#30DaysofArt 3/30: Argya Dhyaksa

Di tangan lulusan Kriya Keramik ITB ini, seni keramik menjadi sesuatu yang sangat fun. Makhluk-makhluk imajiner dari keramik yang diwarnai glasir dan disandingkan dengan kalimat humor yang absurd menjadi ciri khas karya seniman kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1991 yang akrab disapa Gya ini. Terkesan childish serta “seenak jidat”, Gya mengakui jika hal itu terbawa dari kebiasaan menggambar kartun favoritnya saat kecil dan membuat karakter sendiri berdasarkan teman-teman dan hal sekelilingnya. Maka tak heran, karyanya banyak memodifikasi budaya populer dan humor-humor sektoral yang dibumbui sarkasme. “Saya ingin karya saya selalu serius dalam bermain-main, dan saya ingin orang melihat inilah seorang Argya Dhyaksa dalam karya saya. Saya tidak ingin orang memaknai terlalu dalam lalu tenggelam, lebih baik seperti tablet effervescent mengambang dan pelan-pelan larut tanpa harus saya aduk,” tandas pemilik Kirain Studio di Bandung ini.

gya

Apa yang pertama kali membuatmu tertarik pada seni?

Dulu asli deh nggak suka banget sama seni, dalam hati tuh kaya mikir “Nih orang pada bikin apaan sih, kenapa ya mereka?” Ya dulu masih tertutup banget lah, terus pas di kampus kan lingkup seninya luas banget dan ternyata nggak semua seni tuh “apaan sih” walaupun banyak juga yang “apaan sih”.  Juga jadi mulai terbuka, jadi mungkin yang memperkenalkan pada seni ya lingkungan kampus aja pada waktu proses perkuliahan.

Apa yang kemudian mendorongmu untuk berkarya?

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan jujur dalam lubuk hati yang paling dalam, dorongan berkarya adalah uang dan popularitas, maaf nggak bisa jawab yang lain, cuma kepikiran ini gimana dong maafin yah.

Bagaimana akhirnya kamu menemukan medium favoritmu?

Yang jelas semua melalui proses trial and error banget soalnya bikin keramik kan mestinya harus melalui ritual-ritual merepotkan yang prosesnya panjang, tapi karena saya pemalas saya dobrak ritual itu dengan cara yang bisa saya nikmati, sejenis pakai cheat gitu sih tapi masih dalam batas wajar. Walaupun dapat cheat-nya juga harus ngerti dasarnya dulu baru bisa nemu cheat-nya.

waeee

Masih ingat ekshibisi perdanamu?

Masih. Ekshibisi pertama untuk yang keramik sih dulu di Padi Art Ground. Sekarang tempatnya udah ambrahum, dulu bikin karya keramik bentuknya binatang kecil-kecil yang dideformasi gitu, yang kalau diingat dulu bikinnya sampai mau nangis karena mikir ”Ya ampun bikin keramik gini-gini amat ya ribet banget.”

 

Pencapaian paling berkesan sejauh ini?

Sebetulnya untuk bisa masuk ke dalam art scene itu buat saya suatu pencapaian karena saya sebetulnya berada di grey area. Material keramik itu kalau di luar negeri sulit untuk berada di wilayah art, dianggapnya material craft, apalagi saya lulusan dari kriya, untuk masuk ke art scene pasti kesempatannya lebih sulit daripada yang lulusan seni murni.

Siapa saja seniman yang menjadi inspirasi?

Grayson Perry dan David Shrigley. Keduanya memakai teks yang memperkuat karya yang mereka buat, lalu Naoki Nomura karena bentuk keramiknya yang absurd tapi keren.

artwork-1471173237

Apa rasanya menjadi seniman di era social media seperti sekarang?

Ada plus minusnya sih. Plusnya referensi semakin banyak ditemukan jadi makin mudah mencari inspirasi berkarya, publikasi juga gampang banget. Minusnya, yang karyanya niru ya gampang ketahuan “referensinya” siapa, kan kasian tuh hehe. Terus kalau ada orang mengunggah kesuksesan menimbulkan rasa sirik menyebabkan penyakit hati.

 

Bagaimana kamu melihat skena seni di sekitarmu sekarang?

Art scene di kota Bandung berlangsung damai sentosa, tidak ada yang sirik-sirikan adanya sirik betulan, haha nggak deng. Di Bandung kalau pameran sih kurang menarik, yang datang pameran paling yang itu-itu aja, lebih menarik pameran di Jakarta karena nggak ketebak siapa yang bakal datang.

artwork-1448964646

Your current obsession and secret skill di luar seni?

Kalau current obsession mau jadi Youtuber aja sih bikin video yang nyampah di Youtube nge-review produk-produk fiktif sama eksperimen sosial yang nggak ada faedahnya dan banyak mudharatnya kayanya seru. Secret skill ya secret dong.

Di mana biasanya kamu bisa ditemukan kalau weekend?

Di rumah palingan, tidur, aku lelah.

Target sebelum usia 30?

Target sebelum umur 30 tahun saya adalah berumur 29 tahun, umur kan nggak ada yang tau, hehe.

karya-3

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s