Art Talk: Macabre Pop Embroidery of Puji Lestari Ciptaningrum

Puji Lestari Ciptaningrum

“Aku nggak jago menggambar, melukis, drawing, dan lainnya. tapi aku bisa menyulam, walaupun nggak jago juga sebenarnya, haha. So why not aku coba berkarya dengan embroidery,” tukas Puji Lestari Ciptaningrum menjelaskan alasannya memilih embroidery (sulam) sebagai medium berkreasi. Ucapan tersebut terkesan merendah, walaupun faktanya gadis yang masih duduk di semester 5 Seni Rupa, Universitas Negeri Jakarta ini memang baru mulai fokus di embroidery sejak tahun lalu setelah melihat karya stitch di sebuah pameran yang lantas memotivasinya untuk mencoba embroidery. Beginner’s luck? It’s way more than that. Walaupun masih terbilang sangat baru, karya Puji yang memadukan unsur macabre dengan warna-warna vibrant telah tampil di beberapa pameran dan bahkan telah membuat workshop yang membuktikan jika embroidery yang sebelumnya identik sebagai kegiatan orang tua juga bisa dikemas secara pop dan menyenangkan.

Puji1

Kalau diperhatikan karyamu banyak yang menampilkan image tengkorak, why?
Iya, tengkorak itu kan bagian dari anggota tubuh kita. Tanpa kita sadari tubuh manusia juga punya nilai estetis jadi aku nggak mau jauh-jauh terlalu mikirin kehidupan sosial, politik, atau apalah untuk memvisualisasikan ke dalam karya aku. Toh di dalam diri kita pun ada sesuatu yang terlihat indah.

Apa yang biasanya menginspirasimu dalam berkarya?
Orangtua pastinya. Kalau ingat orangtua aku jadi semangat buat berkarya terus karena tujuannya ya aku mau buat orangtua aku bahagia. Serius loh ini bukan bohongan, hehe.

Siapa seniman yang menjadi favoritmu dan kenapa?
Seniman favorit aku kalau dari Indonesia Oomleo, kalau dari luar Ana Teresa Barboza. Nggak bisa dijelasin kenapa sih, yang pasti mereka sama-sama “gila”.

Beberapa waktu lalu kamu mengadakan workshop embroidery di Waga Gallery, how was it?
Yap. Senang bisa berbagi ilmu, walaupun sebenarnya ilmu aku soal embroidery juga masih cetek. Tapi seneng juga jadi bisa sama-sama belajar, malah ada juga peserta yang lebih jago dari aku. Hahaha.

Puji2

Kalau kamu sendiri menganggap seni sebagai profesi atau hobi?
Profesi yang menjadi hobi. Soalnya aku lebih hobi tidur dan santai-santai sih ketimbang embroiling. Tapi ya ujung-ujungnya ya harus tanggung jawab sama apa yang udah ditekunin.

 Kamu melihat seni di kalangan anak muda saat ini seperti apa?
Aku nggak tau sih ya seni di kalangan anak muda sekarang gimana. Tapi aku selalu support dan appreciate anak muda yang semangat dan mau maju dan berkembang, at least buat dirinya sendiri dulu aja deh.

Selain berkarya secara personal kamu juga punya proyek bernama Junk Not Dead, boleh diceritakan?
Junk Not Dead itu kolaborasi aku sama Muchlis Fachri (Muklay) di bidang merchandise. Jadi Muklay ini dulu ajak aku untuk membuat produk untuk dijual, tapi dalam konteks karya lukis dia supaya menjadi produk. Jadi Muklay di divisi gambar/lukis, aku yang divisi menjahitnya dan sekarang sih Junk Not Dead mencoba untuk bukan cuma menjual produk merchandise aja tapi juga menjadi art collective yang mewadahi teman-teman di kampus supaya bisa tetap semangat berkarya.

Puji3

Apa yang kamu lakukan untuk mengatasi creative block?
Jalan-jalan cari referensi, refreshing, liat-liat katalog pameran, searching internet, atau nanya-nanya sama Muklay bikin apa yang asik-asik gitu. kan kita sering kerja bareng juga jadi pasti dikasih saran.

Do you have any dream project?
Mimpi aku ada di Junk Not Dead.

Rencana ke depannya apa?
Rencana ke depannya merealisasikan harapan Junk Not Dead dan cita-cita aku to be an artist. Maybe, hahaha.

Puji4

http://instagram.com/ijupacups

As published in NYLON Indonesia November 2014

Advertisements

Shout out your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s