kelly Jones is simply the best vocalist in the planet. Yes. HE’S THE ONE. Not just a feeling. He really is.

Lenny Kravitz

“Rock Star City Life”

Dude, this song has ATTITUDE. Gives me the shiver, EVERY-SINGLE-TIME!

As published in NYLON Indonesia November 2011

Mixtape: Marcel Thee

Marcel Thee adalah salah satu orang dengan sejuta kesibukan yang berhubungan dengan musik. Selain dikenal sebagai frontman Sajama Cut dan Roman Catholic Skulls, Marcel juga disibukkan dengan website miliknya Cultural Glitch yang juga dimuat di web Jakarta Globe, sebuah record label The Bronze Medal Recording Company dengan artist roster meliputi Sigmun dan Jirapah, merilis limited merchandise lewat clothing line miliknya, European Porn, dan masih menyempatkan bermain dengan anaknya, Anio Thee. “Sajama Cut lagi hibernasi dulu untuk sekarang. Kalau Roman Catholic Skulls akan merilis versi fisik dari “Weathered” yang kemarin dirilis online secara free, via label asal Jerman, Siko Records. Kami juga sedang memproduksi album kedua yang bernuansa ambient-gospel.” Cetus Marcel tentang kegiatan bermusiknya. Ternyata itu baru sebagian kecil, karena ia langsung melanjutkan, “Proyek musikal gue cukup banyak. Gue baru merilis proyek Strange Mountain via label Denmark A Beard of Snails Records. Itu proyek drone-atmospheric gue sendiri. Gue juga sudah merilis album debut solo gue, With Strong Hounds Three. Selain itu, gue juga ada proyek musik dengan Ken dari Jirapah, Gonzo dari Duck Dive, dan Adrian Adioetomo. Semoga ketiganya bisa dirilis tahun ini juga. Gue juga akan memproduksi album debut Eric dari Deathrockstar.” Dengan dedikasinya yang begitu besar dalam bermusik, saya pun memintanya membuat mixtape. “Sekarang ini lebih sulit untuk meluangkan waktu mendengarkan musik, kecuali dalam perjalanan, baik mobil, motor, ataupun kendaraan lainnya. Mixtape ini cocok untuk perjalanan-perjalanan panjang tersebut. Yang pasti, ini bukan lagu-lagu disposable yang bisa cuma jadi aural wallpaper. Butuh dedikasi; seperti karya-karya seni yang terbaik.” Ungkapnya tentang mixtape berjudul “Songs to drive at night with” ini.

 

Tindersticks

“Let’s Pretend”

Melancholy without the sappy-nes; Baroque for drunken men.

Bedhead

“The Rest of the Day”

Lagi, satu dari sekian karya emas band asal Texas ini dari album kedua terbaik mereka. Intensitas dalam kedewasaan. Jauh lebih menghantui dari band-band rambut gondrong bertato dengan 10 pedal distorsi.

Flying Saucer Attack

“Soaring High”

Bising yang hipnotik. European pop dalam bentuknya yang paling atraktif.

A Silver Mount Zion

“13 Angels Standing Guard ‘Round the Side of Your Bed”

Glorious sounding sadness.

Rex

“Ride Home”

Lagu dan album yang lebih dari cocok untuk perjalanan pulang panjang di jalanan tanpa akhir.

Guided By Voices

“Man Called Aerodynamics”

Band favorit dengan satu dari ratusan emas di katalog lagu mereka.

Dead Can Dance

“Fortune Presents Gifts not According to the Book”

Like catching a glimpse of your previous lives.

Rachel’s

“An Evening of Long Goodbyes”

Album underrated dari band yang underrated. Dingin dan hangat pada saat yang sama.

Golden Pawn

“Workers Lament”

Ambient yang menggambarkan bunyi jalanan. Cocok untuk akhir jalan yang panjang.

As published in NYLON Indonesia April 2012

Mixtape: Ken Jenie (Jirapah)

I remember the first time I made a mixtape it really wasn’t for anybody’s listening pleasure except myself and the songs that I fell in love with. It was my first exposure to the colorfully gritty world of hip hop and my parent’s refusal to buy me records with profanity (I was barely a teen) that led to me making mixtapes. While in Junior High School you can often find me sitting by my stereo’s tape deck to catch Wu-Tang Clan’s “Da Mystery of Chessboxin” and Shyheim’s “On and On” get played on 97.1 and staying up very late listening to Stretch and Bobbito’s show on 89.9 to catch some uber-interesting tracks I wouldn’t have been able to listen to otherwise. Inspired by those first mixtapes experiences, the following selection of music is a compilation of some of my favorite 90s hip hop songs that aren’t too familiar but aren’t too obscure either, enjoy!

Smiff N Wessun

“Bucktown”

My goodness, this song is such a smooth headbopper and when the chorus comes along you just can’t help sing along.

Company Flow

“8 Steps to Perfection”

Rugged like Rwanda!!! This song is hard as hell without having to be aggressive.

Artifacts

“Wrong Side of the Tracks”

The best song ever made about grafitti.

Juggaknots

“I’m Gonna Kill You”

Breezly Brewin’s liquid flow telling a story? Perfect.

Siah & Yeshua Da Poed

“The Norm”

Unsung Heroes production is great and the song features, in my opinion, one of the best hip hop duo to ever grab the mic.

Eminem

“I Just Don’t Give a Fuck”

One of the best punchline-fest I have ever heard.

Common

“Bitch in You”

Common Sense putting Ice Cube in his place accompanied by Pete Rock’s production, this is one of those diss songs with tons of replay value.

J-Live

“Braggin’ Writes”

J-Live’s production and lyrical ability makes him a double-threat and this song really shows that off. A classic!!!

Non Phixion

“Black Helicopters”

Okay, so this was actually around 2000, I think, but everything from Non Phixion’s conspiracy politics is perfect and Necro’s production is on point so I just had to put this in!

Camp Lo

“Black Nostaljack”

A smooth, funky headbopper featuring some of the best flows Sonny Cheeba and Geechi Suede has recorded.

As published in NYLON Indonesia December 2011

Photo by Poppie Mayiesky

Hear Jirapah music on http://www.myspace.com/jirapah

Mixtape: Answer Sheet

Mendengar bunyi ukulele, biasanya kita langsung membayangkan suasana pantai berpasir putih dengan pohon-pohon kelapa dan segelas piña colada di tangan. Kamu bebas memilih pantai mana pun, mulai dari Pantai Waikiki di Hawaii, tempat instrumen petik tersebut berasal, hingga Pantai Sadranan di Yogyakarta, yang menjadi sumber inspirasi bermusik bagi Answer Sheet. Unit musik asal Jogja yang terdiri dari Wafiq Giotama (Ogi, ukulele/vokal/tamborin), Mas Gilang Karebet (Karebet, ukulele/vokal/keyboard) dan Abdullah Haq (Abi, bass/backing vocal) ini memang mengandalkan bunyi ukulele untuk membangun musik mereka yang easy listening dan nyaman didengarkan di hari libur. “Lebih mudah dieksplor, lebih portable, kebetulan referensi musik juga banyak yang pakai ukulele, dan menyenangkan.” tandas Ogi tentang alasan mereka memilih ukulele sebagai senjata utama. Dengan influens meliputi Beirut, Jens Lekman, Jake Shimabukuro dan Dent May, trio yang lebih memilih disebut duo (“Karena dihitungnya dari nol! Haha” ucap Ogi) ini telah merilis beberapa single seperti “Stay, Leave”, “A Love Beach, Sadranan”, “The Pleasant Drink of United Ink” dan beberapa cover dari band-band seperti Coldplay, Netral dan Blur yang terdapat dalam dua EP mereka, Uku Got EP Live in Bedroom dan SEA Indie Singles “SEA001: Answer Sheet”. Sambil menunggu dirilisnya LP pertama mereka, nikmati dulu mixtape berisi racikan lagu-lagu pengisi liburan ala mereka dan mulai belajar memainkan ukulele di liburan kali ini. 

 

Kishi Bashi

“Manchester”

Sejauh ini 151a merupakan salah satu rilisan favorit di tahun 2012. “Manchester” memiliki aroma warm feeling tersendiri, terutama saat menyusuri trotoar kota di pagi hari setelah berkutat dengan rutinitas selama berbulan-bulan.

 

Israel Kamakawiwo’Ole

“White Sandy Beach Of Hawaii”

Dan memang lebih baik untuk tidak melupakan ukulele dengan permainan alunan tembang hits lawas ketika berduaan bersama pasangan di pantai. Google it: “Bruddah Iz” – sebutan akrab Israel, RIP – lalu kamu akan menemukan fakta kalau beliau adalah salah satu legenda yang paling dikenal dari scene musik Hawaii.

Tommy Guerrero

“Thank You MK”

Siang yang panas, berbaring di kamar dengan segelas limun dingin. Melamun, memandang langit-langit. Imajinasi liar membawamu berjalan di pinggiran pesisir laut Meksiko. Dari jauh tampak bangunan bar terbuka ala Maladewa, lengkap dengan pengunjung yang mengenakan aloha shirt.

 

Depapepe

“Summer Parade”

Lagu favorit dari Depapepe. Cocok ketika terbangun di pagi yang cerah (masih) di pinggir pantai. Ada jet ski, paraseling dan permainan lainya. Jika difilmkan, kamera menangkapmu dari helikopter yang terbang tinggi sambil mengikuti movement dari depan. TV banget deh.

Petty Booka

“Let’s Talk Dirty In Hawaiian”

Walau kurang begitu paham dengan kata-kata kotor yang diucapkan, namun mencari kosakata baru akan menyenangkan dalam menghabiskan waktu liburan. Petty Booka adalah duo ukulele wanita menawan dari Jepang yang sudah ditinggalkan semua founding member-nya.

 

Two Door Cinema Club

“What You Know”

Kembali ke kota di malam hari bersama teman-teman hits nan hip. Berhenti di sebuah klab malam dengan dua pintu, memasukinya kemudian dilanjutkan dengan momen girang bersama. Ya, a club with two door, literally.

Jubing Kristianto

“Ayam Den Lapeh”

Lagu Minang yang dibawakan ulang oleh gitaris fingerstyle Indonesia, Jubing Kristianto. Mungkin komposisi tersebut dapat mengingatkanmu tentang semua yang sudah kamu jelajahi di museum pada waktu siang tadi.

Beirut

“Elephant Gun”

Salah satu influence terbesar kami dalam bermusik. Zachary Francis Condon cs selalu berhasil membuat musik yang kaya. Alasan utama mengapa lagu ini masuk dalam playlist adalah karena liriknya: “Let the season begin…” Memang seharusnya musim liburan dimulai.

 

Foals

“Spanish Sahara”

Terkadang liburan tidak harus selalu menyenangkan. Sikap galau bisa jadi alternative dalam mengisi waktu liburan. Ditambah menjadi penghuni Twitter ababil yang sarat akan galau. Alunan sunyi ini dapat membuatmu lebih galau walau sedikit. Ayo liburan galau!

 

Benjamin Francis Leftwich

“Atlas Hands”

Track ini kami persiapkan untuk mengakhiri liburan. Tidak bisa membohongi diri kalau kamu masih ingin liburan. “Cause I’m still in love with that place…” katanya. Semua kenangan liburan akan tersimpan dalam benakmu dengan lagu ini.

As published in NYLON Indonesia June 2012

Photo by Galih Indra Setyanto

http://www.answersheet.co.nr/

Mixtape: Wing Narada Putra (Maverick)

“Awalnya project ini hanyalah Experimental/Collage project, seiring waktu saya semakin mengeksplor tentang beatmaking dan bereksperimen dengan macam-macam bebunyian. Untuk nama Maverick sendiri sebenarnya nggak ada cerita khusus, it just crossed my mind randomly.” Ungkap Wing Narada Putra alias Maverick alias The Glazy Donut, seorang beatmaker/electronic musician asal Jakarta yang namanya dikenal setelah merilis free EP berjudul The Illustration yang berisi 4 lagu experimental dengan sample beat hip-hop, jazz, dan bebunyian ganjil. Selain EP tersebut, track buatan pria yang juga bekerja sebagai asisten Music Director di Brava Radio ini pernah dirilis dalam bentuk home-made CD-R demo dan tergabung di satu kompilasi rilisan Stone Age Records (Jakarta), di mana dia memproduksi semua track buatannya dari dalam kamarnya (“The place where all the magic happens!” serunya). Selain project Maverick, dia juga tergabung dalam proyek bermusik dengan nama Sangsaka Worship bersama Sawi Lieu dan Al Imran Karim yang masih berkutat di ranah noise rock/experimental stuff.

I dig sounds from the past up until today’s buzz. I’m pretty eclectic when it comes to influences because I can’t manage myself digging to some particular genres haha.” Jawab Wing tentang inspirasinya dalam membuat musik yang juga terungkap dalam playlist yang ia buat untuk mixtape kali ini. Final question: where’s the name The Glazy Donut came from? “Haha it came out accidentally when my bro Sawi Lieu post one of my joint on Facebook and he mentioned ‘from the glazy donut himself’ and it just struck me. I need an alias anyway haha.”

The Velvet Underground

“I Heard Her Call My Name”

Sonic experimentation at its finest.

 Colin Stetson

“Lord I Just Can’t Keep From Crying Sometimes”

Classic rendition of Blind Wilie Johnson’s song from 1928. Currently on heavy rotation.

aetra

Sawi Lieu

“Aetra”

My bro made this awesome mind-expanding composition. You guys should check it here http://www.soundcloud.com/sawilieu

The Heliocentrics

“Before I Die”

Ever wonder if Sun Ra decided to jam with Clyde Stubblefield and Ennio Morricone?

Thundercat

“Is It Love?”

Virtuoso of today! Saya menjagokan debut albumnya The Golden Age of The Apocalypse sebagai the best albums of 2011.

Shogun Kunitoki

“Montezuma”

Epicness of the epic.

Tied and Tickled Trio & Billy Hart

“Calaca”

Makes me wanna grab a bass guitar and play the riff while walking around town

Mahavisnu Orchestra

“One Word”

John McLaughlin is a guitar prophet sent from heaven. Period.

Frank Zappa

“Inca Roads”

There’s something mystical about this song.

David Axelrod

“A Divine Image”

Sending me shivers everytime the violins kicks in.

http://www.soundcloud.com/mvrcksounds