Through The Lens: Rukii Naraya

Rukii Naraya

Boleh cerita sedikit tentang diri kamu?

Laki-laki yang lahir di ibukota 28 tahun yang lalu yang menghabiskan sisa hidupnya untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya menarik. Jika tidak dalam jam kerjanya, kalau tidak menggambar di studio mininya, ia suka jalan-jalan bersama kamera kecilnya. Kini ia jatuh cinta dan tinggal di Jogjakarta. Saya juga mengurusi zine alternatif bernama FUR sejak 2008.

Apa yang membuatmu tertarik dengan fotografi?

Memori. Ketika saya bertemu dengan sebuah peristiwa, fotografi membantu saya menyimpannya. Cerita. Salah satu media saya untuk menggambarkan apa yang ingin saya ceritakan. Bagi saya fotografi dan menggambar itu sudah merupakan kebutuhan. Jadi itu bukan lagi pekerjaan atau side job, melainkan sama seperti saya membutuhkan makan atau liburan.

Siapa fotografer favoritmu?

Ryan McGinley; youth, nude and freedom. Tiga kata yang saya suka dari seorang Ryan.

000062

Apa ciri khas/signature dari foto-fotomu? 

Sebenarnya saya tidak pernah tahu apa yang khas dari foto saya, mungkin orang-orang yang melihat proses karya saya yang bisa mengatakan itu. tapi yang jelas saya selalu ingin bercerita tentang apa yang pernah atau sedang saya alami, salah satunya lewat fotografi.

Tolong ceritakan tentang foto-foto yang kamu kirimkan ini.

Kota ini sepertinya menyimpan sudut-sudut ruang yang sampai saat ini saya selalu dibuatnya terkejut. Banyak sudut-sudut ruang yang setiap hari saya lewati tapi saya tidak menyadari ada hal menarik yang membuat saya ingin bercerita dan nyaman. Foto-foto ini merupakan beberapa dari sudut-sudut ruang tersebut. Dan mungkin hanya ada di kota kecil ini.

52900005

Tempat favoritmu?

Warung Senja, Sebuah warung teh poci tua di salah satu sudut kota Jogja. Warung tua yang sebenarnya biasa saja ini, sudah ada sebelum angkringan menginjakkan gerobaknya di Jogja. Saya benar-benar merasakan suasana berbeda, seperti berada di rumah kakek.

Next project?

Menerbitkan buku secara independen, buku buat saya media yang tepat untuk bercerita. Ada kenikmatan tersendiri ketika membuat sebuah buku, kemudian saya ingin mengadakan pameran kolektif lagi dan pameran tunggal.

 000067 000068

As published in NYLON Indonesia June 2012 “Through The Lens” feature.

All photos by Rukii Naraya

http://worldwithouttitle.blogspot.com/

 

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s