On The Records: Hazen Mardial

Bicara tentang dubstep, tidak usah jauh-jauh membahas Skrillex atau album baru Muse yang terinfluens genre asal Inggris ini, karena nyatanya Indonesia pun memiliki pengusung dubstep keren tersendiri yang salah satunya adalah Hazen Mardial, seorang beatmaker/producer Electronic Dance Music (EDM) asal Jakarta. Mardial yang awalnya tergabung sebagai vokalis di band modern rock bernama Tales Of Science mulai aktif di forum EDM Indonesia, khususnya Ableton Indo yang bermarkas di Kaskus, saat band tersebut bubar. Dia yang memang sudah tertarik membuat musik elektronik sejak SMA akhirnya mulai memproduksi track sendiri dari kamarnya, yang disebutnya sebagai JKT Bass. Dengan influens meliputi Radiohead yang diakuinya sebagai band favoritnya sepanjang masa, DJ dari Circus Records UK, dan producer dalam negeri seperti Bima G, DTX, Billy Kurniadi, Gizky Hary, musik racikan Mardial mulai dikenal publik, terutama berkat single “Yosohot” yang tergabung dalam album kompilasi Ableton Live Indonesia dan hasil remix-nya untuk Homogenic, C’mon Lennon, Yacko dan banyak lagi.

Hi Mardial! Boleh cerita sedikit tentang diri lo dan apa yang lo kerjakan?

Kalau ditanya gue siapa, gue mahasiswa tingkat akhir, pecandu musik, electronic music producer, aktivis Ableton Indonesia (digital audio workstation/software). Kalau ditanya sekarang gue lagi ngerjain apa,  gue lagi merampungkan beberapa Album EP (digital release) dan performing gigs to gigs. Dan tentunya sedang ingin menyelesaikan kuliah.

Dari sekian banyak cabang electro, kenapa memilih konsen di dubstep?

Jujur gue belum lama mengenal musik ini, gue dengerin berbagai macam musik dan di dubstep ini gue temuin sebuah unsur yang menurut gue bisa mewakili sedikit musikalitas gue yang boleh dibilang memberontak, yang gue bicarakan di sini adalah musik dubstep era 2009 ke atas di mana segala macam unsur EDM mulai bertubrukan secara liar namun tetap kreatif dan enjoyable. Intinya gue sangat suka bereksperimen dengan berbagai macam unsur genre, dan di dubstep ini yang menurut gue tepat buat menyalurkan ide-ide liar gue. Mohon maaf buat pionir dubstep atas kelancangan gue.

Band/album musik apa saja yang paling berpengaruh dalam karier bermusikmu?

Kalau lo tanya ke temen-temen dekat gue, mereka pasti akan menjawab Radiohead. Memang tidak ada hubungannya dengan musik yang gue mainkan, tapi menurut gue Thom Yorke dan kawan-kawan adalah sebuah icon pemberontakan pengotak-kotakkan musik. Dan OK Computer tetap menjadi album Radiohead terbaik sepanjang masa versi gue (They used electronic music too). Kebanyakan gue suka sama band-band Indie seperti The Drums, Vampire Weekend, The Strokes. Gue juga tumbuh dengan musik-musik cadas seperti kebanyakan anak muda Ibu Kota lainnya dan gue juga suka banget sama band lokal Efek Rumah Kaca, The Upstairs, WSATCC, Zeke and the Popo, Homogenic, Seringai dan banyak sekali. Buat dubstep sendiri influence utama gue adalah DJ/producer keluaran Circus Records UK seperti Doctor P, Roksonix, dll. Gue juga dapet banyak pengaruh dari 16bit, Rusko, Caspa, Skream, Dream, Culprate,  Nero,  Delta Heavy, Savant, dan masih banyak lagi

Boleh cerita tentang JKT Bass yang lo usung? 

Hahaha.. JKT Bass adalah sebuah parodi, awal penggunaan kata JKT Bass adalah di saat gue tidak mau menyinggung scene Dubstep yang sudah ada atas karya-karya gue yang sedikit melenceng dari dubstep itu sendiri, mungkin orang mengenal JKT Bass dari label genre di Soundcloud.com/mardial dan gue gak nyangka banyak juga temen-temen producer yang menggunakan label “JKT Bass”.  intinya kalau di UK ada “UK Bass” di Jakarta gue juga pengen ada “JKT Bass” mungkin habis ini gue bakal dicaci sama “Music Genre Police”.

Brazil punya favela, Inggris punya dub yang sifatnya lebih merakyat, tapi kalau di Indonesia, gue melihat kultur musik elektronik sendiri masih milik kalangan menengah ke atas, kalau dilihat dari DJ school yang mahal, charge di club/event yang mahal (dan dresscode overdressed yang sucks), gue pikir sudah seharusnya musik electronic bisa lebih merakyat, kalau menurut lo sendiri gimana?

That’s the point! Kalau lo pecinta musik seharusnya lo datang buat musik, bukan cuma buat gaya-gayaan dengan high heels. Gue punya banyak banget temen yang memang cinta sama musik dan bagusnya di scene Bass Music (Drum and Bass, Dubstep, Dub, Grime, etc) kulturnya memang lebih merakyat dan yang masih menjadi penghalang adalah Club/venue Policy itu sendiri.  Club/Venue jelas mencari pendapatan dan mereka pastinya punya kebijakan agar crowd-nya tidak kebablasan dan dandan seenaknya, jadinya untuk di Indonesia venue harus bisa lebih paham bahwa Electronic Music bukan cuma gemerlap malam dan keglamoran. Namun ada juga scene lain yang lebih “apa adanya”. Big ups for Indonesian Bass Music Label/EO  yang sampai sekarang masih menerapkan event yang tidak menuntut crowd-nya macam-macam.

Siapa beatmaker/DJ/Producer Indonesia idola lo dan kenapa? Skill apa aja yang penting untuk jadi seorang beatmaker?

Di Indonesia banyak sekali producer yang menginspirasi gue seperti Bima G, DTX, Billy Kurniadi, Gizky Hary dll. Bicara soal skill yang sangat dibutuhkan oleh beatmaker/producer adalah musikalitas itu sendiri, perbanyak referensi, dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Yang gue perhatikan saat ini banyak sekali producer muda berbakat yang lebih mementingkan teknik ketimbang musikalitas, sedangkan menurut gue setinggi apapun skill producing kita, kalau kita tidak bisa membuat nada yang catchy akan sia-sia, mungkin secara batin producer tersebut akan puas, namun pendengar akan malas untuk mendengarkan karya kita lagi apabila lagu tersebut bersifat egois. Jujur gue bukan pribadi yang idealis, gue lebih dinamis dan sangat menerima masukan. Because life is learning.

https://soundcloud.com/mardial

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s