Art Talk: The Sugary Drawing of Maelle Rajoelisolo

maeller

“Saya lahir dan besar di Paris, dan hal itu jelas membawa pengaruh yang besar dalam karya saya… Saya mungkin tidak akan tertarik pada fashion jika saya tidak pernah tinggal di kota ini,” ujar Maelle Rajoelisolo, seorang fashion and beauty illustrator yang berbasis di ibukota Prancis tersebut. Penuh warna, fun, dan super girly dengan referensi dari daily style, haute couture, dan pop culture, meiihat karya bermedium pensil warna dari gadis berumur 26 tahun tersebut di akun Instagram miliknya @cirquedepapier memang memberikan sensasi yang sama ketika kamu melihat deretan dessert penuh warna di etalase toko kue favoritmu. “Thank you! I love that compliment! Saya pecinta makanan manis jadi saya senang mendengarnya,” tanggap Maelle akan komentar tersebut. “Saya sangat suka passion fruit dan chocolate macaroons, crêpes, apple pies and very good chocolate fondants. Hanya membicarakannya saja sudah cukup membuat saya lapar,” sambungnya tentang daftar dessert favoritnya. Selayaknya kudapan manis yang lezat, we sure can’t get enough of her works, saya pun tergoda untuk mengobrol lebih jauh dengannya.

brooklyn

Jadi, bagaimana awalnya kamu tertarik menekuni bidang ilustrasi?
It was (and still is!) a long and not easy way; Saya suka menggambar sejak kecil tapi untuk serius di bidang ini sebetulnya tidak direncanakan. Awalnya saya berpikir untuk menjadi seorang arsitek atau pengacara, namun saya berubah pikiran dan tertarik menjadi artistic director. Saya akhirnya memutuskan menjadi ilustrator dan belajar desain grafis. Waktu itu saya membuka blog (saya sudah kecanduan internet sejakumur 11 tahun) dan mulai menggambar setiap hari.

Bagaimana sih typical day bagimu?

There is no typical day in work, dan saya menyukainya. Tapi biasanya saya bangun jam 8 pagi, mulai bekerja jam 9, makan siang jam 1 siang, mengerjakan hal lain sampai jam 3, menggambar lagi, stop di jam 7, pergi keluar (atau makan malam di rumah, saya tinggal bersama pacar saya jadi biasanya tergantung apa yang ingin kami lakukan dan jam berapa dia pulang), dan biasanya saya bisa mulai menggambar lagi dari jam 9 malam sampai jam 1 dini hari. Sejujurnya saya seperti burung hantu, saya senang bekerja di malam hari, jadi saya lebih suka bangun siang (I know, it’s bad) dan bekerja sampai larut malam (sampai jam 3 pagi bahkan). Tapi semuanya tergantung dari jadwal saya, terkadang saya juga harus pergi ke kantor, tergantung klien.

Seperti apa kondisi tempat kerjamu?

Flat saya termasuk kecil jadi saat ini saya bekerja di sebuah meja kecil yang penuh dengan barang-barang saya! Saya juga termasuk orang yang berantakan… Jadi semua hal tergeletak sembarangan. Saya tidak sabar untuk pindah ke flat yang lebih besar jadi saya bisa punya ruang yang lebih luas untuk kerja. Terkadang saya juga suka bekerja di co-working café; I love the environment and being surrounded by other creative people.

 paris2

Apa yang biasanya kamu gambar kalau sedang melamun?

I usually sketch random girls in random poses, wearing random dresses (or not). Saya juga suka menggambar karakter chibi. I love chibis. They’re were my favorite thing to draw back when I was a teen.

Bagaimana kamu mendeskripsikan karyamu?

Baru-baru ini ada yang menyebut kalau karya saya adalah “happy-making” dan saya senang mendengarnya. Saya juga berusaha menciptakan dunia saya sendiri yang selalu terinpirasi fashion, elegan tapi tidak terlalu serius dan selalu penuh warna. Misi saya adalah untuk membangun dunia tersebut secara maksimal, seperti yang dilakukan Wes Anderson dalam film-filmnya.

Apakah ada seniman yang menginspirasi karyamu?

Banyak, saya tidak bisa menyebut semuanya karena biasanya hal itu suka gonta-ganti seiring waktu, tapi saya selalu mengagumi karya-karya Laura Laine, Fifi Lapin, sahabat saya Sibylline Meynet, Paper Fashion… dan banyak lagi. 

Dari mana saja biasanya kamu menemukan inspirasi untuk menggambar?

Ada banyak film dan serial TV yang menginspirasi saya. Selama ada unsur fashion di dalamnya. Contohnya, saya menggambar banyak hal dari film Marie Antoinette karya Sofia Coppola untuk sebuah pameran tahun lalu dan beberapa adegan dari film favorit saya, Funny Face yang dibintangi Audrey Hepburn. Dan walaupun saya bukan penggemar berat Taylor Swift, saya tidak bisa menahan diri untuk menggambar outfit yang ia kenakan di video “Blank Space”.

 paris

Selain pensil warna, medium apa lagi yang biasanya kamu gunakan?

Saya pernah mencoba mewarnai di komputer saat saya remaja namun tidak melakukannya lagi sejak saya menyadari jika pensil warna adalah medium favorit saya karena mengingatkan masa kecil saya, Baru-baru ini saya juga mulai berkarya dengan cat air.

Musik apa yang biasanya kamu dengarkan saat bekerja?

Apa saja. Saya lebih memilih musik yang relaxing, tapi musik pop pun tidak masalah. Saya bisa mendengarkan musik sambil berkonsentrasi menggambar dan secara otomatis menyimak lirik lagu tersebut… Otak saya lebih fokus pada hal seperti itu ketika saya sedang menggambar.

nylon

Apa hal yang baru kamu sadari atau pelajari belakangan ini?

Saya baru menyadari jika gadis-gadis yang saya gambar bisa lebih dari sekadar paper dolls, saya bisa mengubah mereka menjadi sebuah pattern, notebook, dll. I am so happy to push my work further!

Apa proyek selanjutnya?

Saya sedang mencoba untuk berkolaborasi dengan brand yang saya suka. Baru-baru ini saya senang bisa bekerja dengan Boohoo.com di akhir tahun lalu. Saat ini saya juga masih mengerjakan brand dan toko paper goods saya. Ada banyak produk yang ingin saya desain dan buat, namun seperti biasa hal itu membutuhkan banyak waktu dan uang. So everything is going step by step.

 lemonade

Follow Maëlle Rajoelisolo di Instagram @cirquedepapier, Facebook: Cirque de papier, Tumblr: @cirquedepapier.

Advertisements

The Technicolor Paper Art of Nhung Nguyen

Nhung Nguyen

Whether it’s collage, sketches, or papercraft, it’s only takes some papers and a pair of scissors for Nhung Nguyen to create some magical art of her own.  

lolita

Hello there, would you mind to introduce yourself?

Hello, my name is Nhung Nguyen and I am a French illustrator living in Paris.

What’s the first thing sparks your interest towards art?

When I was a child, I had a fascination for the painter Claude Monet, for his use of color. I still love his work. It is a world apart, there is a really a sense of color, shapes are random, we have the feeling that we are with him in his atelier in Giverny. I remember that I have participated to a contest in a children magazine, on garden subject, and I try to draw with charcoals…and I won!

Why do you choose paper/collage as your medium of works?

I always drew with traditionnal way (color pencils, watercolor) but one day, I tried cutting shapes in papers,  inspiring from Matisse collage and Simon Hantai folded canvas and I do not get tired to do that. There is a universe that I try to develop. My art is to do things with sensitivity and heart. I try to develop a fragile and graceful expression by cutting shapes in colourful sheets of paper. I choose paper/collagebecause I can work in two or three dimensions to make an illustration or a design. It is also an elegant medium: paper changes appearences depending on the density of the light. I can choose different types of paper depending on the thickness and colors.

plants

What it feels like for you to be raised in Paris, how is your childhood upbringing related with your work?

It is exciting to live in Paris. Paris is a very inspiring city for its history, its creativity and variety of artisitic scene for music, visuals arts, architecture and fashion. My parents are not at all in the field of art. I have always drawn since I was a child. I have always loved everything artistic. I read and watched a lot of books. But I was always curious and I always wanted to know more. That’s why I studied in Fines Art school called la Villa Arson at Nice, in French Riviera. In this school, I tried to experiment several mediums more traditionnal (such as painting, silkscreen, wood and metal sculpture, drawing, photography, ceramics) as well  as modern mediums  like the digital pole with video,  sound and performance. Then,  I returned to Paris for an internship with the photojournalist Reza, in the Webistan agency. I realized that I liked working with pictures. Little by little, I have realised that  Illustration I like above all, and I have never stopped practicing.

How do you get the inspirations? Any particular things inspire you at this moment?

Everything and everywhere.  Cinema, music… I mainly like to watch people walking in the street, sitting in a café. I like to draw my inspiration from life.

yyys1

 I know you’ve been making series about Jacques Demy, what prompt you to do that?

I did these series because there is the retrospective of the famous French filmmaker, Jacques Demy (The Umbrellas of Cherbourg, Donkey Skin, The Young Girls of Rochefort). There is an exhibition currently at La Cinémathèque française in Paris, where they had organised an evening show for young people in art school, and I was able to participate. Donkey Skin is one of my best movies that I love. I like the colorful and musical world of this film.

jd1

What else you enjoy beside art?

I love travelling! Last year, I went to Cambodia and discovered Angkor temples. I fell in love with this place. I can not wait to find other places in the world. I love discovering new cultures and new landscapes.

I love also cooking. I love sharing my table with friends. I love making cakes with my sister who is great at baking delicious pastries.

Next project?

I am actually working on a children book, fingers crossed!

nguyen

http://mynameisnhung.blogspot.fr/